Ustadz Tri Bicara Tatanan Kehidupan Islami

Ustadz Tri Bicara Tatanan Kehidupan Islami

Ustadz Tri Bicara Tatanan Kehidupan Islami

AKTAINDONESIA.COM, PEKANBARU – Syariat Islam (Arab: شريعة إسلامية ) Kata syara’ secara etimologi berarti “jalan-jalan yang bisa di tempuh air”, maksudnya adalah jalan yang di lalui manusia untuk menuju Allah. Syariat Islamiyyah adalah hukum atau peraturan Islam yang mengatur seluruh sendi kehidupan umat Islam.

Syariat Islam yakni berisi hukum dan aturan Islam yang mengatur seluruh sendi kehidupan umat manusia, baik Muslim maupun non Muslim. Selain berisi hukum dan aturan, Syariat Islam juga berisi problem solving (penyelesaian masalah) seluruh kehidupan ini. Maka oleh sebagian penganut Islam, Syariat Islam merupakan panduan integral/menyeluruh dan sempurna seluruh permasalahan hidup manusia dan kehidupan dunia ini.

Sebagaimana tersebut dalam Al Quran Surat Al Ahzab ayat 36, bahwa sekiranya Allah dan RasulNya sudah memutuskan suatu perkara, maka umat Islam tidak diperkenankan mengambil ketentuan lain. Oleh sebab itu secara implisit dapat dipahami bahwa jika terdapat suatu perkara yang Allah dan RasulNya belum menetapkan ketentuannya maka umat Islam dapat menentukan sendiri ketetapannya itu. Pemahaman makna ini didukung oleh ayat dalam Surat Al Maidah QS 5:101 yang menyatakan bahwa hal-hal yang tidak dijelaskan ketentuannya sudah dimaafkan Allah.

Drs. Sri Sakti (Khutbah Jumat 30/11 di Masjid Nurussalam Walikota Pekanbaru)

Sebagaimana ulasan khotbah jumat yang disampaikan oleh Sekretasis Umum Ikatan Masjid Indonesia (IKMI) Propinsi Riau Drs. Sri Sakti di Masjid Nurussalam, Komplek Pemko Pekanbaru, Jum’at (30/11)

Mubalig yang dikenal dengan santun dan bersahaja itu juga mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) serta jamah yang berhadir untuk bersama-sama mengaplikasikan penerapan syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari baik di keluarga maupun di dunia kerja dan kehidupan sosial.

Baca Juga :  Masa Seruduk Masuk Bandara SSK II Pekanbaru

Islam mengajarkan kita untuk hidup damai dan rukun sehingga terciptanya kehidupan yang Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur (negeri yang subur dan makmur, adil dan aman), dan tentu dimulai dari diri sendiri“. Ungkap Mubalig dengan panggilan akrab Ustadz Tri

Penerapan syariat, hukum serta tatanan Islam ini juga diharapkan mampu untuk makin menguatkan persaudaraan sesama muslim.

puncak dari berislam (menjalankan syariat Islam) adalah tatanan kehidupan saling bela membela sesama Muslim dalam persoalan sosial keumatan demi kejayaan umat Islam, tentunya juga akan membawa kebaikan untuk masyarakat banyak, kita harus menjaga keutuhan persaudaraan sesama muslim, Islam mengajarkan kita untuk tidak berpecah belah“, Ungkap Da’i yang genap berusia 55 tahun pada 5 Desember ini.

Lebih lanjut Ustadz Sri Sakti juga menambahkan terciptanya tatanan kehidupan Islami itu juga merupakan hasil dari penerapan nilai-nilai keIslaman secara personal yang berdampak kepada tatanan sosial yang lebih baik.

“makanya perlu penerapan nilai-nilai yang sesuai dengan tatanan Islam pada diri sendiri sehingga dengan sendirinya akan berimplikasi kepada kehidupan sosial masyarakat banyak yang lebih baik”. Lanjut ustadz yang juga aktif sebagai Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) Kota Pekanbaru tersebut.

Calon Anggota Dewan (CAD) Partai Bulan Bintang (PBB) Nomor urut 1 Dapil Kota Pekanbaru untuk Propinsi Riau ini juga mengajak hadirin untuk saling bahu membahu untuk memperjuangkan kepentingan Islam.

 

 

 

 

 

 

Admin

aktaindonesia.com adalah portal media online yang melayani informasi dan berita dengan mengutamakan kecepatan serta kedalaman informasi. Portal berita ini selama 24 jam dalam sepekan selalu update. Selengkapnya

leave a comment

Create Account



Log In Your Account