Hukrim News

WAW !!!,Polda Riau Berhasil Amankan 325 Kg Sabu

AKTAINDONESIA.COM, PEKANBARU – Riau yang memiliki kekayaan alam yang pantastis di indonesia mulai dari minyak,gas dan perkebunan. Situasi ini menjadikan riau terutama kota pekanbaru dijadikan ladang uang bagi pengedar narkoba. Karena dianggap Masyarakat riau terutama pekanbaru memiliki pendapatan perkapita yang tinggi.

Loading...

Sepanjang tahun 2018, Polda Riau dan jajaran telah menyita 325 kilogram narkoba jenis sabu-sabu dari 2.261 tersangka. Jumlah yang fantastis ini, merupakan hasil dari 1.625 kasus yang berhasil diungkap.

“Jumlah penangkapan ini melebihi target yang semula hanya dua ratus kilogram sabu. Ternyata sebanyak tiga ratus dua puluh lima kg menjelang akhir tahun ini,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Haryono, Rabu (26/12) siang.

Ribuan tersangka yang diamankan tersebut, memiliki peran yang beragam. Mulai dari pengguna, kurir hingga bandar besarnya. Barang bukti yang diamankan dari para pelaku pun berbeda. Mulai dari beberapa gram hingga paling besar puluhan kilogram.

“Kalau untuk penangkapan yang dilakukan oleh Ditresnarkoba Polda, itu paling besar. Totalnya sekitar seratus lima puluh tiga koma delapan kg sabu, dengan jumlah seratus empat puluh lima tersangka,” sebutnya seperti dilansir Jawapos.com.

Kemudian, jumlah itu disusul oleh Polres Bengkalis. Di mana Polres Bengkalis dan jajaran berhasil mengamankan 66 kilogram sabu-sabu dengan jumlah tersangka 329 orang. Di urutan ketiga, ada Polresta Pekanbaru dengan jumlah tersangka 240 orang. Barang bukti yang disita sebanyak 63 kilogram sabu-sabu.

Selanjutnya, Polres Dumai sebanyak 6,6 kg sabu dengan tersangka 227 orang. Sementara itu Polres Siak menyita sabu 6,2 kg dan tersangkanya sebanyak 155 orang. Sedangkan Rokan Hilir dengan barang bukti 4,3 kg sabu, jumlah tersangka 235 orang.

Sebelumnya, Kapolda Riau Irjen Widodo Eko Prihastopo mengatakan, dengan banyaknya jumlah barang bukti yang disita, pertanda Riau merupakan sasaran empuk peredaran gelap narkoba.

Selama ini kata dia, Riau memang menjadi jalur perlintasan utama masuknya berbagai jenis barang haram dari negeri Malaysia melalui Selat Malaka. Mulai dari sabu-sabu hingga ekstasi. Meski mengamankan barang bukti dengan jumlah banyak, namun belum diketahui muara barang haram ini belum diketahui kemana.

Untuk itu, dia mengatakan sejak dipercaya memegang komando Polda Riau mulai 2018 lalu, secara serius akan melakukan pengawasan. “Kemana barang-barang itu, saya awasi betul,” tegasnya.

Loading...
Baca Juga :  XL Gratiskan Layanan Komunikasi Bagi Korban Tsunami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *