Kolom

Sukses Ekonomi Syari’ah, Bisakah?

AKTAINDONESIA.COM – Sukses EKONOMI Syari’ah. Allah Ta’ala berfirman,
الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَى فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ وَمَنْ عَادَ فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Loading...

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba, tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu disebabkan mereka berkata (berpendapat) bahwa sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al Baqarah [2]: 275)

Sistem ekonomi syari’ah sebagaimana jamak kita pahami adalah sistem ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Bertujuan mewujudkan kesejahteraan berlandaskan Alqur’an dan Suunah Nabi, yakninya ingin menggapai kebahagiaan dan keberkahan dunia dan akhirat.

Berbeda dengan ekonomi konvensional yang bertujuan hanya untuk keuntungan dan kebahagiaan hidup di dunia.So..semua muslim pasti mau dan setuju ekonomi syariah, hanya saja pertanyaanya sudahkah sistem ekonomi syariah dikenal ditengah masyarakat muslim hari ini?.

Dalam kehidupan sehari-hari perlu kita bertanya sudahkah bertransaksi ekonomi/keuangan secara syariah?, pagang gadai yang syariah?, pengelolaan dana ZISWAF (Zakat Sadaqah Waqaf dan Infaq) secara benar, atau masih adakah yang memberikan zakat untuk membangun masjid?.

Secara nasional sesungguhnya gerakan untuk mensukseskan ekonomi syariah telah ditopang dengan berbagai regulasi dan kebijakan, diantaranya dibentuknya Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), dirumuskanya Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2019-2024 oleh mentri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)kepala Bapennas sebagai peta jalan pembangunan ekonomi syariah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Industri perbankan syariah menunjukkan perkembangan yang positif dari tahun ke tahun. Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo mengatakan dalam kurun 2014-2018, perbankan syariah mampu mencatat Compounded Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 15%, lebih tinggi dari industri perbankan nasional yang mencatat CAGR sebesar 10%.
CNBC.com Sabtu (8/06/2019).

Maka, dikaitkan dengan pembangunan ekonomi syariah di daerah justru perlu disambut dengan berbagai kebijakan dan sosialisasi ke tengah masyarakat sehingga pembangunan ekonomi syariah di daerah baik tingkat propinsi dan kab/kota dapat sukses dan bertumbuh mewarnai perekonomian konvensional yang sedang berjalan.

Pertanyaan krusial yang harus dijawab adalah apa upaya yang perlu dilakukan untuk akselerasi penerapan ekonomi syari’ah di daerah? Setidaknya terdapat tiga syarat agar ekonomi syariah dapat diimplementasikan didaerah pertama perlunya dukungan penuh pemerintahan daerah baik berupa regulasi dan kebijakan serta program yang mendorong penuh terlaksananya ekonomi syariah sebagaimana komitmen pemerintah pusat.

Kedua sangat diperlukan upaya sosialisasi dan edukasi ketengah masyarakat akan pentingnya gerakan hijrah ke ekonomi syariah, selama ini terkesan hanya para ulama/ustaz yang menyerukan haramnya riba dan pentingnya aqad syariah dalam bertransaksi keuangan, sebaiknya juga dilakukan pendidikan muatan lokal keuangan syariah praktis sedari sekolah SD, SLTP dan SLTA.

Ketiga perlunya menyiapkan Sumber Daya Manusia keuangan syariah baik yang sekarang melakoni kegiatan pada lembaga perbankan konvensional dan juga untuk semua SDM lembaga keuangan mikro konvensional yang telah siap bertransformasi menjadi syariah dan memperbanyak para personil Dewàn Pengawas Syariah (DPS)bagi lembaga keuangan syariah sebagaimana amanat Permenkop UMKM No 11 tahun 2017.

Suksesnya implemmentasi ekonomi syariah di daerah ini daerah yang filosofinya Adat Basandi Syara’ dan Syara’ Basandi Kitabullah (Alquran dan Sunnah) akan sangat tergantung dari komitmen dan kesungguhan para kepala daerah, politisi di parlement, dukungan para akademisi serta siapnya masyarakat untuk hijrah menuju sistem ekonomi syariah, dan sejatinya kita di ranah minang bisa menjadi percontohan daerah lain jika kita semua bertekad!!..Insya Allah.

 

 

 

Safrudin Nawazir Jambak/Ketua Fraksi PKS DPRD Agam

Loading...
Baca Juga :  Spirit Berqurban Untuk Pembangunan Daerah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *