Mengejutkan!! Pengakuan Pasien Positif Corona

AKTAINDONESIA.COM, JAKARTA – Banyak korban yang telah menjadi korban keganasan dan keberingasan CoronaVirus Desease (Covid-19) ada yang meninggal, ada juga korban terdampak yang masuk ruang perawatan untuk penanganan wabah ini.

PropellerAds
Loading...

Salah seorang pasien positif Corona yang juga salah seorang petinggi media di Makassar Silahuddin Genda, menjabarkan pengakuannya melalui akun Facebook. Pengakuan ini barangkali dapat menjadi catatan dan pelajaran bagi kita semua.

Berikut kutipannya,

Assalamu alaikum wr wb.

Hari ini, hasil swab saya dinyatakan positif setelah menjalani perawan(perawatan, red) isolasi di RS Sayang Rakyat Makassar.

Di luar dugaan, selama ini saya sudah jarang ke Makassar karena hanya bekerja Work Fron(from, red) Home atau WFH baik kuliah kampus maupun koordinasi teman-teman di Graha Pena, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Tapi, pada Jumat — dua hari jelang lebaran Idul Fitri — saya menerima chat dari rekan bos yang saya tidak perlu sebut namanya untuk buka puasa di kawasan Perumahan Dosen Tamalanrea.

Saya bertemu rekan-rekan pimpinan media di sana. Meja hanya terbatas, 2 ditempati 4 orang setiap meja. Saya banyak diskusi dan akhirnya pamit kembali ke rumah masing-masing.

Saya tancap gas segera menuju Pangkep. Sesampai di rumah sekitar pukul 22.00, saya cuma ganti pakaian dan membersihkan diri, tetapi kepala saya mulai sakit. Saya tanya istri saya “sakit kepalaku”..

Keesokan harinya, saya langsung mandi. Usai mandi, badan saya mulai panas. Saya pikir, ini demam biasa karena dua pekan saya begadang mengisi d4 dan d5 deskripsi diri utk serdos saya. Saya menyopiri istri saya membawa sembako ke keluarga dan kerabat. Tapi, saya pulang cepat krn badan saya makin panas.

Hari Selasa, saya ke dokter praktik karena baru buka pasca lebaran. Saya cek darah dinyatakan kecapean. Saya pikir ini gejala tyfus. Malam terus saya lalui dan minum obat penurun panas, tapi tidak ada kemajuan.

Jumat lalu saya berinisiatif ke rumah sakit untuk rapid test, hasilnya negatif. Karena demam saya tidak menurun, saya langsung ke UGD RS Pangkep pada Minggu. Saya ambil darah kembali dan hasil rapid dinyatakan reaktif. Hasil foto torax juga ada kesan pneumenia. Saya ditelpon Dirketur Rumah Sakit diskusi dan menyarankan saya isolasi perawatan. Dirujukalah saya ke RS Sayang Rakyat.

Kini saya sudah lima hari berjuang melawan virus ini. Sekalian saya ingin sampaikan kepada keluarga dan rekan sejawat saya yang pernah kontak pada Jumat dan Sabtu itu, sebisa mungkin pergi cek darah ke rumah sakot terdekat, karena hal seperti bisa saja menyerang siapa pun.

Sejak dua hari lalu, banyak teman-teman mengontek saya dan memberi support. Bahwa insya Allah saya akan mampu melewati semua ini dengan semangat dan tentunya perbanyak makanan bergizi agar imun saya tidak drop. Ya juga saya tak henti-hentinya untuk berdoa kepada Allah, karena semua ini terjadi atas kehendakNya…

saya berharap doa dan rekan2 saya untuk membantu doa agar bisa kembali dengans elamat…. aminnn

RS. Sayang Rakyat, 02 Juni 2020.

Silahuddin Genda, Wartawan Senior, seperti dikutip dari akun Facebooknya

Baca Juga :  Truk Terjun ke Sungai: Al-Qur'an dan Keajaiban Tuhan

Sumber : belarakyat.com

Loading...
__Posted on
03/06/2020
__Categories
News

Author: Akta Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PropellerAds