Manusia Milenial Dipersimpangan Indonesia Merdeka

The Turning Point 2024 CE

PropellerAds
Loading...

AKTAINDONESIA.COM, JAKARTA – Meminjam istilah Fisikawan yang beraliran Tao Timur kuno, Fritjof Capra dalam bukanya berjudul ‘The Turning Point’. Dengan judul itu saya mencoba untuk melihat Indonesia dengan membaca kembali seluruh perjalanan bangsa Indonesia dalam masa- masa menuju Ulang Tahunnya yang ke 80, jatuh tepat genap di tahun 2025. Sebuah perjalanan yang cukup, lebih dari satu dekade, dan dekade ini bisa dikaitkan sebagai sebuah titik balik perjalanan.

Di 2025 akan menjadi tahun kabisat, adalah tahun perhitungan Masehi (CE) dan “Anno Domini (AD), dimana tahun ke-25 pada Milenium ke-3, tahun ke-25 pada abad ke-21, dan tahun ke-5 pada dekade 2020an.

Ditahun-tahun itu tentu pencapaian perjalanan suatu bangsa akan selalu dicatat dalam ulasan kledeiskop setiap tahunnya, peristiwa besar apasaja yang memenuhi sejarah bangsa Indonesia selama kurun waktu 6 tahun ke depan. Tentu tidak banyak yang berubah, masih diseputaran pada konsolidasi demokrasi, hutang luar negeri, pertumbuhan ekonomi, otonomi daerah, pemilihan presiden dan wakil presiden, korupsi, kebangsaan. Sedangkan isu-isu ancaman dan gangguan luar dan dari dalam (terorisme dan radilalisme) dapat diatasi dengan baik, bencana alam, pendidikan serta kesejahteraan adalah isu utama yang mendesak yang harus ditunaikan serta dituntaskan oleh siapapun pemegang saham di republik ini, yaitu seluruh komponen anak bangsa tanpa kecuali.

Untuk memulai perjalanan itu tentunya harus dengan sebuah momentum, bangsa ini harus berani menyebutnya sebagai Orde Kesejahteraan, dimana Orde ini sudah melampui orde penataan kembali (reformasi), orde ini cukuplah sudah dilegitimasi oleh sejarah dan bangsa Indonesia sejak tahun 1998.

Bangsa ini juga harus berani mendobrak jargon-jargon perubahan yang yang stagnan (berjalan ditempat). Baiknya satu generasi mengambil alih kembali semua penyelenggaraan negara secara konstitusional dan bermartabat, lewat sebuah demokrasi partisipatif yang terbuka dan ‘fair’.

Baca Juga :  HARI HAM INTERNATIONAL : Indonesia Masih Berdarah

Momentum ini harus direbut pada tahun 2024 mendatang, dengan perjuangan dan mampu memberikan tawaran sebuah visi dan gagasan ke depan, sebuah Indonesia Maju dibawah Kehendak Rakyat, yang diberinama Orde Kesejahteraan Rakyat,
atas nama bangsa ,sejarah, pengorbanan bangsa Indonesia di tahun 2024, adalah tahun Kebangkitan Generasi Milenial, Kepemimpinan sejati..haruslah direbut kembali….

Mari kita renungkan perjalanan lorong waktu bangsa Indonesia, kita kembali ke era zaman tanam paksa, era masa- masa penderitaan yang sangat panjang dan melelahkan itu. Di tahun 1600 VOC bercokol, tahun 1700 perlawan rakyat semesta di daerah-daerah bergolak, tahun 1800 melakukan perlawanan yang panjang dari kolonialisme Eropa
, dan memasuki tahun 1900, mulailah muncul era dari kalangan terdidik ningrat yang sudah mengenyam pendidikan di negara asing memberontak, dan tahun 1900an muncullah organisasi-organisasi suku, etnis, dagang dan agama, yang kemudian melahirkan perjuangan dan pergerakan bangsa, cikal bakal lahirnya kemerdekaan (de facto), persatuan (united) yang berdaulat (nation) secara hukum (de jure) dengan nama Indonesia.

Itulah ‘flashback’ sedikit pembacaan ulang ke belakang sampai dengan detik ini, dapat kita tarik menjadi sebuah pertanyaan seperti ini ” apa arti kemerdekaan yang kita deklarasikan? ”
Pertanyaan ini kenapa penulis ajukan kembali, sebab bukan hanya perjalanan panjang bangsa ini dijajah sebagai takdir, namun menggugah kembali apa yang bangsa ini telah peroleh dengan darah dan air mata ?.

Karena Darah dan airmata itu sudah menjadi suka cita, rasa syukur, dan rakhmat bagi bangsa ini. Oleh sebab itu, perlu kiranya kita renungkan dan resapi kembali apa itu arti merdeka di tengah perjalanan bangsa ini yang sedang mengisi kemerdekaannya.

Bila tahun 1945 adalah ‘point’ dalam menghirup dan bebas berdaulat menjadi bangsa yang merdeka. Tentu di dalam usia kemerdekaan ini harus lah ada titik balik (the turning point), kapan lah titik balik itu berdentum…..Waullahu alambissawaf.

Baca Juga :  DR Haris Riadi: Pelajar Saat ini Pemimpin Masa Depan

Namun, yang pasti semua peristiwa yang ada di republik ini, kita dapat mengaitkannya dengan penanggalan, yang memang penggalan ini sudah dipakai sejak zaman dahulu oleh semua suku-suku tua di dunia, seperti suku Maya, suku Inka, suku Indian, Mesir, Yunani, Romawi, Arab, dll.
Oleh karena itu, tidaklah sulit mengaitkannya dengan perjalanan umat manusia wabil khusus bangsa Indonesia. Karena penanggalan yang kita pergunakan adalah penanggalan Masehi, yaitu tahun 2024, dan Hijriah tahun 1445.

Di tahun 2024 (MMXXIV) akan menjadi tahun kabisat yang dimulai pada hari senin dalam Kalender Gregorian (huruf dominikal GF). secara konstitusional ada pergantian kepala negara lima tahunan pemerintahan RI. Ditahun yang sama 2024 itu, tanggal 31 Agustus, dimana Satelit Palapa D berhenti beroperasi tepat pukul: 16.00 WIB, satelit ini sudah mengorbit lebih dari 15 tahun pada Geo Stationer 113° BT, dan di tahun 2024 transportasi Jakarta sudah rampung, juga tahun 2024 tidak ada lagi unit syariah di bank konvensional,
tahun 2024 TNI akan mengevaluasi keikutsertaannya di pemilu atau tidak,
dan isu kebangkitan khilafah Islam dan Perang Dunia ke-3 menyeruak ke permukaan alasannya dalam kajian mereka tahun 2024 genap sudah 100 tahun, umur kehancuran Khilafah Ustmani yaitu pada tahun 1924 M.

Siapa pun orang bisa memberikan penghitugan atas sebuah momentum (titik balik) yang ia prediksi atau telaah, tanpa terkecuali, mungkin kita baru sadar bila bangsa ini di tahun 2025 nanti genap usianya berumur 80 tahun. Dan diumur itu, setiap anak bangsa takkan bisa melepaskan perjalanan dari masa lalunya.

Tahun 2024 adalah tahun ‘the turning point’, adalah tahun kesempatan bagi setiap mata, setiap jiwa untuk melihat dan hidup di bumi Nusantara ini, dengan merdeka dan berdaulat. Oleh sebab itu, sebuah momentum kapan pun dan dimana pun kita berada haruslah kita sikapi dan syukuri atas pengorbanan dan airmata orang orang terdahulu, wuntuk kita jadikan pelajaran yang paling berharga di atas segalanya dalam kita berbangsa dan bernegara. Tahun 2024 itu pasti akan datang, kepastian itu seperti kita menunggu hari esok, seperti kita menunggu kelahiran seorang bayi, serta kepastian itu sama halnya dengan hari kemarin yang telah kita lewati.

Baca Juga :  Corona dan Hoaks yang Mendunia

Dalam titik balik selalu ada penyeimbang dan penyeleweng, seperti yang diyakini oleh Fritjot Capra di dalam risalahnya ‘The Tao of Phsysics’ , dalam masa kegamangan sains modern, suatu jawaban akan muncul tidak melulu dari Barat melainkan dari Timur, sebagai jawaban atas kegamangan ilmu pengetahuan modern yang sangat deterministik, demikian dengan perjalanan bangsa ini akan keluar dari kegamangan menuju kepada hakekatnya untuk berbangsa dan bernegara, serta keluar dari persoalan-persoalan yang menguras tenaga dan pikiran bangsa ini yang tidak penting, dan keluar dari keegoan, kebodohan, dan keserakahan..

Inilah titik balik sebuah harapan yang pasti di tahun 2024….

Oleh : Mohammad Radius Anwar
Peneliti di The Gondangdia Institute

Loading...
__Posted on
24/11/2019
__Categories
Opini

Author: Akta Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PropellerAds