SAFFRON, Rempah Termahal Tersebut Kini Jadi Tren Hidup Sehat

AKTAINDONESIA.COM – SAFFRON atau Safron adalah
tanaman rempah yang digunakan untuk campuran panganan serta sangat baik untuk kesehatan tubuh.

Saffron, rempah yang kaya manfaat ini disebut sebagai rempah termahal di dunia, dalam sebuah sumber tanaman asal iran, turki dan daerah jazirah arab tersebut dinilai hingga Rp.130 juta /kg.

Meminum Saffron, kini jadi tren dan gaya hidup sehat terbaru. Demi mendapatkan tubuh yang sehat, para pecinta obat-obatan tradisional yang alami, membuat minuman dari beberapa helai saffron. Apa itu Saffron? Dan manfaat apa yang bisa didapat dari tanaman berharga ratusan juta rupiah per kilogramnya ini?

Kuma-kuma atau saffron adalah nama untuk rempah-rempah dari bunga Crocus sativus (bunga pacar). Bunga kuma-kuma memiliki tiga kepala putik yang terletak di luar bunga. Kepala putik inilah yang sering dikeringkan dan disebut saffron.

Saffron kering sebelumnya hanya dikenal untuk bumbu masakan atau bahan pewarna. Saffron sering diolah untuk menjadi bumbu nasi briyani agar menjadi kuning. Selain itu saffron juga sering digunakan pada kue-kue dan permen.

Saffron dengan ciri khas warna merah terang ini memiliki rasa sedikit pahit dan berbau harum seperti rumput kering yang disebabkan zat kimia bernama picrocrocin dan safranal. Saffron mengandung crocin, salah satu bahan pewarna karotenoid yang membuat makanan menjadi kuning keemasan.

Saffron

Warna kuning terang saffron menjadikannya sebagai rempah-rempah yang paling banyak dicari orang di seluruh dunia. Tak hanya itu, karena manfaatnya, saffron pun banyak digunakan sebagai obat tradisional berbagai macam penyakit.

Seperti dikutip Healthline, ilmu kedokteran modern sudah mengungkap berbagai khasiat saffron, seperti antikarsinogenik atau pencegah kanker, immunomodulasi atau memperbaiki sistem imun, dan antioksidan.

Baca Juga :  Pemeliharaan Jalan, Pemko Pekanbaru Siapkan Rp1,2 M

Saffron

Selain itu, saffron juga mengandung anti tussive alami yang bisa menyembuhkan batuk. Saffron digunakan sebagai anti-tussive dan ekspektoran. Dalam sebuah penelitian, ekstrak saffron secara signifikan mengurangi batuk yang disebabkan oleh asam sitrat. Maka dari itu saffron diklaim ampuh sebagai anti-tussive alami untuk menyembuhkan batuk pada anak dan dewasa.

Tidak hanya itu saja, kandungan safranal dalam saffron bekerja untuk melindungi sel otak dengan cara melawan partikel oxidative-stress dan menghambat neuro-degeneration. Safranal juga dapat meningkatkan daya ingat serta kemampuan belajar pada anak.

Sayangnya saffron yang kaya manfaat ini dijual dengan harga yang sangat mahal. Harga jual putik sari bunga Crocus ini mencapai ratusan juta rupiah per kg. Menurut Foodbeast, harga jualnya berkisar antara US$ 2.000 hingga US$ 10.000 atau sekitar Rp 54 juta – 270 juta per kilogramnya.

Harga jual saffron yang selangit ini disebabkan proses pengolahannya yang memakan waktu dan energi. Seperti dikutip Business Insider, petani harus memperkerjakan banyak orang untuk memanen 1,8 kg saffron per hektarnya. Bayangkan saja, untuk mendapatkan 0,5 kg saffron membutuhkan 170 ribu bunga Crocus sativus. Dan untuk mengambil saffron dari bunga tersebut dilakukan dengan pinset. Bunga penghasil saffron ini hanya berbunga setiap enam minggu sekali dari akhir September hingga awal Desember.

__Terbit pada
03/02/2020
__Kategori
Lifestyle, Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PropellerAds