VIDEO, Jerita Pelajar Indonesia Mohon Dievakuasi Dari Wuhan

AKTAINDONESIA.COM, WUHAN – Kota Wuhan mendadak mendunia setelah dihebohkan sebagai asal muasal menjangkitnya virus Corona, yang mengakibatkan setidaknya lebih 100 orang tewas akibat virus mematikan tersebut.

Di kota yang di diami lebih dari 10 juta penduduk tersebut juga terdapat tidak sedikit pendatang dari Indonesia, WNI yang berada di Wuhan selain bekerja sebagai TKI juga belajar dibeberapa perguruan tinggi yang ada.

Sebuah video kiriman dari tiga mahasiswa Indonesia di Wuhan, kota di bagian tengah China yang sedang dilanda wabah virus corona, memohon kepada pemerintah untuk segera dievakuasi.

Dalam pesan video beberapa saat lalu, tiga mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Central China Normal University, di Wuhan, mengatakan mereka semakin khawatir melihat penyebaran virus corona secara masif dan melonjaknya jumlah korban tewas.

“Wuhan bagai kota mati. Sejak pagi kami melihat ambulans mondar-mandir membawa pasien,” ujar Yuliannova, Rabu (29/1/2020) pagi. Ia merekam situasi terkini di kota Wuhan dari salah satu jendela kamar asramanya.

Yuliannova Lestari Chaniago, Patmawaty Taibe dan Gerard Ertandy, yang sudah dua minggu hanya berada di dalam asrama mahasiswa karena kampus diliburkan, memohon kepada pemerintah Indonesia untuk segera memulangkan mereka ke tanah air.

“Bapak Presiden, Ibu Menlu, Bapak Dubes, kami mahasiswa Central University.. saya Yuli, Eva dan Gerald, meminta agar dapat segera dievakuasi dari kota Wuhan karena kota ini sudah tidak sehat untuk kami,” ujar Yuli, mahasiswi Hubungan Internasional yang berusia 26 tahun.

 

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3175443662482936&id=100000520003725

“Kita semua tahu ada banyak orang Indonesia disini dan tidak mudah mengeluarkan orang Indonesia dari Wuhan. Tetapi kami mohon pemerintah Indonesia hadir, melakukan diskusi yang intensif dengan pemerintah China supaya kami dapat dipulangkan,” tambahnya.

Baca Juga :  Officer Gathering Danlanud bersama Elang Khatulistiwa

Hal senada disampaikan Eva, nama panggilan Patmawaty Taibe, mahasiswa Psikologi berusia 36 tahun, dan Gerard Ertandy, mahasiswa Hubungan Internasional berusia 24 tahun.

“Kami tahu dan paham benar bahwa proses evakuasi tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi kami percaya, segala proses sudah dilalui pemerintah Indonesia untuk memulangkan kami ke tanah air. Kami menunggu kabar baik dari pemerintah Indonesia,” ujar Eva.

Sementara Gerard yang berbicara dengan lirih mengatakan sudah tidak tahu lagi harus mengatakan apa karena yang diinginkannya saat ini hanya segera kembali ke tanah air.

“Kami jujur tidak tahu harus bilang apa lagi, tapi kami sangat ingin segera dapat dievakuasi dan kembali ke tanah air Indonesia,” ujarnya.

__Posted on
29/01/2020
__Categories
Nasional, News

Author: Akta Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PropellerAds