Kolom

Tantangan Fundamental Umat Islam

AKTAINDONESIA.COM – TANTANGAN fundamental umat Islam pada saat sekarang ini sebenarnya bukanlah ekonomi, politik, sosial dan budaya, tapi tantangan pemikran. Dalam kemajuan zaman yang sangat canggih pada saat sekarang ini umat muslim di hadapi berbagai konflik dalam tubuh Islam itu sendiri serta berbagai permasalahan yang harus di hadapi oleh umat muslim pada saat sekarang ini, di anataranya perang saudara, keterbelakangan moral, masalah ekonomi dan budaya yang membuat umat muslim di landa kehancuran, ini sesuai dengan yang di katakan Allah dalam Al-Qur’an bahwa sampai kiamatpun orang kafir itu tidak akan senang melihat Islam dan tidak akan mau menerima Islam.
Kenapa orang barat tidak mau menerima umat muslim ini di sebabkan beberapa faktor yang pertama di karenakan faktor historis yang membuat kaum barat sangat membenci umat Islam dimana dalam historisnya Islam sangat mengkritik agama-agama yang ada di dunia barat terutama Kristen dan Yahudi. [1] Faktor inilah yang pertama dimana kaum barat sangat membenci Islam sehingga nantinya kaum barat membuat beberapa strategi untuk menghancurkan Islam di dalam tubuh Islam itu sendiri, di antaranya kaum barat tidak perlu lagi memerangi Islam karena umat Islam bisa menghancurkan Islam itu sendiri. Inilah salah satu startegi yang di luncurkan oleh kaum barat tersebut yang berupa pemikran.
Kedua adalah doktrin ideologi, peradaban barat yang mempunyai banyak isme(paham) yang ber aneka ragam, ini di sebabkan oleh pengaruh filsafat yang menuhankan akal dan membelakangi wahyu sebagai jalan hidup. Kita contohkan saja liberalisme, paham liberalisme ini banyak di pakai oleh kaum barat terutama negara adidaya yaitu Amerika Serikat. Menurut Alonzo L Hamby PhD Profesor sejarah di Ohio Liberlisme merupakan paham ekonomi dan politik yang mengedapankan kebebasan (liberty) , dan persamaan(equality) dan kesempatan (opportunity).
Perbedaan peradaban inilah yang membuat kaum barat dan Islam tidak akan pernah bersatu karena mempunyai doktrin yang berbeda kaum barat yakin dengan ismenya dan umat muslim yakin dengan peradaban
Islam yang turun menurun mulai dari zaman kenabian, sahabat ,tabi’in dan sampai pada saat sekarang ini dan Islam adalah agama yang mengatur seluruh sendi kehidupan baik politik, sosial , budaya, pendidikan, dan ekonomi dimana semua itu telah di atur dalam kalamullah dan assunnah. .
Di sinila kaum barat tidak akan bisa menerima Islam dengan baik dan sebaliknya Islampun tidak akan bisa menerima paham isme-isme dari dunia barat tersebut yang nantinya akan menghancurkan moral dak ahlak para kader Islam itu sendiri. Sekarang kita kembali pada doktrin liberalisme tadi dimana paham ini mempunyai beberapa doktrin di antaranya liberty (kebebasan) kebebasan berbicara kebebasan ber agama, kebebasan kemelaratan dan kebebasan ketakutan, di sini dapat kita lihat dari paham liberalisme tersebut bahwa dalam ber kehidupan setiap individunya bebas melukukan apa saja di anataranya ekonomi dan tanpa campur tangan negara. Kaum liberal percaya bahwa ekonomi akan melakukan regulasi sendiri tanpa campur tangan megara, gagasan seperti ini di adaopsi dari pemikiran Adam Smith yang menjadi sistem ekonomi kapitalis yang di terapkan di dunia pada saat sekarang ini.
Liberalisasi ekonomi yang menekankan kebebasan dalam usaha individu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dalam hak memiliki kekayaan. Karena mereka yakin Negara tidak akan menjamin kemakmuran persaingan dalam pasar bebaslah menurut paham ini yang akan mendapatkan kemakmuran yang meng halalkan berbagai cara untuk mendapatkan banyak ke untungan untuk kekayaan pribadi. Dan seterusnya liberalisme juga mengedepankan kebebasan berpendidikan ( universal education) dan juga kebebasan intelektual yang memisahkan diri dari agama dan tuhan, kebebasan dari bertuhan dan ber agama ini hasil dari pemikran Rene Descartes dari perancis pada abad ke 17 yang mempromosikan rasionalisme yang doktrinya percaya kepada akal manusia.
Oleh sebab isme merupakan pandangan dan ideologi barat, maka Islam bagi barat merupakan tantangan bagi isme-isme tersebut dan sebaliknya isme merupakan tantangan juga bagi umat Islam, ini di sebabkan oleh apa yang di anggap baik oleh paham barat belum tentu baik menurut Islam dan sebaliknya baik itu di segi ekonomi pendidikan, sosial dan budaya oleh sebab itu paham barat menganggap Islam sebagai penghalang strategi politik mereka oleh sebab itu Islam harus di hancurkan, dan berusaha memaksakan konsep-konsep mereka pada dunia Islam, baik itu dalam budaya,sosial,ekonomi dan pendidikan. Dan untuk menghancurkan kebudayaan dan memaksakan ideologi mereka maka di luncurkanlah proyek globalisasi dan westernisasi oleh kaum barat, sehingganya budaya-budaya yang ada dalam tubuh i
Islam itu sendiri mengikuti budaya barat, semua itu dapat kita lihat di Negara Indonesia yang sekarang hampir semua memakai budaya barat baik itu berpakaian dan pergaulan dan adat,sedangkan di dunia barat yang mengedepankan kebebasan baik itu bebas dalam memeluk agama ternyata tidak bagi Islam. Imat Islam yang tinggal di dunia barat ternyata di halangi-halangi untuk beribadah dan bahkan untuk berjilbab saja di haramkan oleh negara yang menganut paham isme-isme tersebut, ini dinamakan tidak ada kebebasan individu di megara itu, kebebasan hanyalah milik mereka tapi tidak bagi Islam, padahal di negara Islam mereka bebas untuk beribadah dan ber aktifitas lainnya.
Dan kaum barat pun berkerja sama dengan kaum misionaris ,orientalis dan kolonialis untuk menghancurkan Islam, ketika barat masuk ke dunia Islam tentunya mereka membawa misi agama politik, ekonomi dan budaya namun Islam tidak melihat bahwa mereka membawa doktrin ideologi mereka untuk di terapkan pada dunia Islam.

Loading...

Proyek misionaris yang paling menonjol adalah penghancuran pemikiran umat Islam, strategi ini telah lama di ikrarkan oleh seorang orientalis Yahudi Samuel Swemmer yang menjabat sebagai direktur organisasi misionaris dan juga pendiri jurnal the muslim world pada tahun 1935 pada konfrensi misionaris di Yerusalem, Swemmer mengatakan :
“Misi utama kita sebagai orang Kristen bukan menghancurkan kaum muslim, namun mengeluarkan seorang muslim dari Islam, agar menjadi seorang muslim yang tidak ber ahklak. Dengan begitu akan membuka pintu kemenangan bagi kaum imprealis di negeri-negeri islam. Tujuan kalian adalah mempersiapakan generasi baru yang jauh dari islam. Generasi Islam yang sesuai dengan kehendak kaum penjajah, generasi yang pemalas dan hanya mengejar kepuasan
hawa nafsu.Di mata rantai kebudayaan barat gerakan misi mempunyai dua tugas menghancurkan peradaban lawan dan membina kembali dalam bentuk peradaban barat. Ini perlu di lakukan agar muslim dapat berdiri pada kebudayaan barat dan akhirnya muncul generasi muslim yang memusuhi agamanya sendiri”.

Dan sekarang dapat kita lihat bahwa misi kaum misionari itu hampir berhasil dan itu dapat kita lihat betapa runtuhnya moral umat muslim pada saat sekarang ini dan perperangan yang terjadi di dalam Islam itu sendiri. Ini semua juga di akibatkan oleh konsep dan pemikiran kaum orientalis yang belajar ilmu ketimuran atau ilmu Islam sejak kekalahan mereka pada waktu perang salib. Kaum barat banyak mempelajari illmu Islam baik di bidang syariah,akidah dan muamalah apa gunanya mereka melakukan ini untuk melakukan propaganda-propaganda dalam tubuh Islam itu sendiri dan merubah aqidah dan syari’ah Islam. Inilah bentuk misi yang di luncurkan oleh kaum barat tersebut.
Dan sekarang perlu kita sadari bahwa umat muslim pada saat sekarang ini harus menjalankan syariat Islam dalam kehidupan sehari-sehari. Perperangan pemikiran ini tidak hanya terjadi pada saat sekarang di lihat dari historisnya kaum barat sudah sejak dari dahulu meluncurkan ideologi-ideologinya pada dunia Islam.
Dan perlu kita sadari pemikiran mempuyai peran penting dalam membangun peradaban oleh sebab itu Al-ghazali mengatakan amal tanpa ilmu cendwrung merusak untuk itu kita hendaknya sebagai kader muda Islam terus meningkatkan keilmuan dan intellectual kita untuk peradaban Islam di masa yang akan datang , kita boleh mempelajari ilmu barat sesuai dengan kebutuhan Islam itu sendiri, jangan kita mengedepankan akal yang serba berkurangan sumber ilmu pengetahuan dalam Islam adalah Al-qu’an dan hadist yang sampai saat sekarang ini masih kita pegang sebagai jalan untuk menuju dunia dan akhirat.

 

 

 

Oleh :Aris Supratman (Ketum PC Pemuda Muslimin Kab. Sijunjung)

Judul artikel (Asli) : Tantangan Umat Islam

Loading...
Baca Juga :  Beratnya Hidup Tanpa Sosok Ayah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *