Tradisi Manampuang Daging Qurban Di Palupuah

AKTAINDONESIA.COM, BUKITTINGGI – Lestarikan Tradisi, Warga Sitingkai Palupuah Bagikan Daging Kurban Lewat Sistem ‘Manampuang’
Tradisi ini tetap dipertahankan dari satu generasi ke generasi lainnya

Warga Jorong Sitingkai, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuah -Agam memiliki tradisi unik soal pembagian daging hewan kurban.

Mereka tidak membagi daging lewat kupon, namun melalui Tradisi Manampuang.

Tradisi kuno ini diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Tak diketahui kapan pertamakali sistem ini dilakukan.

Manampuang yang dalam Bahasa Indonesia berarti Menampung, dilakukan dengan cara membagikan daging kurban ke kantong plastik yang telah disediakan tiap warga.

Keunikannya, yang mendapat daging kurban bukan per- KK, namun dihitung jumlah jiwa dalam satu rumah. Misal, di satu rumah ada 5 penghuni, maka yang berhak menerima daging adalah 5 jiwa pula.

Kegiatan unik ini diawali dengan gotong royong menyembelih hewan kurban.

Antrian warga
Setelah hewan kurban dipotong dan akan dibagikan, maka warga berbaris rapi di kanan-kiri jalan menanti jatah daging. Panjang antrian mencapai 300 meter.

Sejumlah pria yang bertindak sebagai panitia, mengambil daging itu dan membawanya menggunakan gerobak sambil mengisi daging ke kantong plastik warga.

“Kita tetap pertahankan tradisi ini, sebab inilah cara pembagian daging kurban yang paling adil dan merata,” ungkap Ketua Pengurus Masjid Taqwa Sitingkai, Mulyadi, Sabtu 9 Juli 2022.

Dia mengatakan, tetap akan mempertahankan tradisi ini karena berpotensi menjadi ikon wisata religi.

Penyembelihan hewan kurban berjumlah 4 ekor sapi dan 6 ekor kambing, sementara jumlah warga penerima mencapai 500 orang.

Pantauan di lapangan, barisan ratusan warga menanti daging kurban, tampak begitu apik dipandang.

Baca Juga :  DPRD Jember Makzulkan Bupati Faida