Meski Pandemi, PLN Tetap Komit Pemasangan SKTT 150 KV GIS Pekanbaru – GI Garuda Sakti On-Schedule

AKTAINDONESIA.COM, PEKANBARU – Perusahaan Listrik Negara (PLN) terus melakukan evaluasi dan berinovasi demi memaksimalkan kebutuhan masyarakat akan listrik di negeri ini.

Salah satu inovasi yang dilakukan oleh perusahaan plat merah tersebut adalah dengan pemasangan instalasi jaringan bawah tanah dengan penanaman jalur sepanjang 7 kilometer dari Jalan Nangka hingga gardu induk Garuda Sakti ( Proyek Pengadaan dan Pemasangan SKTT 150 KV GIS Pekanbaru – GI Garuda Sakti.

Tampak Manager PT PLN (Persero) UPPJ Riau & Kepri Eriza Mulhadi dan Asisten Manager Komunikasi PT PLN (Persero) UIP Sumatera Bagian Tengah, Budi Warman

Pemasangan jaringan ini dilakukan oleh PLN Unit Induk Pembangunan Sumatra Bagian Tengah (Sumbagteng) setelah berhasil menyelesaikan dua proyek ketenagalistrikan melalui UPPJ Jambi yang telah mengoperasikan Gardu Induk 150 kV New Aur Duri dan UPPJ Riau Kepri dan mengoperasikan jaringan transmisi 150 kV Garuda Sakti-Pasir Putih, serta jalur SUTT 150kV Garuda Sakti – Pasir Putih yang dikelolah oleh UPPJ Riau Kepri menepuh jarak sejauh 31,4 Km dengan 107 tower. Pembangunan Jalur SUTT yang dimulai tahun 2011 ini, akhirnya dapat Energize pada Oktober 2019.

Pipa HDPE sebagai cassing cabel jaringan siap untuk di tanamkan setelah dilakukan penyambungan (elektro fussion)

Tidak kurang dari 7 kilo meter perusahaan listrik terbesar di Indonesia ini malaksanakan metode open cut untuk penanaman kabel(jalur) bawah tanah, dan booring mesin atau metode HDD untuk kasus-kasus tertentu(seperti melintasi sungai dan kanal), seperti yang disampaikan oleh Manajer PT. PLN (Persero) UPPJ Riau & Kepulauan Riau Eriza Mulhadi.

“Untuk pekerjaan ini kita laksnakan dengan metode open cut, dimana jaringan di tanam dengan cara penggalian tanah sedalam 2,5 meter dan menutup kembali tidak lebih dari 24 jam, dan untuk kasus tertentu seperti jaringan yang melintasi kanal atau anak sungai kita lakukan dengan metode HDD”, Terang Eriza ditemui aktaindonesia.com di lapangan (Air Hitam) Kamis (25/06).

Foto bersama Manajer PLN UIP Sumbagteng, dengan pengawas proyek dan awak media (doc. AKTAINDONESIA.COM)

Proyek Pengadaan dan Pemasangan SKTT 150 KV GIS Pekanbaru – GI Garuda Sakti ini telah berjalan semenjak Januari 2020 dan direncanakan akan rampung dalam tahun ini juga.

“Sebetulnya kita sudah kontrak (proyek) semenjak Januari (2020) lalu, dan Desember 2020 ini akan dirampungkan”, tambah Eriza didampingi asisten Manager Komunikasi PT PLN (Persero) UIP Sumatera Bagian Tengah Budi Warman.

Alat berat bekerja siang malam dalam proyek Pengadaan dan Pemasangan SKTT 150 KV GIS Pekanbaru – GI Garuda Sakti (doc. AKTAINDONESIA.COM)

Proyek ini tentu sebagai bukti nyata PLN dalam memaksimalkan pasokan listrik untuk masyarakat khususnya daerah Pekanbaru dan sekitarnya, maka dari itu Eriza berharap kerjasama semua pihak untuk kelancaran pekerjaan proyek tersebut.

“Dengan tersambungnya jalur ini tenaga (energi) akan lebih maksimal karena beban jalur yang telah ada akan berkurang, dan kehandalan pasokan listrik Pekanbaru semakin handal, untuk itu kita mohon kerjasama dan doa semua masyarakat untuk pelaksanaan pekerjaan ini”, ungkap pria berkacamata tersebut disela peninjauan lapangan pekerjaan proyek di Jalan Air Hitam Kecamatan Tampan Pekanbaru.

Terkait kondisi pandemi Proyek Pengadaan dan Pemasangan SKTT 150 KV GIS Pekanbaru – GI Garuda Sakti tetap berjalan sesuai progres dengan memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku.

“Ditengah pandemi Covid pekerja tetap kita minta bekerja dengan memperhatikan protokol kesehatan, tiap pagi dilakukan pengecekan kesehatan dengan termograf, jika terindikasi batuk pilek, kita akan lakukan penanganan lebih lanjut”, lanjut Eriza Mulhadi lagi.

Koordinator Tim Leader Pusat Manajemen Proyek (Pusmanpro), Dino Kristianto/Baju Merah (doc.AKTAINDONESIA.COM)

Sembari itu, pengawas sekaligus konsultan proyek Pusat Manajemen Proyek (Pusmanpro) dari PLN juga membenarkan akan pekerjaan yang akan diselesaikan hingga akhir tahun tersebut.

“Melihat schedule kedatangan material dan metode pekerjaan kita sekarang, saya optimis bisa selesai Desember ini, karena pekerjaan tidak saja dilakukan siang hari namun juga pekerjaan dikerjakan sampai malam, dengan shift pekerja, apa lagi ada beberapa pekerjaan yang hanya bisa dikerjakan malam saja, seperti penarikan pipa yang bisa menghalangi jalan ketika dikerjakan siang hari”, Ujar Dino Kristianto
koordinator Project Tim Leader Pusmanpro.

PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumbagteng membawahi pelaksanaan pembangunan infrasturuktur ketenagalistrikan di empat provinsi antara lain Sumatera Barat, Jambi, Riau dan Kepulauan Riau.(malinmenan/file)

Baca Juga :  Pesisir Selatan Digoncang Gempa, Terasa Hingga Kota Padang
__Posted on
25/06/2020
__Categories
News

Author: Akta Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PropellerAds