Petaka Di Bukit Bual Batubara Hilang Dari Peredaran

AKTAINDONESIA.COM – Mineral, Yang Hidup sampai saat ini masih bisa dinikmati pagi itu siang , sore malam, tiada henti kontainer roda dua
puluh satu menghampiri setiap rumah di tepi jalan Bukit Bual Sijunjung Sumatra Barat , 1998 hingga dua ribuan
..Masih bikin ekonomi kampung kecil ini yang sebelumnya cantik namun sang mutiara hitam berbuat dan mengisi
perut para sopir ,,para ibu rumah tangga setidak nya ribuan kontainer berbagai truk masuki wilayah ini.Saat di.lirik
lebih dalam lagi, ternyata Bukit Bual kampung kecil ini sudah menikmati banyak manfaat dari Mutiara hitam ini
..Ekonomi sulit pun bisa menjadi sumber pencarian 500 kepala keluarga di sepanjang Bukit yang tiap hari berkabut
dan sesak akibat roda dua puluh satu menghisap setiap paru paru lingkungan mereka?namun apa dikata Mutiara
Hitam itu adalah Batu bara yang sudah ada jutaan tahun yang lalu hingga menikmati hasilnya .namun sayang
pemerataan ekonomi hanya untuk mereka yang punya proyek namun miris bukit bual kampung yang dulunya adem
rela berkabut agar perut terisi buat anak dan keluarga hanya mendapatkan puing puing sisa sisa yang jatuh di jalan
..mereka pilih buat dijual ke penadah..namun sayang mereka hanya menjadi tamu di kampung sendiri..!! .Yang
menikmati hanyalah mereka yang punya proyek tambang dan kontraktor kontraktor luar yang haus akan
Rupiah..sehingga dimasanya lahir banyak milyuner muda…dan para cukong boss kontainer yang hidup bermewahan
dan bergelimang pundi pundi rupiah..Dua puluh lima tahun yang lalu itu lah kisah BUKIT BUAL.penyimpan mutiara
hitam batubara yang jaya dizamannya.Badan usaha milik negara adalah Referensi dasar dari Pasal 33 ayat 1 yang
berbunyi Bumi Air apapun yang tersimpan adalah milik negara dan dipergunakan sebesar besarnya untuk keperluan
rakyat.Pasal ini bertahun tahun mati dan hampir tidak dirasakan orang ekonomi lemah akibat kurang nya pemahaman
dan wawasan kenegaraan itu sendiri , puji syukur atas Rahmat Tuhan yang maha kuasa setelah Presiden Jokowi
apapun yang hendak di kritisi dan kebebasan berpendapat untuk rakyat ternyata Orang no satu bangsa ini tidak main
main..memikir setiap saat rakyat kecil rakyat jauh dan terisolir sekalipun dimanapun mereka berada sampai ke BUKIT
BUAl yang jauuuh dari kota kabupaten sijunjung Sumatra Barat tidak tanggung tanggung bapak Presiden yang simple
dan sederhana ini meratakan pembangunan aspal jalan ekonomi kerakyatan dan mereka menikmati hasil nya dengan
pendidikan hingga bisa melahirkan manusia manusia yang trampil dan berfikir ekonomis meskipun Mineral dan
batubara yang dulunya mereka elu elukan namun ,  Leader of Indonesia Mr Jokowi berikan cinta dan kasih kepada
mereka serta mereka berkata ambo baru zaman ko maraso jadi urang indonesia.Baru ini kami rasakan jadi warga
Indonesia lewat kenyataan berpuluh tahun berganti pemimpin bangsa ini baru ini mereka rasakan cinta dan sayang
seorang pemimpin bangsa .Mereka orang kecil tidak bisa di berkata kata intelektual seperti kita yang S1,S2 namun
naluri kejujuran dari hati mereka adalah murni tanpa rekayasa dan sandiwara , senjata mereka hanya lah keluguan
namun bersih dari kerakusan.Hari ini masyarakat Bukit bual penghasil batu bara ombolin sawahlunto Bukit asam
Sumatra barat yang jaya dizamannya ..membuktikan ternyata Mineral dan batubara harta kekayaan  bumi Indonesia
tidak akan dinikmati ..rakyat indonesia, jika manusianya di BUMN bangsa ini sejalan serasi dengan kejujuran atasan
pastilah kemakmuran dan pemerataan didapatkan.

Baca Juga :  Sukses Ekonomi Syari'ah, Bisakah?
Reza Sahdan (Seprizal) Jurnalis aktaindonesia.com

From Reza sahdan.News reporter of akta Indonesia.com

 

__Terbit pada
15/07/2020
__Kategori
Kolom

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PropellerAds