Saat Orasi Masyarakat Anti Korupsi Tiba-tiba Di Serang Masa Dari Buruh

Jakarta- Ratusan Masa yang tergabung di dalam Aliansi Masyarakat Anti Korupsi Peduli Indonesia kembali menggelar aksi menyikapi kasus korupsi BANK BTN yang menjerat tersangka Satya Wijayanta mendorong keuangan negara hingga Rp50 juta, aksi yang dilakukan Aliansi Masyarakat Anti Korupsi Peduli Indonesia melakukan aksi sebanyak 5 kali hingga kejalan,

Aksi yang berlangsung di depan kantor DPR RI, disisi lain memenangkan buruh juga melakukan aksi di tempat yang sama menentang Ominbus Law di depan kantor DPR RI

Dengan Rahmat Allah yang Maha Kuasa atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya, Semoga kita selalu dalam perlindungan Allah SWT. Kami Aliansi Masyarakat Anti Korupsi Peduli Indonesia sangat miris melihat kasus korupsi BANK NOVASI BTN yang berusaha menjerat salah satu tersangka kuat bernama Satya Wijayantara yang telah meningkatkan keuangan negara dengan dana Rp50 miliar.

Aksi yang semulanya dilakukan dengan aman dan terkendali di kawal aparat keamanan, tiba-tiba datang beberapa hari di kelompok buruh membubarkan masa aksi aliansi masyarkat anti korupsi peduli indonesia karna masa buruh bentrok pun tak terhindarkam dan ribun masa buruh menyerang masa depan aliansi masyarakat anti korupsi peduli indonesia, masa aksi buruh terhindar dari mobil pengeras suara.

Beruntung pihak keamanan sigap memenangkan masa aksi, akhirnya masa yang di pimpim Rifal Maulan dan Rifki Fernanda memilih mundur dari masa kerja buruh menolak Omnibus Lawa

Semua yang ada di bawa aliansi masyarakat yang peduli korupsi Indonesia sama dengan tuntuta yang sebelumnya

“Mendesak komisi VI DPR RI untuk mengundang Bapak Erik Tohir Selaku Menteri BUMN terkait korupsi Satya Wijayantara salah satu pejabat Bank BTN pada Divisi Manajemen Aset (AMD) karena didukung Kuat telah mendukung tersangka kasus korupsi novasi Bank BTN.

“Mendesak Komisi VI DPR RI segera berkoordinasi dengan Menteri BUMN Untuk mencopot SATYA WIJAYANTARA karena telah mendukung negara sebesar 50 miliar.
Mendesak komisi VI DPR RI untuk tidak menunggangi kasus SATYA WIJAYANTARA salah satu Bank BTN pada Divisi Asset Management Division (AMD) sebesar 50 Milyar.

Baca Juga :  Mahfud MD Bicara Langkah Berani KPK Usut Meikarta
__Terbit pada
13/02/2020
__Kategori
News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PropellerAds