Taras Shevchenko, Pembela Kaum Tertindas Dari Ukraina

AKTAINDONESIA.COM, UKRAINA – Taras Hryhorovich Shevchenko, penyair besar Ukraina, seniman, dan pemikir. Lahir pada tanggal 9 Maret 1814 di desa Moryntsi, Ukraina Tengah, desa itu merupakan bagian dari Kekaisaran Rusia. Orang tuanya H. Shevchenko dan K. Shevchenko, adalah budak di tanah V. Engelhardt. Kakeknya I. Shevchenko, adalah saksi gerakan Haidamak, beliau memiliki pengaruh signifikan terhadap Taras. Ayah Taras telah melek huruf, ayahnya mengirim Taras dia untuk sekolah magang ke Diaken.

Pada tahun 1823, ibu Taras meninggal, kemudian ayahnya menikah untuk yang kedua kali. Pada tahun 1825, ayahnya juga meninggal dunia. Beberapa saat Taras kecil sudah menjadi yatim piatu, bekerja dan belajar sebagai pelayan rumah, p emabantu di rumah Tuan P Engelhardt. Bakat menggambarnya memperlihatkan nampak pada dirinya ketika ia berusia 14 tahun.

Pada musim semi 1829, Taras melakukan perjalanan bersama P. Engelhardt ke Vilnius, Lituania. Di sana ia belajar melukis di bawah seorang pengrajin yang berpengalaman.

Pada bulan November 1830, pemberontakan di Polandia untuk pembebasan Nasional Rusia dimulai, Ketika itu Engelhardt berangkat ke ibu kota Rusia, St. Petersburg, Taras tinggal bersama para pelayan majikannya di Vilnius dan menjadi saksi atas peristiwa revolusioner itu. Namun
Taras pergi ke St. Petersburg pada awal 1831. Pada tahun 1832, majikannya “mengontrak” nya ke seorang pelukis ahli V. Shyryayev, bersama si pemuda tersebut ia belajar di sekolah pelatihan profesional dengan keras.

Ada catatan penulis dan seniman, yang membeli Taras agar keluar dari perbudakan. 2.500 rubel uang yang dibutuhkan untuk memperbanyak undian dimana itu adalah hadiah potret seorang penyair, Zhukovsky yang dilukis oleh Karl Bryullov. Pelepasan dari perbudakan ditandatangani pada tanggal 22 April 1838. Sebuah komite Asosiasi medukung Seniman mengenai sebuah gambar yang diperiksa oleh Taras, lalu mereka menyetujuinya.

Pada tahun 1838, Taras Shevchenko diterima di Akademi Seni sebagai murid eksternal, ia berlatih di rumah seni K. Bryullov.

Pada bulan Januari tahun 1839, Taras Shevchenko diterima sebagai mahasiswa tetap. pada ujian tahunan di Akademi Seni, Taras Shevchenko diberi Medali Perak untuk sebuah lanskapnya. Pada tahun 1840 ia kembali diberi Medali Perak, kali ini untuk lukisan cat minyak pertamanya, ‘The Beggar Boy’ , seorang anak pengemis yang sedang memberi roti untuk anjing.

Di perpustakaan Yevhen Hrebinka, dia akrab dengan antologi cerita rakyat Ukraina, karya-karya I. Kotlyarevsky, H. Kvitka-Osnovyanenko, dan penyair romantis, serta banyak penulis Rusia, Eropa Timur, dan dunia.

Taras mulai menulis puisi bahkan sebelum dia dibebaskan dari perbudakan. Pada tahun 1840, dimana dunia pertama kali melihat koleksi puisinya berjudul ‘Kobzar Taras’.
Ivan Franko kemudian menulis bahwa buku ini “akan mengungkapkan, seolah-olah dunia puisi yang baru, meledak seperti air bersih yang jernih, dingin, dan berkilau dengan ekspresi elegan, artistik yang sebelumnya tidak dikenal isinya, yaitu tulisan- tulisan tentang Ukraina.

Baca Juga :  Jokowi, Erick Thohir, Jonan sampai Mission Impossible

Pada tahun 1841, puisi epik Haidamaky muncul sebagai volume yang terpisah. Pada bulan September tahun yang sama, Taras mendapat medali perak ketiga kalinya – untuk foto lukisannya “The Gypsy Fortune Teller”. Sebuah karya yang signifikan adalah lukisan Kateryna, berdasarkan puisinya.

Taras juga mencoba menulis dengan tulisan tangannya. Pada tahun 1842, sebuah fragmen tragedi ‘Nykyta Hayday’ muncul, dan pada tahun 1843 ia menyelesaikan drama ‘Nazar Stodolya’.

Pada periode ini, total kejeniusan Taras terlihat jelas, dan ciri utama puisinya – yaitu rasa kebangsaan yang dalam – terbukti. Sepanjang hidupnya, penyair tersebut mengabdi pada bangsanya.

“Tubuh dan jiwa saya adalah anak laki-laki dan saudara sebangsa kita yang tidak beruntung,” tulisnya.

Taras bertentangan terhadap penindasan sosial , dan kebangsaan rakyat Ukraina tumbuh pada diri Taras. Sensor Tsar Rusia menghapus banyak baris dari karyanya, dan menciptakan masalah bagi pencetakan puisi si penulis. Bagaimanapun, tak satu pun kritikus Kobzar, mampu menyangkal bakat besar Taras Shevchenko.

Pada tahun 1843, penyair tersebut meninggalkan St. Petersburg, dan pada akhir Mei dia berada di Ukraina. Di Kiev, ia bertemu M. Maksymovich, P. Kulish dan lain-lain, dan mengerjakan banyak lukisan.

Ketika musim panas, penyair itu mengunjungi lokasi bekas Cossack Sich Zaporozhian, dan pada bulan September dia pergi ke Kyrylivka dimana setelah berpisah 14 tahun, dia melihat saudara laki-laki dan perempuannya di sana. Di Ukraina, Taras melakukan banyak studi mengunakan pensil untuk sebuah buku yang diproyeksikan dari ukiran yang kemudian menjadi ‘Picturesque Ukraine’.

Pada akhir Februari, Taras kembali ke St. Petersburg.

Di Ukraina, penyair itu melihat teguran sosial dan kebangsaan yang hebat yang ditanggung oleh orang-orang yang bekerja, dimana kondisi kehidupan petani yang tidak manusiawi. Ini menimbulkan tema baru dalam puisi Taras.

Tidak ada gunanya memikirkan penerbitan puisi politik dalam kondisi penyensoran Tsar Rusia. Karya penyair Polandia Adam Mickiewicz memiliki pengaruh besar pada diri Taras, terutama dalam penulisan satire politik. Salah satu yang menarik dari puisi politik Taras adalah ‘Son’, puisi satiris (The Dream).

Pada tanggal 22 Maret 1845, Dewan Akademi Seni memutuskan untuk memberikan Taras gelar sebagai seorang seniman. Pada hari yang sama, dia menemui pimpinan Akademi dengan sebuah permintaan “izin” melakukan perjalanan ke Ukraina.

Baca Juga :  VIDEO : Momen Haru Seorang Ayah Melepas Anaknya Kerja ke Luar Kota

Di Kiev, penyair itu bertemu lagi dengan M. Maksymovich, dan ditugaskan untuk melukis situs sejarah. Taras mengunjungi Kyrylivka, dan pada musim gugur 1845, sebuah komitmennya terhadap Komisi Arkeologi, dia pergi untuk melukis situs sejarah dan arkeologi Poltava.

Di Myrhorod, ia menulis misteri bersama The ‘Great Vault’. Menjelang akhir Oktober, Taras pergi ke Pereyaslav, tempat ia tinggal sampai pada awal tahun 1846.

Pada musim semi tahun 1846, sang penyair itu tinggal selama beberapa waktu di Kiev, dimana dia bertemu para anggota masyarakat Kyrylo-Methodis. Banyak orang sezamannya beranggapan bahwa penyair memliki pengaruh besar atas program masysarakat terselubung sebagai sebuah pandangan filosofis.

Pada tahun 1847, penangkapan dimulai dari anggota Masyarakat Kyrylo-Methodis dan Taras ditangkap pada tanggal 5 April di sebuah kapal penyeberangan dekat Kyiv di sungai Dnipro. Keesokan harinya, penyair itu dibawa ke St. Petersburg. Dia tiba di sana pada tanggal 17 April 1847, dan dipenjarakan. Di sini ia menulis siklus puisi “In The Dungeon”. Dari semua anggota asosiasi yang diinvestigasi, Taras dihukum paling parah: dia diasingkan sebagai pribadi oleh Detasemen Militer di Orenburg. Tsar Nicholas I Rusia, mengonfirmasi hukuman tersebut, menulis, “Di bawah pengawasan ketat, dengan larangan menulis dan melukis.”

Pada tanggal 8 Juni 1847, Taras ditempatkan di Orenburg yang jauh, dan kemudian dia dikirim ke benteng di Orsk yang lebih jauh lagi. Sejak hari-hari pertama, Taras melanggar perintah Tsar. Dia mentransmisikan siklus penjara ke dalam sebuah buku rahasia kecil yang disimpannya di bagasi, dan dia menulis puisi baru ke dalam buku itu.

Pada tahun 1848, Taras dimasukkan sebagai seniman di ‘Aral Sea Survey Expedition’. Pada tahun 1850, Taras ditangkap karena melanggar perintah Tsar. Diperingatkan oleh teman-temannya, sang penyair itu bisa memberi mereka buku catatannya dan untuk menghancurkan beberapa surat. Penyair itu dibawa ke Orsk, di mana dia diinterogasi. Kemudian dia dikirim ke sebuah benteng terpencil di Novopetrovsk. Peringatan, bahwa atuaran ketat dipaksakan, dan penyair itu menjadi sasaran pengawasan yang lebih ketat. Baru pada tahun 1857 Taras kembali dari pengasingan, berkat usaha temannya.

Sambil menunggu izin untuk kembali, Taras memulai sebuah buku harian, sebuah dokumentasi penting tentang pandangannya. Pada tanggal 2 Agustus 1857, setelah mendapat izin untuk melakukan perjalanan ke St. Petersburg, Taras meninggalkan benteng tersebut di Novopetrovsk. Di Nizhniy Novgorod, dia mengetahui bahwa ia dilarang pergi ke Moskow atau St. Petersburg. Karena jatuh sakit ia dikembalikan ke Orenburg.
Dokter yang ramah membuktikan penyakit Taras, penyair itu menghabiskan seluruh musim dingin di Nizhniy Novgorod. Musim dingin tahun 1857-1858, selama masa itu ia sangat produktif melukis banyak potret dan lukisan lainnya. Dia juga mengedit dan menulis ke dalam ‘Bilsha Knyzhka’ (The Larger Book), puisinya dari masa pengasingan, dan menulis karya puisi baru. Setelah menerima izin tinggal di ibu kota, dia pergi ke St. Petersburg.

Baca Juga :  4 Aplikasi Belajar Online Gratis ditengah serbuan Corona

Setelah pengasingannya, Taras mencurahkan perhatian terbesarnya sebagai seniman ukir, dan di bidang ini dia menjadi inovator sejati.

Pada bulan Mei, 1859, Taras mendapat izin untuk pergi ke Ukraina. Dia bermaksud membeli sebidang tanah yang tidak jauh dari desa Pekariv, untuk membangun rumah di sana, dan menetap di Ukraina. Pada bulan Juli dia ditangkap dengan tuduhan menghujat, namun dibebaskan dan diperintahkan untuk pergi ke St. Petersburg tanpa rasa kecewa. Penyair tersebut tiba di sana pada tanggal 7 September 1859. Namun demikian, sampai akhir hayatnya, penyair tersebut berharap untuk menetap di Ukraina.

Terlepas dari kelemahan fisik akibat pengasingannya, kekuatan puisi Taras tidak habis-habisnya, diperiode terakhir karyanya adalah tahap tertinggi perkembangannya. Dalam serangkaian karyanya, penyair tersebut mewujudkan impian masyarakat untuk menjalani kehidupan yang bebas dan bahagia.

Taras mengerti bahwa para petani akan mendapatkan kebebasan mereka baik melalui kebaikan Tsar maupun melalui reformasi, namun melalui perjuangan. Dia menciptakan galeri gambar – ‘Champions of Sacred Freedom’ – pejuang melawan penindasan dan tirani. Pada tanggal 2 September 1860, Dewan Akademi Seni memberikan gelar Taras sebagai ‘The Academician of Engraving’.

Penyair itu mulai merasa semakin sakit, dan mengeluh dalam surat tentang keadaan kesehatannya. Taras Shevchenko meninggal di apartemen disebuah studio di St. Petersburg pada pukul 5:30 pagi tanggal 10 Maret 1861.
Di Akademi Seni, di atas peti mati Taras, pidato kematiannya tersiar seUkraina, Rusia, dan Polandia. Penyair itu dikebumikan di Pemakaman Smolensk di St. Petersburg. Kemudian teman-teman Taras segera berkumpul di Zapovit, para penyair berjanji untuk menguburnya di Ukraina. Peti mati, tubuh Taras Shevchenko dibawa menggunakan kereta api ke Moskow, dan kemudian dengan kereta kuda ke Ukraina. Jasadnya tetap masuk Kiev pada malam 6 Mei, dan keesokan harinya mereka memindahkan ke kapal uap, Kremenchuh. Pada tanggal 8 Mei kapal uap mencapai Kaniv, dan Taras dimakamkan di Bukit Chernecha (sekarang bernama Taras Hill) dekat sungai Dnipro. Sebuah tanah gundukan tinggi didirikan di atas kuburnya, dan ini telah menjadi situs suci bagi orang-orang Ukraina.

#disadur oleh Mohammad Radius Anwar, Bergiat di The Tebet Connection (TTC).

__Terbit pada
08/12/2019
__Kategori
Kolom

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PropellerAds