Menyonsong Milad Ke 90 Pemuda Muslimin Indonesia

 

AKTAINDONESIA.COM, BOGOR – Pemuda Muslimin Indonesia akan genap berusia 90 tahun pada 25 November 2018 mendatang, sebagai organisasi kepemudaan Islam tertua di Indonesia, Pemuda Muslimin Indonesia tentu sudah tepat untuk mengambil peran sebagai panggawa dalam penataan gerak langkah republik ini kedepan, tidak saja mengambil peran dalam bidang sosial kepemudaan namun peran-peran strategis kepemudaan lainnya.

Organisasi Kepemudaan Islam Tertua di Indonesia

Tak banyak yang tahu bahwa Pemuda Muslimin Indonesia, salah satu organisasi kepemudaan tertua di negeri ini yanh masih eksis sampai hari ini. Pemuda Muslimin Indonesia (Pemuda Muslim) didirikan oleh kalangan jongintellectueelen Muslim, tepat 29 hari setelah Sumpah Pemuda dikumandangkan di gedung Katholieke Jongelengen Bond, Waterlooplein, Jakarta dalam Kongres Pemuda II.

Pemuda Muslim didirikan di Yogyakarta, 25 November 1928 atas kepeloporan tokoh-tokoh Partai Sarekat Islam Indonesia-PSII (sekarang Syarikat Islam Indonesia) yakni Agussalim, S.M. Kartosuwiryo, A.M. Sangadji, Muhammad Sardjan, Samsuridjal, Abdul Gani, dan Soemadi diinisiasi sebagai jawaban atas keluhan S.M. Kartosuwiryo selepas mengikuti Kongres Pemuda II, dimana belum ada organisasi kepemudaan yang merepresentasikan kepentingan pemuda Islam.

Kehadiran Organisasi Pemuda ini yang lazim disebut dengan Pemuda Muslim, telah memberikan warna tersendiri terhadap perjalanan pergerakan pemuda di negeri ini. Lahir sebagai bahagian dari Syarikat Islam yang sekarang ini dikenal dengan Syarikat Islam Indonesia, Pemuda Muslim telah memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan cita-cita Indonesia merdeka.

Sejak didirikan, Pemuda Muslim berhasil menggelar Kongres (Majelis Syuro) sebanyak enam kali sebelum ‘tiarap’ pada saat pendudukan Jepang seiring dibubarkannya JIB. Pemuda Muslim baru berhasil menggelar kembali Kongres (Majelis Syuro) ke-VII tahun 1957 yang ditetapkan sebagai Kongres Nasional I Pemuda Muslimin Indonesia di era kemerdekaan, meski hanya mampu menghasilkan pergantian Ketua dan menjaga eksistensi organisasi.

Baca Juga :  Lion Air Batalkan 29 Penerbangan Ke dan Dari Palu

Pemuda Muslim baru bisa kembali bergerak secara dinamis setelah menggelar Kongres (Majelis Syuro) IX di Bandung pada tahun 1966. Berbagai macam aktivitas yang bertujuan untuk mendidik kadernya menjadi orang yang siap berjuang dengan berlandaskan spirit keislaman dan keindonesiaan. Pemuda Muslim juga berkontribusi menjadi inisiator pendirian wadah kepemudaan Nasional pada tanggal 23 Juli 1973 yang menjadi cikal bakal KNPI saat ini.

Pada masa Orde Baru yang mengutamakan stabilitas politik, dimana pada masa itu semua partai yang ada difusikan menjadi dua dan satu Golongan Karya. PSII saat itu salah satu yang menolak, dan akhirnya dengan tekanan penguasa terbelah menjadi dua kelompok. Kejadian itu berdampak juga terhadap Pemuda Muslimin Indonesia yang merupakan sayap dari PSII. Posisi yang berseberangan itu mengakibatkan PSII yang kontra pemerintah dengan seluruh sayapnya diberangus seluruh gerakannya.

Setelah lama terberangus oleh Orde Baru tersebut baru pada tahun 2009, Pemuda Muslim berhasil menggelar Majelis Syuro (Kongres Nasional) ke-XI di Jakarta dengan tetap mempertahankan spirit keislaman dan spirit keindonesiaan sebagai ruh perjuangan organisasi . Islam tak lagi sekadar solidaritas sosial, akan tetapi adalah azas bagi kerja-kerja sosial-politik. Sebagaimana penggalan Mars Pemuda Muslim yang berbunyi, ‘Menjunjung derajat Islam, meninggikan bangsanya’.

Muhtadin Sabili Merangkai Tanpa Lelah.

Majelis Syuro (Kongres Nasional) ke XI di Jakarta pada tahun 2009 menunjuk Ketua Umum Pemuda Muslimin Indonesia untuk masa Jihad 2009-2014 saudara Muhtadin Sabili. Amanah berat ini harus dijalankannya untuk bisa membangun organisasi ini yang sudah porak poranda akibat gempuran Orde Baru itu.

Secara struktural organisasi ini hanya tinggal tiga wilayah, yakni Jakarta, Jawa Barat dan Sulawesi Selatan. Ketiga wilayah ini pun tidak sepenuhnya memiliki infrastruktur lengkap sampai ke tingkat cabang. Membangun kembali bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah dan tentu saja memerlukan energi yang besar.

Baca Juga :  Deretan Penyerangan di Proyek Trans Papua

Semangat jihad yang luar biasa, dengan bermodalkan keyakinan pelan-pelan Pemuda Muslim ini mulai kembali hadir saat ini di 24 Provinsi dan hampir di 300 cabang diseluruh Indonesia. Kerja keras Ketum Muhtadin Sabili dengan seluruh jajarannya telah mengantarkan kembali kehadiran organisasi tertua ini untuk berkontribusi mewujudkan cita-cita Indonesia yang dikehendaki bersama.

Bogor, 11 Oktober 2018

Akta Indonesia

leave a comment

Create Account



Log In Your Account