Viral! Video Dokter Cantik Tanpa Busana di Surabaya

AKTAINDONESIA.COM, SURABAYA – Heboh dan viral di media sosial, sebuah video seorang perempuan yang diduga dokter yang mengalami depresi berjalan telanjang bulat.

Peristiwa yang terjadi di Jalan Kenjeran, Surabaya itu sempat menghebohkan warga setempat.
Siti (37), pedagang minuman yang sehari-hari mangkal di lokasi memberi kesaksian. Kejadian itu terjadi pada hari Senin tanggal 1 Juni sekitar pukul 12.00 WIB.

Menurut Siti, perempuan itu sudah telanjang sejak keluar dari rumahnya yang ada di kawasan Lebak. Usai keluar, perempuan itu kemudian berjalan ke barat sambil mengamuk kepada setiap orang atau pedagang yang dijumpainya di sepanjang jalan.

“Sudah telanjang sejak dari rumahnya. Lalu keluar gang ke jalan raya dan ngamuk mukulin orang-orang,” tutur Siti saat ditemui awak media di Jalan Kenjeran, Kamis (18/6/2020).

Siti melanjutkan setelah keluar gang, perempuan itu pertama-tama mengamuk kepada penjual buah dingin dan melempar semua buah yang ada di gerobak. Tak cukup di situ, perempuan itu melanjutkan berjalan dan mengamuk dan sempat memukul penjual pentol keliling.

“Keluar gang itu terus membuang buah tukang buah dari gerobaknya. Kemudian jalan ke sini (barat) terus lagi penjual pentol yang sedang melayani pembeli dipukul sama kaleng sampai berdarah.

“Gerobak pentolnya juga didorong sampai roboh. Itu sampai bibirnya tukang pentol berdarah karena dipukul, terus tangannya juga berdarah. Kena kaca gerobak pentolnya,” tambahnya.

Dikatakan Siti, waktu itu tak ada orang yang berani melerai perempuan itu. Pasalnya, perempuan itu dalam kondisi telanjang dan dianggap gila.

“Ya lari semua gak ada yang berani karena dianggap gila. Nah itu habis mukul dan nggulingkan rombong tukang pentol lanjut lagi. Ngamuk sama abah penjual nasi sampai nyungsep diinjak-injak,”

Baca Juga :  Berikut 9 Nama Anggota Dewan Pertimbangan Presiden 2019-2024

“Abah gak bisa apa-apa. Wong orangnya sudah sepuh mau lari gimana. Itu diinjak-injak. Nah itu orang-orang baru berani dipisah. Tapi gak ada yang berani nangkep. Kalau gak dipisah, mati itu Abah,” imbuhnya.

Usai mengamuk, lanjut Siti, keluarga perempuan itu kemudian datang dan memaksanya pulang. Pihak keluarga juga sempat memberi ganti rugi ke pedagang yang terluka.

“Nah setelah itu baru keluarganya datang. Terus dimasukkan ke dalam mobil dan dibawa pulang. Yang jual pentol itu dikasih duit Rp 500 ribu buat berobat. Kan tangannya berdarah, parah itu,” tuturnya.

“Ya cuma penjual pentol yang dikasih ganti rugi. Yang Abah sama penjual buah nggak,” tandasnya.

__Posted on
18/06/2020
__Categories
Nasional

Author: Akta Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PropellerAds