Memakai Cadar Wajib Atau Budaya

AKTAINDONESIA.COM,PEKANBARU – Permasalahan isu da hukum agama memang tak pernah ada habisnya.Selalu ada saja perdebatan dikarenakan perbedaan pendapat.Disekian banyak isu yang berkembang,kini masyarakat muslim indonesia tengah menyaksikan kontroversi pemakain cadar.

banyak sekali pendapat yang mengatakan wajib memakai cadar, dan tidak sedikit pulak yang mengatakan tidak wajib memakai cadar bagi seorang muslimah.

Pada satu aspek tertentu, apa yang terjadi kini adalah ada pertentangan cara pandang. Mereka yang memakai cadar menggunakan argumentasi fiqhi dan syar’i, sehingga yang muncul adalah kesimpulan boleh dan tidak boleh, halal dan haram, atau syar’i dan tidak syar’i.

Lebih dari itu, karena cadar dianggap sebagai ekspresi dari syari’ah yang benar, maka ia harus ditegakkan, betapapun berisiko menabrak nilai masyarakat lokal yang dianggap tidak sejalan dengan prinsip syari’ah tadi.

Sebaliknya, penentang cadar melihatnya dari aspek konteks budaya dan etika sosial. Tidaklah etis, kira-kira demikian argumen itu berkembang, memakai pakaian yang tak sejalan dengan kondisi masyarakat, betapapun itu atas nama agama. Ya, karena bagi kelompok yang kritis pada pemakaian cadar, agama dianggap memiliki kelenturan berdialektika, mengalami akulturasi dan akomodasi dengan budaya lokal, tanpa harus meninggalkan inti agama yang paling mendasar.

Inilah yang kini sedang terjadi. Maka, diperlukan kesadaran masing-masing pihak, agar cadar yang sebenarnya merupakan salah satu wujud kompleksitas hubungan agama dan budaya ini tidak direduksi menjadi persoalan syar’i tidak syar’i, boleh tidak boleh, dan eksklusi atas satu kelompok sosial tertentu.

“masalah cadar dalam bahasa arab itu niqab hukumnya di perselisihkan oleh para ulama. Ada yg mengatakan sunnah ada yg mengatakan wajib juga ada yg mengatakan tidak sunnah dan tdk wajib.jumhur ulama tidak wajib.kecuali jilbab yg menutupi seluruh tubuh selain wajah & telapak tangan..karena wajah & telapak tangan bukan aurat”,Kata Ratih,yang merupakan salah satu mahasiswi uin suska riau.

Baca Juga :  Mempercantik Ibu Kota Rokan Hulu

“Ibu-ibu yang sudah memakai cadar, bagus, jangan ejek perempuan yang pakai cadar. Kenapa kalau ada perempuan yang pakai cadar diejek, kalau ada perempuan yang memakai celana sempit kita diam, berarti otak kita sudah disusupi setan,” kata Abdul Somad.

Deri Syaputra

leave a comment

Create Account



Log In Your Account