Shalat Idul Adha

AKTAINDONESIA.COM, PEKANBARU – Hukum Shalat Idul Fitri dan Idul Adha adalah SUNNAH Menurut sebagian Ulama Fardlu Kifayah

_Waktunya Sholat Ied adalah mulai terbitnya matahari sampai bergesernya matahari (zawal). Disunnahkan mengakhirkannya sehingga matahari tinggi (seukuran satu tombak)_

Pelaksanaan Shalat led lebih utama di masjid, kecuali jika ruangan masjid tidak mencukupi.

Kesunahan sebelum Shalat Idul Adha :

1. Tidak makan dan minum (imsak) sebelum shalat Idul Adha

2. Mandi

3. Berhias, memakai pakaian yang bagus dan memakai wewangian.

Kesunnahan ini berlaku bagi semua orang laki-laki dan perempuan dirumahnya, anak kecil, dewasa maupun sudah tua yang berangkat ke shalat ied maupun yang tidak berangkat. Kecuali bagi perempuan yang dikhawatirkan dapat menimbulkan fitnah maka haram hukumnya.

4. Berangkat ke tempat shalat ied pagi-pagi, begitu pula imamnya agar shalat idul Adha segera dilaksanakan sehinga waktu menyembelih hewan kurban semakin luas.

Cara Shalat led

Shalat Ied dilaksanakan dengan Dua Raka’at dan disunnahkan:

1. Raka’at pertama dengan tujuh takbir selain takbiratul ihram dan takbir ruku, dan raka’at kedua lima takbir.

Takbir raka’at pertama dilaksanakan setelah membaca do’a iftitah sebelum membaca ta’awwudz.
Takbir raka’at kedua sebelum membaca ta’awwudz.

Jika makmum ketinggalan takbirnya imam baik di raka’at pertama atau raka’at kedua, maka makmum tidak disunnahkan menambah sendiri sejumlah takbir yang ketinggalan.

Contoh; pada raka’at pertama makmum menjumpai imam sudah melaksanakan lima takbir dari tujuh takbir yang disunnahkan, maka makmum hanya sunnah mengikuti dua takbirnya imam, setelah imam selesai tidak disunnahkan menambah lima lagi untuk melengkapi hitungan tujuh lakbir takbir.

2 Diantara masing-masing takbir, membaca al-Baqiyatu al-Shalihat dengan suara pelan,_ yakni membaca:

Baca Juga :  Cum Laude! UAS Berhasil Raih Gelar Doktor di Sudan

Subhanallah wal hamdulillah wa laa Ilaha illallah Wallahu Akbar

3. Raka’at pertama membaca surat qof dan raka’at kedua membaca surat iqtaroba atau boleh juga rakaat pertama Al A’la dan raka’at kedua Al Ghasiyah (ini adalah kesunnahan, boleh membaca surat pendek lainnya jika tidak hafal).

4. Setelah shalat disunnahkan dua khutbah sebagaimana khutbah Jum’at.

Kecuali hagi yang shalat sendirian, maka tidak disunnahkan khotbah.

Dalam khotbah ied, disunnahkan membaca takbir sembilan kali pada pembukaan khutbah pertama dan disunnahkan takbir tujuh kali pada pembukaan khutbah kedua.

Niat shalat Idul Adha

1. Berniat salat Idul adha secara sendiri yang jika dilafalkan berbunyi

أصلي سنة لعيد الاضحى ركعتين لله تعالى

Usholli sunnatan li’idil adha rak’ataini lillahi ta’ala

2. Niat shalat Idul Adha berjamaah
Memulai dengan niat shalat Idul Adha yang jika dilafalkan berbunyi:

اصلی سنة لعيد الاضحى ركعتين (مأموما / إماما) لله تعالى

Ushali sunnatan li’idil adha rak’ataini (ma’muman/imaman) lillahi ta’ala

Aku berminat shalat sunnah Idul Adha (menjadi makmum atau imam) Karena Allah ta’ala.

Takbir Muqayyad

Takbir Muqayyad adalah takbir yang diucapkan setiap selepas shalat, baik shalat fardhu, sunah, qadha maupun ada. Takbir ini khusus untuk hari raya idul Adha saja.

*Bagi yang tidak menunaikan haji, takbir Muqayyad dimulai dari tanggal 9 Dzulhijah selepas shalat fardhu subuh hingga ashar tanggal 13 Dzulhijah.

Bagi yang naik haji, sunah membaca takbir Muqayyad dari dzuhur tanggal 10 Dzulhijah hingga subuh 13 Dzulhijah.

Barakallahu fii Kum
Semoga bermanfaat
Aamiin ya Rabbal’alamiin