Tren Mabuk dengan Air Rembusan Pembalut dan Popok Bayi

Tren Mabuk dengan Air Rembusan Pembalut dan Popok Bayi

Tren Mabuk dengan Air Rembusan Pembalut dan Popok Bayi

AKTAINDONESIA.COM – FENOMENA Viralnya kabar remaja di Jawa Tengah yang mabuk dengan rebusan pembalut, ternyata ada juga yang mabuk dengan menggunakan diaper atau popok. Semua berawal dari para remaja yang coba-coba.

Kepala Bidang Pemberantasaan (Kabid Brantas) Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng AKBP Suprinanto mengatakan fenomena nyeleneh itu diawali adanya orang yang coba-coba mengoplos berbagai hal untuk mabuk dengan biaya yang hemat, maka diambillah pembalut bekas pakai.

“Jadi awalnya itu coba-coba. Pakai pembalut bekas,” kata Suprinarto di kantornya, Rabu (7/11/2018).

Remaja yang mengkonsumsi biasanya hidup dijalanan dengan kelompok antara 6 sampai 10 orang. Ternyata khasiat “fly” dari pembalut itu menyebar dan banyak yang mulai mencoba dengan pembalut baru.

“Fenomena ini ternyata sebelumnya sudah pernah ada di Karawang, Bangka Belitung, Yogyakarta. Di Jawa Tengah baru mulai marak,” tandasnya.

Sekitar 3 bulan lalu BNNP Jateng mendapat informasi terkait anak jalanan di sebuah rumah rehabilitasi. Ternyata ada pengkonsumsi rebusan pembalut. Koordinasi dengan psikolog pun dilakukan dan penangannya diserahkan ke dinas terkait.

“Yang kita temukan itu daerah Kudus,” tandasnya.

Fenomena ini ternyata sebelumnya sudah pernah ada di Karawang, Bangka Belitung, Yogyakarta. Di Jawa Tengah baru mulai marakKabid Brantas BNNP Jateng AKBP Suprinanto.

Loading…
Indra Dwi Purnomo, MPsi, Psikolog Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata pernah berkomunikasi dengan beberapa remaja yang nekat meminum air rebusan pembalut. Para remaja itu mengaku pernah juga mengoplos air rebusan itu dengan berbagai obat.

“Mereka mengaku efeknya mendekati efek sabu, padahal sebenarnya tidak. Dari sisi psikologis, mereka ini remaja dan sifatnya ingin coba-coba, jadi cari yang menurut mereka murah,” kata Indra.

Baca Juga :  Kak Seto Sayangkan Pelibatan Anak di Kasus Bendera Tauhid

Berbagai pengalaman remaja itu disampaikan kepada Indra. Bahkan ada yang mengaku mencoba rebusan popok dan efeknya ternyata hampir sama.

“Iya, popok juga ada, direbus juga,” pungkasnya.

Efek yang ditimbulkan yaitu tubuh terasa lebih ringan dan halusinasi. Namun menurut pengakuan peminumnya, halusinasi yang mereka alami mengerikan sehingga rata-rata kapok setelah minum untuk kedua kalinya.

Belum diketahui kandungan apa yang membuat popok dan pembalut bisa menimbulkan efek mabuk. Namun apapun itu, Indra mengimbau agar para orangtua lebih memperhatikan anak-anak remaja mereka karena pasien yang ia tangani ternyata masih memiliki keluarga lengkap namun memilih hidup di jalanan.

“Tapi jika nanti ada keluarga yang menemukan anaknya mengkonsumsi itu, jangan dimarahi, mereka itu korban. Perhatikan mereka,” ujarnya

Admin

aktaindonesia.com adalah portal media online yang melayani informasi dan berita dengan mengutamakan kecepatan serta kedalaman informasi. Portal berita ini selama 24 jam dalam sepekan selalu update. Selengkapnya

leave a comment

Create Account



Log In Your Account