News  

Pemuda Milenial Tidak Percaya Dengan Kejari Pekanbaru

AKTAINDONESIA.COM, PEKANBARU — Pemuda Millenial Pekanbaru meragukan keseriusan Kejaksaan Negeri Pekanbaru Provinsi Riau dalam menangani kasus korupsi. Hal ini tak lepas banyaknya laporan masyarakat yang belum ditindak lanjuti oleh Kejari Pekanbaru. Salah satu laporan yang belum ditangani dan ditindak lanjuti adalah laporan Mega korupsi di Sekwan DPRD kota Pekanbaru.

Menurut Teva Iris Kejari Pekanbaru seakan akan enggan menangani laporan korupsi yang dibuat oleh Pemuda Millenial Pekanbaru. Hingga saat ini laporan tersebut seakan akan mandek diKejaksaan.Pihak Kejari seperti lempar bola saja terhadap instansi mana yang berhak menangani dugaan korupsi tersebut.

“Sudah lebih dari 6 bulan laporan Mega korupsi di Sekwan DPRD Pekanbaru disampaikan pada pihak Kejaksaan. Namun hingga kini laporan tersebut seperti jalan ditempat.Belum ada perkembangan yang signifikan soal laporan tersebut”ujar iris.

“Bahkan pihak Kejari seperti melempar bola panas tersebut pada Inspektorat untuk menangani dugaan korupsi tersebut. Tentu bukan tupoksi dari Inspektorat untuk melakukan penindakan korupsi. Sebab Inspektorat hanya berwenang untuk mengawasi dan memeriksa saja. Soal penindakan hukum itu adalah wewenang dari Alat Penegak Hukum(APH) salah satunya Kejaksaan.

“Sungguh ironi rasanya, saat Kejagung memerintahkan bawahannya untuk bisa mengungkap kasus korupsi di daerah, tapi pihak Kejari Pekanbaru malah mengabaikan laporan dugaan korupsi. Kalau langkah yang diambil pihak Kejari Pekanbaru seperti ini terus maka target untuk bisa mengungkap kasus korupsi yang diembankan oleh Kejagung tidak akan tercapai. Bahkan kita lihat Kejari Pekanbaru seperti enggan untuk mengungkap kasus korupsi”.

“Apa yang terjadi di Kejari Pekanbaru telah membuat Pemuda Millenial Pekanbaru dan masyarakat sangat kecewa. Harusnya Kejaksaan adalah ujung tombak dari pemberantasan Korupsi. Saat ini Kejari Pekanbaru terkesan tutup mata dan pembiaran terhadap laporan korupsi. Jika memang ada kekurangan soal laporan tersebut tentu masyarakat berhak tahu”.

Baca Juga :  LAMR Kepulauan Meranti Tolak Pelaksanaan Mubeslub LAMR

“Sudah seharusnya Kejari Pekanbaru mengapresiasi masyarakat yang mau bersama sama memberantas korupsi dengan memberikan laporan.Kalau seperti ini tindakan dan respon dari pihak Kejari maka masyarakat akan enggan untuk menyampaikan jika terjadi kasus korupsi.Ini karena masyarakat merasa tidak ada gunanya juga melaporkan”.

“Kepada pihak Kejati dan Kejagung Pemuda Millenial meminta untuk melakukan evaluasi pada kinerja Kejari Pekanbaru.Sebab menurut Pemuda Millenial pihak Kejari terkesan mengabaikan perintah dan arahan Kejagung agar bisa fokus dalam menangani setiap permasalahan korupsi”tutup Teva Iris.