Pasangan Meksiko Diduga Mutilasi 10 Perempuan

Pasangan Meksiko Diduga Mutilasi 10 Perempuan

Pasangan Meksiko Diduga Mutilasi 10 Perempuan

 

AKTAINDONESIA.COM, MEXICO CITY – Seperti dilansir AFP, Senin (8/10/2018), pria dan wanita yang tidak disebut identitasnya ditahan otoritas Meksiko pada Kamis (4/10) lalu. Keduanya ditahan di area Ecatepec, kawasan pinggiran Mexico City yang rawan kriminal karena dicurigai telah membunuh 10 orang yang semuanya perempuan.

Pernyataan yang dirilis Kejaksaan Meksiko menyebut bahwa sejumlah jenazah manusia lainnya ditemukan setelah dilakukan penggeledahan terhadap dua gedung setempat.

Jenazah-jenazah manusia itu disembunyikan di dalam beberapa ember yang diisi semen dan dibungkus plastik, lalu disimpan di dalam lemari pendingin.

Seorang hakim setempat telah memerintahkan pasangan itu untuk tetap ditahan selama penyelidikan berlangsung. Para pakar forensik akan dilibatkan untuk melakukan identifikasi terhadap jenazah para korban.

Tidak diketahui lebih lanjut bagaimana tindak pidana ini terjadi. Motif tindak pembunuhan ini juga belum diketahui secara jelas.

Kasus ini memicu kemarahan publik setempat. Ratusan orang menggelar aksi di jalanan Ecatepec pada Minggu (7/10) waktu setempat. Sambil membawa lilin dan bunga warna putih, mereka menuntut keadilan ditegakkan dan diakhirinya praktik pembunuhan terhadap perempuan yang marak di wilayah tersebut. “Tidak ada lagi! Sudah cukup!” demikian bunyi salah satu poster yang dibawa para demonstran.

Selama bertahun-tahun, tindak kekerasan terhadap kaum perempuan di Meksiko marak terjadi. Laporan menyebut lebih dari 90 persen tindak kriminal di Meksiko tidak berujung hukuman. Menurut UN Women atau Entitas Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan, sekitar tujuh wanita tewas dibunuh di Meksiko setiap harinya.

Baca Juga :  Wanita Muda Hasilkan 30 Triliun Dalam 4 Hari

Organisasi nonpemerintah (LSM) setempat, Semaforo Delictivo, mencatat sedikitnya 188 pembunuhan wanita terjadi di Meksiko, antara bulan Januari hingga Maret tahun ini. Jumlah itu mengalami peningkatan 18 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Beberapa tahun terakhir, kota Ciudad Juarez yang ada di perbatasan Meksiko-Amerika Serikat (AS) menjadi pusat tindak pembunuhan dan hilangnya banyak wanita, namun akhir-akhir ini wilayah Ecatepec juga menjadi pusat pidana serupa.

nury

leave a comment

Create Account



Log In Your Account