Pasien Carona Dapat Terinfeksi Ulang Meski Telah Dinyatakan Sembuh

AKTAINDONESIA.COM, JAKARTA – Sebuah informasi agak mengkhawatirkan dalam dunia kesehatan, seorang yang dinyatakan sembuh setelah terinfeksi virus Corona, akan bisa dinyatakan kembali positif terinfeksi.

Sebagaimana di lansir oleh thehill.com, Jepang melaporkan kasus pertama seseorang terinfeksi ulang dengan coronavirus setelah menunjukkan tanda-tanda bahwa mereka telah pulih sepenuhnya, menurut Reuters.

Pemerintah prefektur Osaka mengonfirmasi Rabu, seorang wanita yang bekerja sebagai pemandu bus wisata dinyatakan positif terkena virus corona untuk kedua kalinya setelah menderita sakit tenggorokan dan nyeri dada. Wanita itu, yang dikatakan berusia 40-an, pertama kali dites positif pada akhir Januari dan dikeluarkan dari rumah sakit pada 1 Februari setelah menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Laporan Reuters Menteri Kesehatan Katsunobu Kato mengatakan pemerintah perlu memantau kondisi orang lain yang terinfeksi dan kemudian diberhentikan ketika para ahli kesehatan menyelidiki tes positif untuk COVID-19 setelah pemulihan awal.

Masih banyak yang belum diketahui tentang virus ini, kasus-kasus infeksi ulang membuat para ahli kesehatan khawatir bahwa penyakit itu dapat tetap tidak aktif setelah pemulihan yang nyata.

“Setelah Anda terinfeksi, infeksi ini dapat tetap tidak aktif dengan gejala minimal,” Philip Tierno Jr, profesor mikrobiologi dan patologi di New York University, mengatakan kepada Reuters.

“Dan kemudian kamu bisa mendapatkan eksaserbasi jika menemukan jalannya ke paru-paru,” katanya.

Ada sejumlah kasus infeksi ulang di Cina, khususnya di provinsi Wuhan di mana wabah koronavirus berasal pada akhir Desember.

Ada lebih dari 200 kasus yang dikonfirmasi dari penyakit seperti flu di Jepang, tidak termasuk 639 kasus dari kapal pesiar Diamond Princess di bawah karantina di Yokohama.

Sekolah-sekolah di negara itu diminta untuk menutup dari 2 Maret sampai liburan musim semi mendatang dalam upaya untuk menahan virus, Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan Kamis.

Baca Juga :  Penyanyi Glenn Fredly Wafat

Wabah ini telah menyebar dengan cepat, menginfeksi sekitar 80.000 orang di seluruh dunia dan menewaskan hampir 2.800 orang, yang sebagian besar terjadi di Cina daratan.

__Terbit pada
15/03/2020
__Kategori
News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PropellerAds