WAP: Pagi ini Kualitas Udara Pekanbaru Dilevel Berbahaya

AKTAINDONESIA.COM, JAKARTA – Jerebu asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menyelimuti Provinsi Riau. Bahkan pada Senin 23 September 2019 ibukota Propinsi Riau, Pekanbaru tercatat sebagai satu-satunya kota di Indonesia dengan Indek udara berbahaya.

Sebagaimana data diperoleh aktaindonesia.com dari World’s Air Pollution (WAP) atau Badan Dunia Pemantau Polusi Udara, Pekanbaru(Riau) adalah satu-satunya kota di Indonesia dengan kondisi Air Quality Index (AQI) berada pada indek berbahaya/penuh resiko.

“Hazardous”, tertera di laman website WAP waqi.info dengan kode label merah hati (kepekatan 565 Ĺ„gram/m3) pada Senin (23/10) pukul 03:10 WIB.

Ilustrasi (pekatnya kondisi asap Riau)

Sedangkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, pagi sehari sebelum, indek masih berada pada posisi sangat tidak sehat dengan jarak pandang di Kota Pekanbaru hanya 500 meter.

“Hari ini jarak pandang di kota Pekanbaru hanya 500 meter. Terjadi penurunan yang signifikan,” ujar Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru, Sanya Gautami. Minggu (22/10).

Ia mengatakan, selain Pekanbaru, beberapa daerah lain di Provinsi Riau juga masih diselimuti kabut asap, seperti Indragiri Hulu, Dumai dan Pelalawan.

“Terparah adalah Pelalawan, jarak pandang hanya 300 meter. Kemudian Inhu sama dengan Pekanbaru yakni 500 meter. Sementara di Dumai jarak pandangnya 1 kilometer,” jelasnya.

Baca Juga :  Ditlantas Polda Metro Jaya Gandeng Pecinta Alam HMI Dalam Pendistribusian Sembako
__Terbit pada
23/09/2019
__Kategori
Musibah Jerebu, News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PropellerAds