Zaman Kehilangan ‘Hati’

AKTAINDONESIA.COM – Untaian buah karya Hadi Prajoko mengawali tahun 2020, adalah syair indah yang sedikit menggelitik terpapar dari awal hingga setiap bait dan alineanya, sehingga dapat menjadi wacana dan perenungan bagi kita semua.

Syair itu Berjudul ;

Zaman Kehilangan ‘hati’

Telah sampai pada zamannya..
Ketika ketinggian berpengetahuan hasil logika pemikiran hingga sampai ketinggian tuhan menjadi nahkoda hidup..

Masing-masing kepintaran kelompok manusia mencipta tuhannya..
Masing-masing kelompok membangun benteng iman yg kokoh kaku menjaga tuhannya..
Masing- masing kelompok membangun menara keangkuhan kebenaran yg tinggi utk meninggikan tuhannya
Masing-masing kelompok memperluas wilayah kekuasaan yg perlu ditaklukkan menunjukan kekuasaan tuhannya..
Masing-masing kelompok membangun kekuatan tiada kompromi utk menunjukan hanya ada satu kekuatan tuhannya yg benar..

Tak dapat lagi membedakan tuhan atau ego manusia yg sedang menguasai dirinya..

Dan akhirnya..
Manusia berperang atas nama tuhannya dengan tuhan lainnya..

Itulah tanda-tanda akhir suatu pembelajaran zaman..
Zaman manusia kehilangan hatinya..
Kehilangan roh spiritualnya..
Manusia berakal cerdik tapi tak berjiwa terang cemerlang lagi..
Manusia penuh dengan pengetahuan dalil kebenaran, tapi tumpul dalam kebijaksanaan hatinya..
Dunia semarak pembangunan fisik rumah ibadah…
Tapi kehilangan rumah ibadah sesungguhnya di dalam hati yg jernih…

Hati telah di sesaki sampah produk ego pikiran..
Jika tak berbenah, akhirnya hancur dalam perang perebutan kekuasaan ideologi tuhan yg banyak..

Ini pembelajaran zaman primitif fase kedua yg harus di lewati manusia..
Keluar dari fase belenggu kebodohan tiada pengetahuan di zaman batu..
Tumbuh kembang dan akhirnya tenggelam dalam ketinggian keangkuhan ego di zaman kekakuan menara batu pengetahuan egonya..

Proses terus berlanjut..
Manusia akhirnya harus belajar dari menelan obat pahit kebodohannya sendiri baru dapat terbuka “hati”nya..
Seleksi alam terus berlanjut..
Yg terbuka hatinya akan terangkat ke zaman berikutnya..

Baca Juga :  Hamdi Akhsan: Syair New Normal

Inilah zaman kegelisahan hati dan keserakahan agama

Marilah menyongsong zaman kesadaran… Seribu matahari tidak bisa membuka mata hatinya kalau tetap matanya tertutup dalam kegelapan…..

Hadi Prajoko, 2020 januari

__Terbit pada
21/08/2020
__Kategori
Syair

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PropellerAds