Polda Metro Jaya Berharap Ada Peran Aktif Mahasiswa dalam Menjaga Stabilitas Keamanan

Aktaindonesia, – Jakarta, “Perkembangan situasi keamanan terkini pasca kerusuhan pasti berdampak negatif terhadap perekonomian di Indonesia, terutama di Jakarta,” kata Direktur Bina Masyarakat (Binmas) Polda Metro Jaya, Kombes Umar Dani, saat menjadi pemateri dalam acara Diskusi Publik dengan tema ‘Instabilitas Negara, Dampaknya Terhadap Perekonomian’ yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Nasional Lembaga Ekonomi Mahasiswa Islam Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (Bakornas LEMI PB HMI) di hotel Alia, Cikini, Jakarta Pusat, Jum’at (18/10).

Menurut Umar, menyampaikan aspirasi merupakan hak konstitusional, tapi jangan juga melakukan tindakan anarkis. “Padahal tujuannya baik, tapi tercoreng karena oknum yang tetap melakukan aksi disaat sudah melebihi waktunya. Harapannya kedepan, silahkan sampaikan aspirasi, rambu-rambu dalam Undang-Undang harus wajib dipatuhi,” tambahnya.

Namun, menurut Umar, tidak ada aspirasi, tapi tindakan kerusuhan. “Pihak kepolisian mencoba menghalau yang menganggu keamanan, bukan melakukan tindakan represif,” ujarnya.

Kalau ini terjadi terus, lanjut Umar, masyarakat akan takut melakukan aktivitas diluar rumah dan sektor perekonomian pasti terganggu. “Saat ini polri lebih mengedepankan kegiatan persuasif, bukan kegiatan penegakan hukum,” tegasnya.

Sementara itu, sebagai leading sector dalam urusan keamanan negara, kata Umar, kepolisian melakukan dua hal. “Pertama, pencegahan, lalu yang kedua adalah penindakan hukum,” ujarnya.

Dalam hal pencegahan, tukas Umar, kepolisian telah melakukan nota kesepahaman dengan berbagai Kementerian dan Lembaga terkait. “Jangan sampai timbul krisis, oleh karena itu dalam nota kesepahaman tersebut, termasuk teknis operasional sudah massif dilakukan polisi,” lanjutnya.

Sementara, untuk penegakan hukum, Umar mengatakan kepolisian bertindak tegas terhadap perdagangan yang berdampak negatif terhadap negara. “Contoh kasusnya adalah Polda Metro Jaya berhasil membongkar kasus kosmetik ilegal dari Cina yang telah berjalan selama 7 tahun dengan omset sekali masuk ke Indonesia sebesar 8 milyar. Lalu, praktek obat-obatan, temasuk narkoba juga telah berhasil kita ringkus,” katanya.

Baca Juga :  Tak Masuk Kabinet! Ini Kata Yusril..

Kedepan, Umar berharap agar harus ada keterbukaan dari masyarakat. “Ini penting. Karena merupakan langkah efektif dan efisien dari polri demi menjaga stabilitas negara di bidang ekonomi. Harapannya, harus ada peran aktif mahasiswa untuk membantu kepolisian dalam proses pencegahan maupun penindakan hukum. Kami siap bekerjasama dengan mahasiswa untuk mensosialisasikan program kepolisian agar tercipta stabilitas keamanan di negara ini serta berdampak kepada perekonomian masyarakat,” tutup Umar dihadapan peserta diskusi dari berbagai kampus di Jabodetabek, seperti Universitas Jayabaya, Universitas Ibnu Caldun, Universitas Islam Jakarta, Universitas Bung Karno, Universitas Azzahra dan lain-lain.

__Terbit pada
18/10/2019
__Kategori
Kampus, News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PropellerAds