Edutech

Peneliti Kembangkan Pengisian Cas Melalui Wifi

AKTAINDONESIA.COM, MADRID – TIM peneliti dari MIT dan Universitas Madrid telah mengembangkan sistem fleksibel yang dapat mengubah gelombang elektromagnetik menjadi energi listrik dan ini adalah struktur yang dapat diintegrasikan ke dalam berbagai objek. misalnya melalui WiFi.

Loading...

Proyek ini tidak bermaksud untuk merevolusi dunia energi, karena sinyal sekarang hadir di semua kota berkat menara radio, WiFi dan Bluetooth. Yang memungkinkan Anda untuk mendapatkan, rata-rata, sekitar 40 Microwatts, tetapi besaran ini sebenarnya sudah cukup untuk memberikan daya dan mengaktifkan perangkat mikroskopis atau untuk menyalakan LED flash, Senin (11/2/2019).

Seperti dikutip dari Gizchina, tim peneliti MIT telah membuat antena tersebut menggunakan bahan Molibdenum Sulfida sebagai bahan utamanya, dan didukung oleh semikonduktor yang sangat tipis yang dapat digunakan untuk membuat atom dengan dukungan beberapa bahan lembaran.

Perangkat prototipe pertama yang dibuat, hanya menunjukkan 30% dari energy yang dapat dikonversi, dan menghasilkan daya yang masih rendah.

Akan tetapi masih mampu memasok daya untuk sensor.

Ide ini adalah untuk mengembangkan antena WiFi agar dapat memberi daya pada perangkat yang lebih kompleks, dan perangkat konsumen seperti smartphone.

Agar di masa depan smartphone akan diciptakan tanpa memiliki baterai di dalamnya, atau tetap memiliki baterai namun unkurannya sangat kecil.

dikutip dari tabloidpulsa, Mungkin tidak semua orang tahu bahwa sinyal radio yang ditransmisikan oleh WiFi dan protokol Bluetooth tidak lain hanyalah gelombang elektromagnetik yang dimodulasi sesuai dengan frekuensi protokol. Ini berarti bahwa sinyal ini sendiri membawa energi.

Editor: Badauini AP
Sumber: tabloidpulsa/alagrph

Loading...
Baca Juga :  5 Aplikasi Android yang Sebaiknya Anda Hapus Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *