Kolom

“Organisasi, Cinta Dan Sahabat”

Secara kodrat, manusia merupakan makhluk Monodualustis, artinya selain sebagai makhluk individu, manusia juga berperan sebagai makhluk social. Sebagai makhluk sosial manusia dituntut untuk mampu bekerjasama dengan orang lain sehingga tercipta sebuah kehidupan yang damai.

PropellerAds
Loading...

Kata ARISTOTELES “makhluk sosial merupakan Zoon Politicon”, artinya manusia dikodratkan untuk hidup bermasyarakat dan berinteraksi satu sama lain.

Begitu juga dengan Mahasiswa, sebagai Agent Of Change dalam kehidupan masyarakat, ia di persiapkan untuk belajar dan memiliki wawasan luas sehingga membawa perubahan serta kemajuan dalam kehidupan masyarakat.

Ketika kita mendengar kata Mahasiswa, pikiran kita tidak akan terlepas dari istilah proses dimana tempat ia berdiskusi dan berbagi untuk mematangkan kemampuan Intelektualnya, Sebagai Busur Panah Yang Tajam, Beracun dan Memetikan atau dikenal dengan nama-nya Ogranisasi.

Ada sebuah Organisasi Mahasiswa, di sebuah perguruan tinggi bergerak dalam bidang keagamaan Yang di ketua oleh Kenda (nama samaran) dengan bendaharanya indah (nama samaran) dan sekretarisnya munir (juga nama samaran) mereka bertiga adalah kunci dari berdiri dan majunya organisasi ini.

Namun karna seringnya berjumpa dan berkomunikasi hal yang tidak di duga-duga terjadi yaitu rasa yang berlebihan atau yang kita kenal dengan Cinlok “Cinta lokasih”, ada orang mengatakan “Oraganisasi adalah tempat yang idial untu mencari pasangan” kata-nya.

Pada suatu ketika terjadi tumbuhnya rasa suka didalam diri seorang kenda Kepada indah selaku bendaharanya. Waktu itu adalah masa tahun 8o-an yang juga sedang populer-populernya lagu kupu-kupu kertas oleh Ebiet G Ade, dimasa ini lah kenda menaruh hati kepada indah. Karana telah tumbuhnya rasa, kenda menarik dan mengejar perhatian indah, dengan harapan indah melirik dan mendambakannya. Namun dibalik cinta yang besar dimiliki oleh kenda selaku ketua, ternyata indah malah menaruh hati kepada Munir selaku sekretarisnya.

Namun Munir tidak mengetahui dan tidak merasakan sedikitpun rasa yang dimiliki Indah kepadanya, ia hanya mengetahui bahwa mereka adalah Mitra Kerja Dalam Organisasi.

Namun dari gerak-gerik kenda kepada indah, anggota dari organisasi itu menyadari bahwa kenda memiliki rasa kepada indah dan juga mereka sadar sesuai dengan perlakuan indah kepada munir bahwa indah suka kepada munir, disinilah terjalin cinta berantai bak kata anak zaman sekarang.

Dan hubungan tersebut terjalin sampai Pertemuan rapat Organisasi yang bertujuan untuk menyusun program kerja masing-masing bidang, pada pertemuan itu munir lebih dahulu datang dan di ikuti oleh anggotanya, sambil menunggu rekan-rekan yang lain, mereka bercerita untuk menghangatkan suasana karna larut dalam cerita, seorang anggota ini menceritakan perasaan kenda kepada indah dan perasaan indah kepadanya.

Sehingga membuat seorang munir terkejut dan merasa tidak percaya.
Tidak lama kemudian datanglah kenda, lalu munir bertanya kepada kenda “ketua harus sportif ya, Apa benar ketua menyukai bendahara kita ?” Tanya munir kepada kenda.

Dengan terdiam merasa tidak percaya bahwa munir mengetahui isi hatinya kepada indah. kenda menjawab denga gugup dan menghanggukkan kepala dengan kalimat “iya”. lalu munir mengatakan “oh begitu ok lah, Ketua tau tidak bagaimana perasaan bendahara ini kepada ketua?” Ketua terdiam.

“Asalkan ketua tau bendahara ini sukanya sama saya” ujar sekretaris. Lalu munir menanyakan kepada ketua, “Apakah ketua tetap memaksakan perasaan ketua ? kalau ia aku-pun ikut bersaing secara sehat, Tapi jika ketua mundur maka aku juga akan ikut mundur”.

Sehingga kenda sepakat dengan munir sama-sama mundur untuk mendapatkan hati indah. Kemudian datanglah indah, sehingga membuat mereka tertawa kecil-kecilan. Singkat cerita Beberapa bulan kemudia mereka melanjutkan pendidikan lebih tinggi, sehingga mereka terpisah diperguruan tinggi yang berbeda-beda, saling tidak tau dan tanpa kabar.

Mereka terpisah selama 20 tahun, ternyata indah sudah menikah dengan lelaki lain dan munir mendapatkan kabar keberadaan kenda, kenda berada di suatu daerah hutan belantara, jalan buruk, pedalaman dan tidak ada sinyal. Namun pada saat itu kenda telah menjadi kepala sekolah dan daerah tersebut telah cukup maju sejak kenda berdomisili di sana, Munir pun sudah menjadi dosen dan bendahara sudah menjadi guru.

Namun mereka bertiga tidak pernah menceritakan peristiwa itu sampai dengan sekarang, bak istilah munir “biarlah itu menjadi kenangan terindah yang akan selalu tersimpan dalam pikiran dan mengikat di dalam hati”.
Pesan Moral yang dapat penulis ambil “jika kenda egois memaksakan rasanya kepada indah maka akan terjadi persaingan dengan munir, jika terjadi maka dimenangkan oleh munir karna indah suka kepadanya. Andaikan terjadi organisasi hancur persahabatan-pun hancur.

Namun mereka sama-sama berfikir kritis mereka sama-sama mundur sehingga tidak terjadi persaingan perasaan dalam organisasi. Dengan cinta Orgaisasi terjaga, dengan cinta persahabatan mereka kekal dan abadi sampai saat ini”.

Penulis : Oleh : Orlen Susanto (Fungsionaris Pergerakan Milenial Minang)

Loading...
Baca Juga :  HARI HAM INTERNATIONAL : Indonesia Masih Berdarah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *