Kolom Opini

Mengukur Semangat Generasi Milenial Dalam Menjiwai Pancasila

Aktaindindonesi – Pancasila sebagai dasar dan falsafah hidup berbangsa dan bernegara merupakan kekuatan yang menyatukan seluruh elemen masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke dengan berbagai latar belakang suku dan budaya, ras dan agama yang berbeda-beda.

PropellerAds
Loading...

Pancasila digali atas dasar kekayaan
budaya, religius, dan moral masyarakat bangsa Indonesia sendiri. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tentu saja disetujui dan memiliki keutamaan untuk diberikan seluruh aspek kehidupan bangsa dan negara Indonesia. Masyarakat

Bangsa Indonesia harus berbangga dan bersyukur dengan Pancasila kita
semua dapat dipersatukan. Pancasila menjadi modal dasar dan sumber kecerdasan dalam membangun peradaban pembangunan bangsa Indonesia yang adil dan beradab. Pancasila harus direfleksikan dan diterapkan oleh semua masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Pancasila dapat dimodernisasi tentu saja dapat membawa Indonesia menuju cita-cita kemerdekaan yang telah ditanamkan di setiap benak anak bangsa.

Seluruh
masyarakat bangsa Indonesia
melestarikan Pancasila dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya dari pengaruh-pengaruh radikalisme dan sikap intoleran yang memecah belakan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Semua elemen bangsa apapun itu suku, agama, etnis wajib mendukung dan berjuang bersuara menegakan Pancasila

Sekarang ini generasi muda indonesia telah meningkatkan kebangsaan. Hal itu dapat dibuktikan dengan jumlah generasi muda yang saat ini telah berprilaku tidak sesuai dengan butir-butir pancasila. Sekarang ini banyak generasi muda yang tidak bertaqwa kepada Tuhan YME. Kita lihat saja, sekarang ini
banyak pemuda-pemudi muslim yang tidak memegang teguh agamanya dan syariah islam.

Disamping itu, ada juga prilaku generasi muda yang tidak sesuai dengan sila kedua sebagai jati diri bangsa indonesia. Sekarang ini banyak
diantara pemuda indonesia yang tidak memanusiakan manusia lain. Maksudnya
yaitu mereka tidak mempertimbangkan manusia yang berhakekat manusia yang berhak dan meminta yang harus diambil. Lalu, apa yang terjadi pada generasi muda sesuai dengan sila ke-3 yaitu, memudarnya rasa persatuan dan kesatuan yang terjadi pada generasi penerus bangsa
kita di Indonesia ini.

Selanjutnya pada sila ke-4 yaitu tentang kepemimpinan yang demokratis. Maksutnya pemimpin di negara kita ini harus mendukung demokrasi baik di dalam hal pemilihannya maupun kompilasi telah membuat keputusan kebijakan publik yang terkait dengan masyarakat

ini sebenarnya berada di tangan rakyat, dan para pemimpin hanya sebagai wakil / pelayan bagi rakyat untuk menyetujui dan mengambil kebijakan dalam negara demi tercapainya kemakmuran bersama. Sekarang ini fenomena-fenomena
pemimpin yang tidak mendukung telah terjadi pada generasi muda saat ini, dan dibahas hal yang dibiarka kemudian dilanjutkan kemudian kelak kompilasi mereka menjadi pemimpin bangsa ini, mereka akan melakukan apa yang mereka biasakan saat ini. Selanjutnya mengenai keadilan, banyak fakta-fakta mengenai
ketidak adilan yang dilakukan oleh generasi muda bangsa Indonesia saat ini.

Generasi muda akan kehilangan fungsinya sebagai penerus fungsinya, karena akan melibatkan berbagai kesulitan. Generasi muda memiliki potensi yang melekat pada dirinya dan sangat penting sebagai sumber daya manusia. Oleh karena itu, berbagai potensi positif yang dimiliki generasi muda ini
harus digarap, dalam arti, di kembangkan dan di bina sesuai dengan asas, Arah, dan tujuan pengembangan dan pembinaan generasi muda di jalur-pembinaan yang tepat serta senantiasa bertumpu pada strategi
Terkait tujuan nasional, dibahas terkandung dalam Pembukaan Undana-Undang Dasar 1945 alinia IV.

Proses sosialisasi yang biasanya dikeluarkan dengan proses pembudayaan, yaitu tentang pendidikan yang didukung oleh kelompok, seperti halnya pengaduan adat istiadat, bahasa, kesenian, kepercayaan, sistem,
kemasyarakatan dan sebagainya. Proses sosialisasi dan enkulturasi ini dilakukan
secara turun temurun dari generasi ke generasi berikutnya melalui tahapan-tahapan tertentu, yang semakin hari semakin meluas sifatnya, berawal dari keluarga, kemudian meluas ke teman sepermainan, sekolah, lingkungan kerja, dan seterusnya.

Salah satu yang mempertanyakan bangsa Indonesia dewasa ini adalah memudarnya semangat nasionalisme dan patriotisme di antara generasi generasi muda.Hal ini berkaitan dengan partisipasi budaya yang banyak masuk di negara kita, menghasilkan banyak generasi muda lebih menarik dibandingkan budaya bangsa sendiri. Hal ini berakibat nilai-nilai luhur bangsa jauh lebih besar terjadi disebagian besar generasi muda. Sejak dahulu dan

sekarang ini juga masa depan yang akan datang peran pemuda atau generasi muda sebagai pilar, penggerak dan pengawal jalannya pembangunan nasional sangat diharapkan. Melalui organisasi dan jaringannya yang luas, generasi muda dan dapat memainkan peran yang lebih besar untuk mengawal jalann
pembangunan nasional.

Berbagai pertanyaan yang timbul akibat rasa nasionalisme dan
kebangsaan yang memudar banyak terjadi karena ini, banyak generasi muda atau pemuda yang berubah disorientasi, dislokasi dan terlibat pada kepentingan yang hanya mementingkan diri sendiri atau individu yang terkait dengan mengatasnamakan rakyat sebagai laporan dalam penjatanya. Pancasila
sebagai dasar dan ideologi negara merupakan hasil kesepakatan bapak pendiri negara kompilasi negara indonesia didirikan, dan sekarang di era globalisasi,

Negara Indonesia tetap berpegang teguh pada pancasila sebagai dasar negara. Sebagai dasar negara, Pancasila harus menjadi sasaran negara dalam pertarungan global yang terus berkembang. Di era globalisasi ini peran Pancasila tentulah sangat penting untuk tetap mempertahankan eksistensi kepercayaan bangsa Indonesia, karena dengan adanya
globalisasi, maka perbedaan antara negara seakan tak terlihat, sehingga memudahkan semua masyarakat. Hal ini dapat memberikan dampak positif dan negatif bagi bangsa Indonesia, jika kita dapat memfokuskan dengan baik berbagai hal yang timbul dari globalisasi, maka globalisasi akan menjadi hal yang positif karena dapat menambah wawasan
dan mempererat hubungan antar bangsa dan negara di dunia, sedangkan hal negatif dari globalisasi dapat merusak moral bangsa dan eksistensi budaya Indonesia. Sehubungan hal tersebut,

Generasi muda sebagai pilar bangsa harus memiliki jiwa patriotisme dan nasionalisme dengan tetap
bertahan pada nilai-nilai budaya bangsa Indonesia sementara banyak budaya
masuk ke negara Indonesia. Dengan berlandaskan Pancasila diharapkan pengaruh
Budaya asing dapat menyimpang dari generasi muda bisa menjadi generasi yang benar-benar cinta di tanah air Indonesia apa pun keadaanya, Masa muda yang dalam pencarian jati diri dalam perbincangan, di samping masa penuh masalah kenangan yang tak terlupakan, masa transisi perlu bantuan dari yang terlupakan, baik dari orang tua atau orang yang lebih dewasa darinya sehingga mereka dapat lebih terarah dalam upaya meningkatkan hidup ini. Pada masa ini memang tergantung dalam kondisi yang tidak stabil, senantiasa berubah

Mengukur segala sesuatu dengan ukurannya sendiri, kadang-kadang dalam mengambil keputusan tidak masuk akal dan juga memiliki tantangan melawan berangkai.Menurut para tokoh psikologi remaja bernama James E.Gardner, masa remaja adalah masa yang penting, mereka mewakili masa depan yang sangat mendadak dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, mereka harus dipertimbangkan sebagai tahun-tahun kritis. Pendapat ini jika kita sesuaikan dengan ciri-ciri yang dimiliki generasi muda atau remaja pada bahasan di atas memang benar, karena
perkembangan dari segala sesuatu akan menarik ciri-ciri tertentu, demikian juga
dengan generasi muda.

Penulis: Oleh: IRSYAD
Pengurus Pergerakan Milenial Minang (PMM)

Loading...
Baca Juga :  Mengupas 7 Tuntutan Rakyat Papua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *