Pria Bertopi Bisbol dibalik Serangan ke Garda Iran

Pria Bertopi Bisbol dibalik Serangan ke Garda Iran

Pria Bertopi Bisbol dibalik Serangan ke Garda Iran

 

AKTAINDONESIA.COM, Ahvaz, Iran – Ribuan warga Iran memadati jalan-jalan di Kota Ahvaz, Iran barat daya, Senin (24/9). Mereka melakukan aksi solidaritas bagi para korban serangan parade militer yang menewaskan 25 orang, termasuk 12 anggota Garda Revolusi.

Serangan yang terjadi pada Sabtu itu merupakan salah satu serangan terburuk terhadap kekuatan militer Iran. Serangan terjadi saat Amerika Serikat (AS) dan sekutu Teluknya berupaya untuk mengisolasi Teheran.

Iran menetapkan hari ini sebagai hari berkabung nasional. Kantor pemerintahan, bank, sekolah, dan universitas di Provinsi Khuzestan ditutup. Empat penyerang menembaki stan pengamat di Ahvaz, tempat para pejabat Iran berkumpul untuk menyaksikan acara tahunan dalam memperingati perang Iran dengan Irak pada 1980-1988.

ISIS mengunggah video tiga pria di sebuah kendaraan yang disebut akan melakukan serangan itu. Seorang pria yang mengenakan topi bisbol dengan logo Garda Revolusi membahas rencana serangan dalam video itu. “Kami Muslim, mereka kafir (tidak beriman). Kami akan menghancurkan mereka dengan serangan gaya gerilya yang kuat,” kata pria itu.

Ahvaz National Resistance, gerakan oposisi etnis Arab Iran yang menginginkan sebuah negara terpisah di Provinsi Khuzestan, juga mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Baca juga, Parade Diserang, 12 Tentara Garda Revolusi Iran Tewas.

Komandan senior Korps Pengawal Revolusioner Islam (IRGC) mengatakan, serangan Ahvaz dilakukan oleh militan yang dilatih oleh negara-negara Teluk dan Israel, dan didukung oleh AS. Ia menyatakan, tidak mungkin bagi IRGC untuk menyerang musuh-musuh ini secara langsung.

Baca Juga :  Yordania Minta Israel Kembalikan Tanah yang Disewa

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan, pemakaman para korban akan dilakukan serentak pada hari berkabung ini. “Turut berbelasungkawa atas kejadian ini,” ujar Presiden Rouhani dalam sebuah pernyatan, seperti dikutip laman Anadolu Agency, Senin (25/9).

Menurut Rouhani, Iran siap menghadapi Amerika Serikat (AS) dan sekutunya, negara Teluk Arab yang dia duga sebagai dalang di balik serangan ini.

Rouhani menuduh negara-negara Teluk Arab yang didukung AS telah memberikan dukungan keuangan dan militer untuk kelompok etnis Arab antipemerintah di Iran.

“Amerika bertindak seperti penindas dunia, itu sangat kasar,” ujar Rouhani seusai menghadiri Sidang Umum PBB pada Ahad (23/9), seperti dikutip laman Reuters.

Serangan terburuk

Penembakan tersebut merupakan serangan terburuk atas pasukan elite Iran. Televisi negara mengatakan, serangan yang juga melukai lebih 30 orang itu menyasar panggung tempat pejabat Iran berkumpul. Para pejabat tersebut duduk untuk menyaksikan parade tahunan menandai dimulainya perang Iran dengan Irak pada 1980-1988.

Video yang didistribusikan ke media Iran menunjukkan para prajurit merangkak di tanah, sementara rentetan tembakan ke arah mereka. Satu prajurit mengambil senjata dan berdiri, sedangkan wanita dan anak-anak berlarian menyelamatkan diri.

Serangan tersebut merupakan pukulan bagi keamanan Iran sebagai penghasil minyak dan anggota OPEC. Iran relatif stabil jika dibandingkan dengan negara Arab tetangganya, yang menghadapi pergolakan sejak 2011 di kawasan itu.

Satu video di laman televisi negara menunjukkan, para tentara yang kebingungan di tempat kejadian. Berdiri dari tempat duduknya, satu orang bertanya, “Mereka dari mana?” Seorang lain menjawab, “Dari belakang kita.”

Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan di Kota Ahvaz. Kantor berita ISNA melaporkan, empat militan melancarkan serangan tersebut dan dua di antaranya dilumupuhkan.

Baca Juga :  Mantan Presiden AS George HW Bush Meninggal Dunia

“Penembakan dilakukan oleh beberapa pria bersenjata dari belakang panggung selama parade. Ada beberapa orang terbunuh dan luka-luka,” kata seorang koresponden kepada televisi negara.

Iran menyelenggarakan parade-parade yang sama di beberapa kota, termasuk di Ibu Kota Teheran dan Pelabuhan Bandar Abbas di Teluk. Kantor berita semi resmi Mehr mengatakan lebih jauh, penembakan pecah ketika beberapa penyerang yang berusaha kabur dikejar.

republika.co.id

Admin

aktaindonesia.com adalah portal media online yang melayani informasi dan berita dengan mengutamakan kecepatan serta kedalaman informasi. Portal berita ini selama 24 jam dalam sepekan selalu update. Selengkapnya

leave a comment

Create Account



Log In Your Account