Paguyuban Mahasiswa Bengkalis: Asap Bukan Hanya Tanggung Jawab Gubernur

AKTAINDONESIA – Pekanbaru (17/9), Beberapa mahasiswa paguyuban Kabupaten yang ada di Riau menyatakan bahwa musibah asap yang ada di Provinsi Riau bukan hanya tanggung jawab Gubernur Syamsuar.

Pernyataan ini di ungkap pada saat kopi darat beberapa mahasiswa paguyuban Kabupaten Bengkalis di salah satu kedai kopi yang berada di bilangan Jalan Sudirman.

Hengki Syahputra, Ketua Ikatan Mahasiswa Kabupaten Bengkalis menyesalkan lemahnya peran Dinas Komunikasi dan Informasi Porvinsi Riau dalam mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai adanya Peraturan Daerah yang melarang warga dan perusahaan untuk membuka lahan dengan metode pembakaran.

“Saya belum pernah mendengar aktivitas dari Diskominfo mensosialisasikan mengenai aturan itu,” Ucap Hengki. “Baik itu poster, Videotron, atau Bilboard, hampir tidak ada penyuluhan mengenai dampak pembakaran lahan”. Tambahnya

Hengki menyesalkan bahwa perangkat sosialisasi program baik berupa bilboard maupun videotron hanya digunakan untuk ucapan-ucapan serimonial belaka. “Yang saya perhatikan sosialisasi yang paling sering seputar ucapan selamat tahun baru, selamat maulid, dirgahayu, selamat ulang tahun provinsi. Padahal yang paling vital, media media publikasi yang merupakan miliki pemerintah daerah adalah dalam rangka mencerdaskan Publik”. Tukas Hengki

Sejalan dengan Hengki, Arifin Noer Ilham Sekjen IPMKB mengkeritisi Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Ia menilai tindakan preventif asap tidak jelas programnya. “Padahal bentuk penanggulangan salah satunya adalah antisipasi”.

Arifin yang juga merupakan wakil ketua Demisioner Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Tekhnik UIR juga menambahkan bahwa bencana asap merupakan bencana yang dapat di antisipasi. Sehingga, setibanya musim panas, petugas penanggulangan bencana sudah dapat berjaga untuk melakukan tindakan pencegahan kebakaran.

Hengki menyambut bahwa sorot masyarakat yang cenderung menyalahkan Gubernur Riau, Syamsuar juga dilatarbelakangi jarangnya informasi terkait bentuk kerja Gubernur sampai ke masyarakat. “Gubernur bekerja, namun sosialisasinya hanya mengandalkan media online. Padahal Ada Humas Pemda, dan Diskominfo”

Baca Juga :  Narapidana Pengidap HIV di Lubuk Pakam Tewas Bunuh Diri

Dalam diskusi kopi darat yang di hadiri beberapa mahasiswa asal Kabupaten Bengkalis ini Arifin menyesalkan berbagai pihak baik di kalangan oknum masyarakat maupun mahasiswa yang cenderung mempersalahkan Gubernur. “Ini bukan saatnya lagi menyalah-nyalahkan Gubernur Syamsuar. Karena masalah karhutla ini bukan hanya tanggung jawab seorang gubernur. Ada baiknya kita mensuport program penanggulangan asap dari Gubernur Syamsuar” Kata arifin.

Hengki menambahkan bahwa demonstrasi berpotensi memecah konsentrasi gubernur dalam upaya penanganan Kebakaran dan asap “Kan seharusnya energi dan pikirannya terfokus dalam upaya penanganan, kini harus terpecah dengan Demo, meme, dan kritikan lainnya yang bersifat hanya menyalahkan dan tidak solutif,” ucap henki.  “Maka dari itu kita meminta OPD terkait untuk secara gencar memberikan informasi kepada masyarakat umum perihal apa saja yang telah di lakukan pemerintah dalam menangani karhutla agar asumsi di kalangan masyarakat umum tidak buyar dan cenderung menyudut-nyudutkan.” Tutup Hengki

__Terbit pada
17/09/2019
__Kategori
News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PropellerAds