Pimpinan Jemaah Islamiyah Ditangkap

AKTAINDONESIA.COM, JAKARTA – Seorang pria yang diyakini sebagai pimpinan jaringan Jemaah Islamiyah yang terkait dengan Al-Qaeda ditangkap polisi, pemimpin JI ini telah menghindari penangkapan sejak tahun 2003, kata pihak berwenang, Senin (1/7).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas POLRI Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan Para Wijayanto bersama istrinya ditangkap hari Sabtu oleh polisi anti teror di sebuah hotel di kota Bekasi.

Prasetyo mengatakan Wijayanto diduga terlibat dalam pembuatan bom yang digunakan dalam serangkaian serangan, termasuk pemboman Bali tahun 2002 yang menewaskan 202 orang dan serangan tahun 2004 terhadap Kedutaan Besar Australia di Jakarta yang menewaskan sembilan orang.

Dia mengatakan Wijayanto, seorang insinyur teknik sipil yang menerima pelatihan militer di sebuah kamp jihad di Filipina selatan pada tahun 2000, juga terlibat dalam konflik sektarian di Poso, yang dikenal sebagai sarang militan Islamis di pulau Sulawesi.

Sejak 2013, Wijayanto juga telah merekrut dan melatih anggota sayap militer Jemaah Islamiyah, mengirim sebagian ke Suriah untuk bertarung bersama kelompok-kelompok ekstremis di sana, ujar Brigjen Prasetyo.

Seorang militan yang menjalani hukuman dan sekarang bekerja sama dengan petugas kontraterorisme, Sofyan Tsauri, mengatakan Wijayanto menjadi pemimpin Jemaah Islamiyah pada 2007, menggantikan seorang militan lain, Zarkasih, yang ditangkap dan dijatuhi hukuman 15 tahun penjara.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

VOA Indonesia.com

Baca Juga :  Upacara HUT Siak Ke 19 di Kecamatan Minas
__Terbit pada
01/07/2019
__Kategori
Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PropellerAds