Nasional

Presiden Riau Merdeka Prof. Tabrani Terbaring Tak Berdaya

 

AKTAINDONESIA.COM, PEKANBARU – Lama tak terdengar kabar Presiden Riau Merdeka Prof. DR. Tabrani Rab kini terbaring tak berdaya di tempat tidur khusus, beliau hanya bisa makan dan minum melalui infus cairan melewati hidung

Sebagaimana kita ketahui Tabrani Rab merupakan dokter ahli paru-paru kenamaan di Riau, Bahkan nama Tabrani juga dibubuhkan sebagai nama Rumah Sakit (RS) yang berada di bilangan Sudirman Pekanbaru begitu juga dengan nama besar keluarga abdurrab yang juga mempunyai perguruan tinggi. Beliau dikenal juga sebagai seorang darmawan dan mempunyai jiwa sosial tinggi.

Tabrani lah yang menggagas berdirinya dua Fakultas Kedokteran di Riau. Satu Fafultas Kedokteran Universitas Riau dan satunya lagi Fakultas Kedokteran Universitas Abdurrab.

Beliau pernah mengajak masyarakat Riau untuk mendirikan Riau merdeka di tanah melayu lancang kuning itu. keinginan untuk memisahkan diri dari Republik Indonesia itu tidak berakhir begitu saja, Tabrani juga menorehkan konsep Riau merdeka melalui buku yang diberi judul; Menuju Riau yang Berdaulat, setebal 266 halaman.

Dia juga membuat pernyataan di berbagai tempat dalam seminar, diskusi, dialog dan sebagainya, jika Riau Merdeka, maka negeri ini akan terbebas dari kebodohan dan kemiskinan. Negeri ini juga akan lebih kaya dan makmur ketimbang Brunai Darussalam. Sebagai puncaknya, Tabrani Rab didampingi sejumlah aktivis mahasiswa dan beberapa tokoh masyarakat yang sejalan dengannya, membacakan deklarasi Riau Merdeka.

Berikut petikan deklarasi itu: “Sudah lebih setengah abad kami menggantungkan hidup pada republik ini. Selama itu pula minyak kami dijarah. Tak setitik pun menetes di tanah kami. Sungai dan tanah kami tak lagi memberi hidup karena polusi. Sudah lebih seperempat abad tanah kami dijarah sebagai konspirasi pusat dan konglomerat. Maka hari ini, kami putuskan untuk mementukan nasib kami sendiri. Kami telah mulai menukilkan sejarah kami dalam lembaran yang baru akan hak-hak kami, indentitas dan tradisi kami dengan jalan damai. We are beginning to think, we are writing the new chapter of history, to demmand our right, take on our duties, and defend our identity and our tradition, with peace.” (Pekanbau 15 Maret 1999).

Baca Juga :  Pria Magelang Nikahi Bule Cantik dari Manchester

Deklarasi Riau Merdeka ini sempat membuat Pemerintah Pusat bergetar. Bahkan beberapa tokoh Riau, termasuk Tabrani, bolak balik diperiksa aparat, karena dinilai makar dan melawan pemerintah yang sah. Tapi akhirnya, getaran itu, hanya mengguncang sekejap saja. Sebab, hari hari berikutnya, beberapa orang “melacurkan” diri dan menghadap Presiden RI dengan mengatakan bahwa Tabrani Rab sudah gila. Tabrani hanya mencari sensasi dan uang. Tutup saja mulutnya dengan uang, maka selesailah persoalan Riau Merdeka itu. Astaghfirullah!

Tabrani memang tokoh kontroversial. Tapi dia tidak serendah dugaan orang. Dia tak hanya seorang dokter ahli paru paru. Dia tak hanya sekadar menggagas Riau Merdeka. Dia juga seorang budayawan, penulis ilmiah, peneliti, guru besar, penyair, pekerja sosial dan pecinta yang romantis. Kepeduliannya kepada negerinya, bangsanya, masyarakat Riau dan dunia pendidikan, di atas segala galanya.

Dan, hari ini Tabrani Rab genap 77 tahun. Tapi hari harinya dihabiskan dengan balutan penyakit yang dideritanya. Dia tak lagi garang. Tak lagi menulis, tak lagi bolak balik ke kampus, rumah sakit, mengunjungi teman-temannya di kantor media atau ikut seminar internasional di mancanegara. Tubuhnya layuh dan kaku. Mata dan hatinya tak lagi mengenal para Sakai yang mengunjunginya.

Semoga lekas sembuh ayahandan Tabrani Rab.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *