Nasional

Zahira Ivana, Bocah SD ini Tewas Usai Makan Permen

 

AKTAINDONESIA.COM, CILACAP – Purnomo (41) Jalan Slamet gang l Kelurahan Sidanegara, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap sangat terpukul, lantaran anak pertamanya Zahira Ivana Yasmin (7) meninggal dunia pada jumat 28 September di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap setelah makan permen.

Kejadian bermula ketika sang anak pulang sekolah dari SD Negeri Sidakaya 09 Cilacap Selatan pada Kamis (27/9) sekitar pukul 10.00 WIB.

Bersama ibunya Hera Widyasari (36) dan adiknya membeli beberapa permen di satu pedagang keliling di luar sekolah.

Sesaat setelahnya, Nana nama akrabnya, memakan permen tersebut kemudian muntah-mutah.

“Anaknya muntah terus dan dehidrasi, asupan makan nggak bisa masuk cuma minum terus,” kata Purnomo

Melihat hal tersebut pada Jumat (28/9) siang, korban langsung dilarikan ke RSUD Cilacap. Namun nahas beberapa waktu berada di RS, nyawa korban tidak bisa tertolong.

Hingga kini keluarga belum mendapatkan informasi resmi dari pihak RSUD terkait penyebab korban mengalami hal tersebut.

“Kita masuk Jumat sekitar waktu Jumatan, malamnya jam 20 an sudah tidak ada,” ujarnya.

Atas peristiwa tersebut, dari pihak keluarga sudah mengikhlaskan kepergian korban dan tidak mau memvonis terlebih dahulu jika korban keracunan permen.

“Terkait jajan itu kami juga belum tahu, adiknya sama teman-temannya beli tapi tidak apa-apa. Cuma kan diviralkan karena itu, makanya pihak polisi ke sini, kita menunggu jelasnya,” kata dia.

Menurutnya saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian. Beberapa sempel permen dari pedagang tersebut juga telah dibawa untuk diperiksa.

Kepergian Nana juga memberikan duka mendalam bagi sang Ibu. Anaknya dinilai pintar, penurut, dan cukup berprestasi di sekolah.

“Itu anak pintar kemarin semester ranking 3, lagi semangat-semangatnya sekolah. Bulan puasa terakhir ini juga puasanya full,” kata Hera.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut Cipondoh, 3 Santri Meninggal

Seorang tetangga Mardono (72) mengatakan, kematian korban begitu mengagetkan warga sekitar. Bahakan sampai sekarang masih terngiang-ngiang, yang biasanya bermain atau berangkat sekolah berjalan melewati rumahnya.

“Anak tujuh tahun, ya sampai sekarang masih terngiang,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *