Lubuk Larangan

AKTAINDONESIA.COM, KAMPAR – Hutan alami dan sungai yang jernih adalah kebanggaan Masyarakat Adat yang ada di Kecamatan Kampar Kiri Hulu. Pentingnya kelestarian hutan dan sungai dibuktikan dengan berbagai macam keterkaitan dan aktifitas yang diakukan di hutan dan sungai. Mulai dari sejarah, tradisi, sampai pada mencari nafkah, masyarakat tidak bisa terlepas dari hutan dan sungai. Salah satunya adalah tradisi Lubuk Larangan.

Lubuk larangan adalah salah satu Kearifan lokal Masyarakat Adat yang berada di Kecamatan Kampar Kiri dan Kampar Kiri Hulu Kabupaten Kampar Propinsi Riau didalam melestarikan sungai. Lubuk Larangan mempunyai badan hukum dan aturan-aturan yang disepakati secara bersama oleh pimpinan-pimpinan di tiap komunitas adat. Yaitu Ninik Mamak/Pucuk Pimpinan Adat, Pemerintah Desa, Tokoh Agama, dan Pemuda.

Adapun makna dari kata Lubuk Larangan adalah sebuah Lubuk yang dengan disengaja di Larang menangkap ikannya, sedangkan yang di sebut dengan Lubuk adalah sebuah tempat yang mempunyai kedalaman kurang lebih 3 meter. Lubuk menjadi tempat persembunyian bagi ikan yang ada di aliran Sungai Subayang, Sungai Bio, Sungai Batang Kapas dan umumnya pada tiap sungai di Kampar kiri dan Kampar Kiri Hulu. Masing-masing komunitas adat yang ada di dua (2) kecamatan tersebut mempunyai aturan tersendiri dalam pengelolaan Lubuk Larangan nya.

Biasanya, ikan Lubuk Larangan ditangkap secara bersama berdasarkan kesepakatan seluruh elemen masyarakat yang ada di masing-masing komunitas adat. Masyarakat setempat menyebutnya “bukak lubuak larangan”. Pada moment itu masyarakat akan makan bersama dipinggir sungai. Dan sisa ikan tangkapan akan dijual/dilelang kepada masyarakat setempat maupun pengunjung yang sengaja datang menyaksikan acara pembukaan Lubuk Larangan tersebut.

Tidak sebatas itu saja, akan tetapi Lubuk Larangan juga menjadi hiburan bagi masyarakat setempat. Dan itu juga banyak menarik perhatian masyarakat luas yang memahami tinggi nya nilai budaya,tradisi dan gotong royong yang terkandung didalamnya.

Baca Juga :  Lareh Kamang

Hingga saat ini tradisi Lubuk Larangan masih tetap terjaga di tiap komunitas adat yang ada di Kecamatan Kampar Kiri dan Kampar Kiri Hulu. Dan Lubuk Larangan akan tetap menadi salah satu alasan demi menjaga kelestarian sungai bagi masyarakat adat setempat.