Razia Pekat di Bukittinggi, 6 Pasang Remaja Diamankan

Razia Pekat di Bukittinggi, 6 Pasang Remaja Diamankan

Razia Pekat di Bukittinggi, 6 Pasang Remaja Diamankan

AKTAINDONESIA.COM, BUKITTINGGI – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Bukittinggi Syafnir memimpin langsung razia Penyakit Masyarakat (Pekat) bersama Tim SK4 pada Sabtu Malam (20/10). Dalam operasi atau razia yang dilakukan enam (6) pasang remaja berhasil diamankan untuk didata dan diberi pembinaan dikantor Satpol PP Kota Bukittinggi.

Razia dibagi menjadi 2 Tim bergerak menyisir tempat tempat hiburan,tempat Karoke, hotel melati, dan penginapan yang diduga dijadikan tempat untuk melakukan perbuatan terlarang,termasuk lokasi ajang balap liar.

Dari razia yang dilakukan itu, berhasil diamankan 6 pasangan ilegal yang diduga melakukan pelanggaran. Tiga pasang diantaranya diamankan pada kamar hotel yang berbeda,dari 3 pasang itu, 2 pasang merupakan remaja yang datang dari luar kota Bukit tinggi, dan satu pasang lagi merupakan pasangan Nikah Siri yang tidak memiliki bukti Nikah Siri yang diamankan disalah satu penginapan di kawasan Belakang Balok .

Kemudian, dua pasang diamankan disalah satu tempat karaoke di Kawasan By Pass, Aua Kuning, dan satu pasang remaja berhasil diamankan tim SK4 karena kedapatan nong krong sembari membuat api unggun dipinggir jalan By Pass Gulai Bancah lewat larut malam.

Setelah Razia keliling kota Bukittinggi,Tim SK4 dan Satpol PP membawa 6 pa sang yang terjaring Razia itu ke Kantor Satpol PP di Belakang Balok untuk didata dan dibina.”tim berhasil mengamankan enam pasangan yang diduga melakukan pelanggar an. Mereka yang diamankan ini kemudian kita bawa ke Kantor Satpol PP untuk didata dan dilakukan pembinaan,” kata Syafnir usai kegiatan razia kepada wartawan.

Baca Juga :  Jembatan Amblas, Akses Padang - Bukittinggi Putus Total

Dikatakan,razia pekat yang dilaksanakan bertujuan untuk menciptakan Bukittinggi sebagai kota wisata yang bebas dan terhindar dari perbuatan maksiat. Selain itu, ba gaimana pelaku wisata seperti tempat hiburan dan pengelola hotel dapat mematuhi ke tentuan dan peraturan yang ada.

Dimana hotel hotel dan penginapan dilarang menerima tamu untuk pasangan yang ilegal atau pasangan yang tidak sah.ujar Syafnir.Bagi tempat Hiburan dan Karoke ,juga dilarang untuk melakukan kegiatan lewat dari jam 00. 00 malam. Dalam tempat karoke itu sendiri,pengunjung juga dilarang berdua-duaan atau berpasang-pasangan didalam guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti perbuatan yang berbau maksiat.sambungnya.

Menurut Syafnir,bagi mereka yang terjaring diproses oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) untuk membuktikan terjadinya suatu pelanggaran. Apabila ditemu kan dan terbukti pelanggaran oleh penyidik, mereka akan dikenakan sanksi sesuai dengan Perda Nomor 3 tahun 2015 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum),ungkap Syafnir menambahkan, sanksi tidak hanya diberikan kepada mereka yang terjaring,namun juga penyedia tempat hiburan atau karaoke, juga akan dipanggil dan dikenakan sanksi sesuai Perda, seperti saksi adiministratif yaitu teguran pertama, kedua dan ketiga.

Dan apabila,pengelola tempat hiburan,Karoeke ataupun Hotel terus berlanjut melakukan pelanggaran maka penyedia tempat hiburan itu akan dikenakan sanksi Perda berupa denda Rp 500 Ribu, bahkan pelanggarannya bisa diajukan ketindak pida na ringan (tipiring) dan bermuara pada pencabutan izin operasional dari kegiatan pengelola tempat hiburan yang bersangkutan.kata Stafnir.

Disamping itu,Syafnir juga sangat menyayangkan masih ditemukannya kalang an remaja yang berduaan dikamar hotel, tempat hiburan dan keluyuran lewat tengah malam. Padahal sosialisasi untuk mengantisipasi terjadinya hal ini sudah sering dilaku kan,bahkan juga memberitahu secara langsung kepada pihak pengelola hotelpenginap an, dan tempat hiburan. Namun demikian, dari razia yang dilakukan masih ditemui para pelaku pelanggar aturan yang telah ditetapkan di Kota Bukittinggi,Untuk itu,Razia pekat ini rutin di laksanakan secara berkala.
Secara umum tim SK4 dan personil Satpol PP juga tetap memantau kegiatan Pekat ini tiap malam, yang akan mengawasi setiap bentuk pelanggaran pada malam hari. Hal ini dilakukan agar Bukittinggi bebas dari penyakit masyarakat dan perbuatan maksiat lainnya,tambah Syafnir.

Baca Juga :  Suami Bunuh Istri Karena Susah di Atur

 

dekadepos.com

Admin

aktaindonesia.com adalah portal media online yang melayani informasi dan berita dengan mengutamakan kecepatan serta kedalaman informasi. Portal berita ini selama 24 jam dalam sepekan selalu update. Selengkapnya

leave a comment

Create Account



Log In Your Account