Kolom

Safrudin N Jambak Bicara Tentang ‘Pendidikan Sampah’

AKTAINDONESIA.COM – SAMPAH pada akhirnya menjadi objek yang menjadi hangat diperbincangkan baik menjadi isu lokal, nasional dalam beberapa minggu ini bahkan pemberitaan soal sampah kiriman menjadi trending topik di beberapa media. Berikut utaian kata politikus PKS yang juga Anggota DPRD Kabupaten Agam Safrudin Jambak yang diterima tim redaksi aktaindonesia.com.

Loading...

Allah Ta’ala berfirman,
{ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ َ َ ُ ُ َ َّ ُ ُ ُ ُ ُ ُ
“ Telah tampak kerusakan di darat dan di lautan karena perbuatan tangan (maksiat) [1] manusia, melakukan perjalanan ke Allah dari manusia, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS Ar Ruum: 41 )

Pendidikan sampah?, ya benar..pendidikan sampah, tapi jangan salah pengertian dulu bahwa semua pendidikan penting yakni pendidikan agama, sains, ilmu-imu sosial dan lainya dan satu hal yang terlupakan adalah pendidikan seputar sampah. Kenapa demikian?

Berbicara persoalan sampah artinya kita bicara soal lingkungan, bicara soal lingkungan adalah bicara soal kelestarian alam yang diperintahkan oleh Allah (janganlah kamu membuat kerusakan di atas dunia..QS: Al a’raf :56) oleh karena itu permasalah sampah kembali kepada soal karakter masyarakat dimana pendidikan dan pengetahuan sampah mesti dikenalkan sejak usia dini dan dimulai dari rumah tangga.

Secara awam orang mengenal dikampung-kampung dan juga dikota bahwa sampah hanyalah satu jenis yaitu sampah dan dirumahpun hanya satu kantong pembuangan yang bernama sampah, belum masif pengenalan bahkan sejak usia dini disekolah dan rumah tangga bahwa sampah terdiri dari organik dan non organik, sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) dan ketiganya perlu dipisah saat membuangnya.

Oleh karena itu tidak banyak orang yang peduli sampah sebagaimana tidak banyak juga peduli lingkungan, kebanyakan orang kita Indonesia masih berfikir sampah diproduksi lalu dibuang dan ada petugas yang membawa yaitu gunakan,buang dan angkut tetapi diluar negri negara maju sudah melangkah dengan konsep Reduce (kurangi), Reuse (gunakan lagi), Recycle (daur ulang) serta Replace (berpindah ke bahan yang ramah lingkungan)

Jika kita tengok ke luar negri terdapat 6 negara terbaik di dunia dalam pengelolaan sampah yang pasti belum termasuk indonesia, yakni Jepang, Jerman, Swedia, Belanda, Korea Selatan dan Inggris (Liputan6.com/23 geb 2019) dimana pada umumnya sampah telah dikelola dengan baik terutama sampah rumah tangga yang merupakan sampah terbesar yang diproduksi setiap hari oleh manusia, bahkan Swedia telah menerapkan menejemen sampah dengan konsep “ Waste to energy”(WTE) dimana sampah menjadi sumber energy terutama energi listrik.

Maka pendidikan dan pengetahuan terhadap sampah mestilah segra diperbaiki sehingga suatu saat nanti kita tidak menyesal karna terlambat mengedukasi masyarakat dan persoalan sampah tidak kunjung selesai, terutama bagaimana menanamkan karakter peduli lingkungan yang dimulai dari membuang sampah pada tempatnya, memungut sampah dengan suka rela, memilah sampah sejak dari rumah tangga.

Selanjutnya urusan pemerintah adalah menyediakan pelayanan terhadap persampahan dengan profesioanal baik tempat sampah sesuai dengan jenis sampah, pengangkutan dan sarana pemilihan dan pengolahan sampah. Jika terlambak?

Jika terlambat..maka mulai kita rasakan hari ini pendangkalan sungai dengan ribuan ton atau kubik sampah akibat rendahnya kesadaran masyarakat karna sampah dibuang ke dalam sungai, saluran yang sering macet, tercemarnya lingkungan dengan bahan beracun , sehingga banjir dan lonsor menghadang. Ayo peduli lingkungan kelola kelola sampah dengan cerdas. Semoga.

 

 

Safrudin Jambak, selain aktif sebagai anggota DPRD Kabupaten Agam juga sebagai penggiat literasi Sumatera Barat

Loading...
Baca Juga :  DOSA 'KAGET'

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *