Pemimpin Oposisi Kamboja Ditahan di Malaysia

AKTAINDONESIA.COM, KUALA LUMPUR – Setelah Malaysia menangkap orang nomor dua sebuah partai oposisi Kamboja, Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohamad mengeluarkan pernyataan bahwa Malaysia tidak ingin dimanfaatkan sebagai basis oleh aktivis politik negara-negara di wilayah Asia. Partai oposisi tersebut saat ini sudah dinyatakan sebagai organisasi terlarang, sewaktu ia berusaha pulang ke tanah airnya untuk menantang pemimpin otoriter negara itu.

Pendirian Mahathir ini senada dengan PM Thailand, yang pekan ini juga melarang para pejabat oposisi Kamboja transit di negara itu. Sebagaimana diberitakan banyak media, para pejabat oposisi Kamboja ingin kepulangan mereka memicu gerakan rakyat untuk mendongkel PM Hun Sen yang sudah lama berkuasa.

Para pejabat Kamboja telah berulangkali memperingatkan bahwa jika para pemimpin oposisi itu pulang, mereka akan segera ditangkap. Kebanyakan dari para pemimpin oposisi itu sudah dinyatakan bersalah oleh pengadilan atau menghadapi dakwan, termasuk memicu pemberontakan bersenjata.

Mu Sochua, wakil ketua Partai Penyelamatan Nasional Kamboja ditahan petugas imigrasi di Kuala Lumpur Rabu malam setelah terbang dari Jakarta, kata Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah.

Baca Juga :  Menginjak-injak Hak Palestina Bukan Solusi Damai
__Terbit pada
08/11/2019
__Kategori
Internasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PropellerAds