Wagub Nasrul Abit Hadiri Batagak Panghulu di Sigando

AKTAINDONESIA.COM, PADANG PANJANG – Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul abit menghadiri acara Batagak Panghulu di Sigando Kanagarian Gunuang sekaligus Launching Kampung Budaya dan Religi Kelurahan Sigando di Balairuang Sari, Kanagarian Gunuang Padang Panjang, Sabtu (23/3/19).

Selain Wakil Gubernur Sumatera Barat, yang di dampingi langsung oleh Walikota Padang Panjang Fadly Amran, BBA

Turut hadir juga anggota DPR RI Komisi IX dr. Syuir Syam, M.Kes, MMR, Ketua DPRD Kota Padang Panjang Dr. Novi Hendri, S.E, M.Si, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Dr. Desmon, M.Pd, Ketua KAN Gunuang, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Mandeh Kanduang dan tamu undangan lainnya.

Batagak panghulu (penghulu) merupakan memberikan gelar pusako kepada penghulu di kanagarian.Penghulu yang menerima gelar pusako diharapkan mampu mampu menjalankan amanahnya dan fungsi sebagai penghulu, serta mampu “Mambangkik batang tarandam, Saciok bak Ayam sadanciang bak basi”.

Sebagaimana disampaikan oleh Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat H. Nasrul Abit Datuak Malintang Panai saat menghadiri Alek Batagak Penghulu tersebut.

“Menjadi Datuak sangatlah berat, karena seorang Datuak di sumpah secara adat dan dikutuk Al qur’an 30 jus, ka ateh indak ba pucuak, ka bawah indak baurek, ditangah-tangah digiriak kumbang, yang sesuai dengan Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS SBK), beban ini amatlah berat sekali,” ujar Nasrul Abit.

Oleh karena itu mengingat tidak mudahnya tugas kepenghuluan sebagai kepala tokoh adat Wagub juga menambahkan akan fungsi penghulu sebagai penjaga kampung dan masyarakat dari tantangan perkembangan zaman dengan dinamikanya, namun mengingat ada beberapa tetua (Datuak) ini yang berada di luar kampung atau perantauan, Nasrul juga mengingatkan akan bagaimana seorang mamak yang harus memperhatikan keponakan (kamanakan).

Baca Juga :  Din Syamsuddin Ajak Umat Luruskan Kiblat Bangsa

“Oleh karena itu mesti ada juga datuak panungkek yang tinggal di kampung secara langsung, yang cerdas dan bijaksana. Keterwakilan penghulu datuak dengan ada datuak penungkek ini yang mesti menjadi dinamika kemajuan kampung halaman dan anak kemenakan. Walau sosok penghulu datuak tak lepas dari tanggungjawab, mesti pulang juga secara rutin melihat apa-apa perkembangan yang terjadi setiap saatnya,” jelas Nasrul Abit.

Senada dengan itu Walikota Sebagai Kepala atau pimpinan Pemerintahan di Kota Padang Panjang mengajak masyarakat ataupun generasi muda Minangkabau untuk tetap mempertahankan nilai-nilai adat dan budaya yang sedari dulu telah dipertahankan oleh pendahulu kita.

“Kita sebagai generasi penerus harus menjadi masyarakat yang peduli dan saksi dalam mengangkat kembali nilai-nilai tersebut, apalagi saat ini tengah dicanangkan juga Kelurahan Sigando sebagai Kampung Budaya” jelas Fadly Amran Datuak Paduko Malano.

Wagub Sumbar beserta rombongan dan 154 Datuak, Niniak Mamak dan panghulu nan gadang basa batuah, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang yang berasal dari Nagari Gunung, disambut dengan bunyi-bunyian gendang dan rebana sepanjang jalan yang dilalui tamu.

Selanjutnya Nasrul Abit Datuak Malintang Panai diajak menaiki Masjid Asasi Nagari Gunung terletak di Desa Sigando, Kecamatan Padang Panjang Timur, Kota Padang Panjang, Sumbar. Masjid ini menjadi sebuah bangunan tertua se-antero Kota Padang Panjang, dan juga dijadikan sebagai Cagar Budaya hingga saat ini.

__Terbit pada
24/03/2019
__Kategori
Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PropellerAds