Patung Merlion Singapura Terancam Dirobohkan

AKTAINDONESIA.COM, SINGAPURA – Patung Merlion terancam dirobohkan, Hal ini menyusul akan dibangunannya jalan raya yang menghubungkan Sentosa bagian selatan dan utara.

Mengutip Business Insider, Sabtu (21/9/2019), dalam siaran persnya, One Faber Group menyebutkan tanggal 20 Oktober merupakan hari terakhir patung singa atau Merlion beroperasi. Nantinya di lokasi tersebut akan dibangun jalan raya yang menghubungkan Sentosa bagian selatan dan utara. Proyek yang bernama Sensoryscape ini bernilai US$ 90 juta.

Sentosa Sensoryscape merupakan bagian dari rencana pembangunan kembali tempat wisata bagian selatan di Singapura.

Sentosa Development Corporation dalam sebuah surat elektronik kepada Business Insider menyebutkan konstruksi awal akan dilaksanakan pada kuartal IV tahun ini.

Untuk menghibur warga Singapura, manajemen One Faber Group menawarkan tiket setengah harga untuk warga sejak 21 September 2019 hingga penutupan 20 Oktober 2019.

Memang patung singa ini sangat ikonik untuk Singapura dan wisatawan baik dalam dan luar negeri. Untuk pemesanan tiket bisa melihat laman resmi One Faber.

Sedangkan untuk warga Singapura yang berusia lanjut, bisa mendapatkan tiket masuk secara gratis dengan membuat surat keterangan NRIC sebagai bukti.

Nantinya, Sentosa Merlion akan membuat pertunjukan edisi khusus yakni Sentosa Merlion Magic Light setiap malam yakni pukul 19.45, 20.20, 20.55 dan 21.30 waktu setempat. Selain itu juga akan ada permainan interaktif, spot foto instagrammable.

Meski disebut akan berhenti beroperasi pada Oktober mendatang, belum diketahui apakah patung ‘singa’ khas Singapura ini bakal dirobohkan atau tidak. Sentosa Devlopment Corporation belum mengonfirmasi mengenai hal tersebut.

Patung Merlion dibuat oleh Seniman Australia bernama James Martin. Martin membuat patung tersebut pada 1996 dengan 320 sisik pada ekor. Biaya yang dibutuhkan untuk membangun patung ini sebesar US$ 8 juta.

Baca Juga :  Studio Animasi Terbakar, Puluhan Orang Tewas

 

Dtc

__Posted on
21/09/2019
__Categories
Internasional

Author: Akta Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PropellerAds