Semburan Lumpur Gas Di Pekanbaru Makin Mengkhawatirkan

AKTAINDONESIA.COM, PEKANBARU – Semburan lumpur bercampur gas terjadi di areal pondok pesantren Al-Ihsan Boarding School yang beralamat di Jalan Abdul Rahman Hamid Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru.

Semburan yang keluar setelah boring mesin air sedalam 119 meter tersebut terjadi semenjak Kamis 3 Februari 2021.

Hasil pengamatan jurnalis aktaindonesia.com di lapangan pada hari ke 3 semenjak semburan lumpur keluar, Lumpur yang keluar bercampur gas tersebut sudah mulai menunjukkan tanda-tanda mengkhawatirkan.

Selain pancaran yang semakin tinggi, tanah disekitar lumpur juga membentuk kawah hingga 4 meter.

Kapolsek Tenayan Raya AKP Manapar Situmeang

“Siswa dan aktifitas pembelajaran pondok (Al-Ihsan Boarding School) dipindahkan untuk sementara ke kampus Al-Ihsan yang di Kubang Raya, kitapun sterilkan lokasi hingga 500 meter sekitar lokasi, khawatir terjadi hal yang tak diinginkan”. Ujar Kapolsek Tenayanraya AKP Manapar Situmeang yang langsung pimpin pengamanan (sterilisasi lokasi), Sabtu(06/02).

Manapar juga menjelaskan kondisi semburan dan sekitar.

Saat ini semburan gas dan lumpur yang mencapai 15 meter itu tengah didalami oleh tim gabungan dari Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Riau beserta Pihak PT. Kaila Migas dan PLTU beserta KLHK Riau. Pengecekan secara berkala dilakukan untuk mengambil langkah penutupan sumur.

Jurnalis AKTAINDONESIA.COM Reza Sahdan bersama Ketua DPRD Pekanbaru Hamdani S.IP dan Kapolsek Tenayanraya AKP Manapar Situmeang

“Semburan lumpur masih terjadi, dan tanah sekitar membentuk kawah yang tadinya 4 inchi sekarang sudah meluas hingga 4 meter, kadar gas pun terpantau hingga hari ini mencapai 7 %”, Lanjut Kapolsek ganteng tersebut kepada aktaindonesia.com dilokasi kejadian.

Senada dengan itu Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru Hamdani S.IP juga meminta masyarakat untuk tidak melihat secara dekat semburan tersebut.

Ketua DPRD Kota Pekanbaru Hamdani S.IP (topi hitam) bersama Ketua DPD PKS Kota Pekanbaru Ahmiyul Rauf (kanan) dan fungsionaris DPP PKS Hendry Munief, MBA

“Kita akan segera panggil pihak terkait untuk menyikapi persoalan ini”, Jelas Hamdani yang datang beserta rombongan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Baca Juga :  PKS: PSI Tolak Perda Bernuasa Agama

Menurut ahli teknik geodesi Ahmiyul Rauf, semburan lumpur tersebut tidak bisa disikapi dengan gegabah .

Ahli Geodesi yang juga Ketua DPD PKS Kota Pekanbaru Ahmiyul Rauf bersama Hendry Munief, MBA

“Kita tidak tahu apa yang terjadi, perlu dikumpulkan data-data dulu sebelum mengambil kesimpulan”. Ucap Ahmiyul yang baru beberapa hari dilantik menjadi Ketua DPD PKS Kota Pekanbaru.

Meski lokasi pesantren tempat semburan lumpur tidak berada di pemukiman warga namun masyarakat tetap khawatir dengan semburan lumpur di menghebohkan jagad Maya tersebut.

Warga Tenayanraya, Elsa

“Saya tinggal tidak jauh dari sini, kita takut semburan lumpur ini akan seperti semburan lumpur Lapindo”, Ujar Sela yang penasaran dengan pemberitaan dimedia.

__Terbit pada
06/02/2021
__Kategori
Nasional, News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PropellerAds