Nasional

Sumatera Barat Sarang Teroris, Sosiolog: Jangan Reaktif!

AKTAINDONESIA.COM, PADANG – Ketua Gerakan Ekonomi dan Budaya (Gebu) Minang Sumatera Barat Boy Lestari Dt Palindih memberikan bantahan terhadap tuduhan daerah Minangkabau tersebut sebagai sarang teroris, karena pernyataan itu dapat meresahkan masyarakat

Loading...

“Ini harus saya sampaikan soal Sumbar disebut sarang teroris, sarang radikalisme, pernyataan ini jelas membuat gelisah masyarakat Sumbar. Hal itu tidak benar,” katanya kepada pers, Sabtu (27/7/2019) lalu.

Hal senada juga diutarakan Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar Dt M Sayuti dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang Prof Duski Samad.

Menanggapi hal itu, Sosiolog Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang Muhammad Taufik menyarankan tidak perlu reaktif dalam merespons pernyataan tersebut, namun alangkah bijaknya membantah dengan data.

“Kita harus membantah data dengan data, kalau data itu bisa dipertanggungjawabkan tentu kita tidak perlu reaktif dan berlebih-lebihan,” ujar Taufik kepada covesia.com, Senin (29/7/2019).

Jika ditinjau dari karakteristik, Taufik memandang masyarakat Minang memiliki mekanisme defensif terhadap paham radikalisme atau intoleransi. Jika pun banyak orang Minang terlibat teroris, perlu dilihat lebih dalam rekam jejaknya.

“Perlu dilakukan personal tracking untuk mengetahui apakah paham itu muncul di Minang atau Minang hanya dijadikan lahan,” ujarnya.

 

 

 

 

sumber : covesia.com

Loading...
Baca Juga :  Program Pembangunan Harus Sejalan dengan Dinamika Masyarakat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *