Literasi Teknologi Ekonomi dan Masa Depan HMI

Liretari

Ekonomi global yang merupakan suatu pencapaian ekonomi yang merujuk pada ekonomi nasional semua Negara yang berada di dunia. Ekonomi globar perlu dilirik untuk melihat sejauh mana ketertinggalan dan keberhasilan Negara kita jika dibandingkan Negara-negara lain di dunia.

Jika dilihat data statistic pada than 2018 bisa dilihat dengan kasat mata bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat sebesar 5.17%. Pertumbuhan ini dapat diartikan sebagai suatu proses yang terjadi dalam kenaikan kapasitas produksi yang dalam bentuk nyatanya dapat dilihat dari kenaikan pendapatan secara nasional.

Secara logika ekonomi, ketika kenaikan pendapatan terjadi tentunya tingkat sekejahteraan masyarakat juga meningkat. Namun sejatinya data dan fakta berbicara sebaliknya. Pada tahun 2018 jumlah kemiskinan di Indonesia mencapai 29,95 dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia sebesar 265 juta jiwa, artinya 9,82% masyarakat Indonesia tergolong miskin dengan pendapatan perkapita perbulan di bawah garis kemiskinan.

Keadaan ini sebenarnya telah di ramalkan dan dianalisis oleh pakar ekonomi Islam Irfan Syauqi Beik dalam bukunya Ekonomi Pembangunan Syariah.

Baru-baru ini Price waterhouse coopers (PwC) yang merupakan salah satu jasa auditor terbesar di dunia merilis sebuah outlook perekonomian dengan tema “the ling view, how will the global economic order change by 2050” PwC memproyeksikan perekonomian Indonesia berada di tingkat 8 tertinggi di dunia untuk tahun 2030 dan 2050.

John Hawksworth, Chief Ecomomist PwC menyebubutkan di tahun 2030 estimasi nilai GDP Indonesia sebesar US$5.424 Milyar dan naik menjadi peringkat 4 pada tahun 2050 menjadi US$10.502 dan Indonesia akan menjadi big emerging market dengan Negara perekonomian terkuat di Asia Tenggara.

Paradoks perekonomian

Negara Indonesia yang dikategorikan sebagai Negara yang memmiliki penduduk mayoritas Muslim ini memiliki sumber daya yang melimpah. Potensi ini jika didukung dengan faktor-faktor produksi yang utuh tentunya akan mampu memanfaatkan sumber daya secara optimal.

Sayangnya sumber daya alam yang melimpah tersebut dikuasi oleh pihak asing, kemudian juga berimbas kepada sumber daya manusia, teknologi dan modal. Sebagai contoh tambang emas di Papua.

Di bumi Papua setiaknya berton-ton emas murni hal ini diambil oleh pihak asing, dikeruk kekayaan alam Papua semenjah tahun 1960 atau selama 50 tahun lebih.

Namun jika kita lihat masyarakat Papua tidak menikmati hasil kekayaan Alam tersebut. Ccontoh lain bisa kita lihat dari Tambang Geothermal di Jawa Barat. Jawa Barat yang memiliki banyak gunung api yang dapat menjadi sumber daya pembangkit listrik, namun sumber daya ini dikelola oleh PT Chevron. Namun pada kenyataannya masyarakat Gunung Salak sendiri hidup dalam kegelapan tanpa listrik.

Kemudian tambang batubara di kalimatan, tambang minyak bumi di berbagai daerah serta tambang nikel di Sulawesi. Ini hanya sebahagian contoh kecil dari kekayaan alam Indonesia yang dikuasai oleh asing.

Baca Juga :  iPad Apple Kini Memiliki Fitur Pengenalan Wajah

Hal ini terjadi karena Indonesia tidak mampu mengelola faktor produksi dengan baik. Faktor produksi tersebut di kuasi oleh Amerika dan China.

Industri 4.0

Industri 4.0 adalah sebuah istilah yang disematkan pada proyek strategi teknologi canggih yang di prakarsai oleh Pemerintah Jerman, dimana pada masa itu Pemerintah Jerman lebih mengutamakan system komputerisasi Pabrik. Kemudian istilah ini kembali di populerkan pada tahun 2011 oleh Hannover Fair.

Kemudian pada tahun 2012 sebuah perusahaan bernama working group on industry 4.0 memaparkan rekomendasi tentang bagaimana pelaksanaan industry 4.0 ini kepada pemerintah Federal Jerman dan sekaligus ditetapkan sebagai Bapak Industri 4.0. pada industry ini teridaknya terdapat empat prinsip utama yang harus dimiliki oleh sebuah perusahaan jika ia ingin mengembangkan industry 4.0 diantaranya adalah

  1. Interoperabilitas (kesesuaian) hal ini berkaitan dengan kemampuan mesin, perangkat, sensor dan menusia untuk berhubungan atau berkomunikasi satu sama lain menggunakan jaringan internet untuk segala yang di kenal dengan (loT) dimana loT sendiri berfungsi untuk mengoptimalisasikan proses secara besar-besaran
  2. Transparansi Informasi yang merupakan kemampuan system informasi untuk menciptakan salinan dunia fisik secara virtual dengan memperkaya model pabrik digitaldengan data sensor. Hal ini biasanya membutuhkan data sensor dalam bentuk mentah sehingga menghasilkan konteks yang bernilai tinggi
  3. Bantuan Teknis, system bantuan ini dapat membantu manusia untuk mengumpulkan dan membuat visualisasi secara menyeluruh agar dapat membuat keputusan. Hal lainnya adalah kemampuan system siber fisik yang membantu manusia menyelesaikan tugas yang berat dan tidak aman untuk manusia
  4. Kemampuan mandiri. Yaitu kemampuan siber fisik untuk embuat keputusan sendiri sehingga manusia bisa semandiri mungkin dalam menyelesaikan persoalan yang ada atau dalam hal pengambilan keputusan semandiri mungkin.

Kecanggihan industri 4.0 ini tentunya akan memberikan dampak yang luar biasa terhadap semua bidang. Seperti model bisnis. Salah satu contohnya adalah adanya market online dengan segala bentuk kemudahan yang ditawarkan manusia mampu berbeanja apa saja yang mereka mau cukup dengan pencet-pencet pada smart phone mereka.

Dampak lain misalnya penjualan produk, perubahan sosial ekonomi, pendidikan dan skil pekerja serta banyak lagi dampak lainnya.
Dampak industry 4.0 ini tentu bisa juga terjadi secara positif dan negative.

Jika kita lihat dampak negatifnya adalah tidak ada lagi komunikasi secara tatap muka sehingga tidak adalagi empati dan simati yang terbangun.

Jika dianalisis lebih mendalam industry 4.0 lebih terkenal dengan system ciber physical system (Cps) yang menjadikan manusia sebagai objek yang pasif. Menyikapai adanya industry 4.0 pada Januari 2019 Jepang secara mengejutkan merilis sebuah roodmap yang bernama super smart society atau lebih dikenal dengan society 5.0.

konsep yang ditawarkan lebih manusiawi dimana dalam konsepini Jepang memfokuskan kepada adanya sebuah tatanan yang berpusat pada masyarakat itu sendiri namun dengan basis teknologi tentunya. Sebelum mencapai kepada society 5.0 di dahului dengan society 1.0 tentang era baru, society 2.0 berbicara mengenai pertanian, society 3.0 tentang industry itu sendiri dan society 4.0 tantang teknologi dan informasi.

Baca Juga :  Facebook Luncurkan Badan Untuk Periksa Konten

Kemudaian kesemuanya itu di ikat oleh society 5.0 yang berpusat pada penciptaan kecerdasan buatan dengan sentuhan manusia dengan mentransformasikan jutaan data yang dikumpulkan melalui system komputerisasi dengan bantuan jaringan internet.society 5.0 ini dirancang untuk menyelesaian persoalan kemanusian demi tercapainya keseimbangan ekonomi yang bermartabat.

Untuk bersaing dalam bidang ekonomi sejatinya baik industry 4.0 ataupun society 5.0 Indonesia harus mempersiapkan diri.

Karena kemamdiarian ekonomi baik secara kenegaraan maupun secara masyarakat yang ada dalam suatu Negara itu sangatlah penting.

Jika Indonesai tidak ingin tertinggal jauh dari system perekonoian yang mudah dan efisien maka Indonesia perlu meningkatkan kualitas SDM, pembentukan inovasi terhadap barang dan jasa yang dkan di pasarkan, penerapan insentif teknologi, aturan dan kebijakan pemerintah tentunya menjadi rule, langkah lain yang dapat dilakukan adalah dengan pemberdayaan UMKM dalam bentuk pengembangan ekonomi kreatif, serta membangun infrastruktur berbasis digital.

Semuanya ini tentu memnuntut masyarakat Indonesia berperan aktif.

HMI Sebagai Perisai
Pada dasarnya masyarakat atau diri pribadi adalah pemimpin untuk dirinya sendiri, namun dalam tatanan masyarakat presiden adalah pemimpinnya. Sehingga seorang pemimpin itu lahir juga dari tatanan masyarakat. Pemimpin juga dituntut untuk adil. Keadilan yang dimaksud mencakup kepada keadailan ekonomi yang menitik beratkan kepada prinsip-prinsip yang jelas.

Indonesia mislanya yang memiliki prinsip gotongroyong dan saling menghargai sesama manusia. Keadilan ekonomi yang merupakan isu sensititif yang mendapatkan perhatian oleh banyak kalangan.

Sehingga muncullah berbagai solusi untuk mengatasi kesenjangan ekonomi yang terjadi pada masyarakat. Sejatinya setiap orang berhak mendapatkan rereki atau kekayaan secara wajar.

Namun dalam kehidupan bermasyarakat tidak mengenal batasan-batasan secara individu, karena tidak semua orang mampu menciptakan perekonomian yang baik. Salah satunya adalah kekuatan produksi dan cara pengumpulan kekayaan oleh golongan-golongan tertentu.

Golongan kecil tentu tidak akan sama dengan logolongan kaya serta hak-hak yang mereka dapatkan. Sejatinya jurang-jurang pemisah antara beberapa golongan ini nyata terlihat yang miskin semakin miskin dan yang kaya semakin kaya.

Hal ini terus berjalan membentuk bola salju yang sampai pada titik jenuh dapat menghancurkan tatanan sosial yang ada dalam masyaraat itu sendiri
Kapitalisme adalah contoh nyata dari kejahatan terstruktur dalam bidang ekonomi. Kapitalisme dapat dengan mudah merampas hak-hak suatu golongan tertentu dengan mudah dan secara tidak sah. Untuk mencapai sebuah keadilan secara ekonomi salah satu caranya adalah membumi hanguskan kapitalisme dan usaha-usaha yang mencakup akumulasi kekayaan pada masyarakat kecil. Salah satu kejahatan ekonomi lain adalah dengan melakukan penimbunan harta kemudian di manfaatkan dengan cara yang kejam, sehingga masyarakat yang membutuhkan merasa tercekik untuk mendaptkannya. Maka sejatinya untuk mencapai keadailan ekonomi ini masyarakat diberikan kekebebasan untuk mengatur hidupnya sendiri.

Cara lain adalah dengan menjalankan prinsip ekonomi Islam, salah satu contohnya adalah menghilang bunga dan pendistribusian zakat, infak, sadaqah dan juga wakaf secara produktif. Namun semua itu tidak terlepas dari pemdampingan dan uga edukasi masyarakat untuk mengembangkan skill dan juga pengetahuan tentang teknologi sehingga apa yang mereka kerjakan dapat ebih mudah dengan bantuan teknologi yang ada.

Kader HMI dengan Mission yang ia miliki sejatinya mampu menjadi kader yang menghasilkan solusi terhadap permasalahan bangsa demi tercapainya asyarakat adil makmur yang di ridhoi oleh Allah SWT pada 20 tahun yang akan datang.

Jika di analisis lebih dalam mengapa Jerman dan Jepang mampu memciptakan sebuah inovasi yang yang luar biasa untuk menguasi dunia? Dan sejauh mana kita siap untuk bersaing dalam pasar dunia.

Mission HMI yang kemudian di terjemahkan kedalam lima kualitas Insan cita sejatinya mencakup kecerdasan yang mampu membawa kader HM kepada dunia yang lebih cemerlang dan bukan kader yang prakmatis. kemampuan akademis yang dimiliki Kader HMI tentunya menjadi modal awal untuk membentuk peradaban yang berada dalam tatanan masyarakat yang memiliki keadilan dan kemakmuran secara umum. Karena dengan ilmu pengetahuanlah manusia dapat membentuk peradaban madani disekitarnya.

Ilmu yang mumpuni yang dimiliki kader HMI menuntut langkah yang lebih nyata yaitu dengan menciptakan ide, gagasan ataupun bentuk nyata lainnya yang dapat menunjang terwujudnya masyarakat adil makmur yang di ridhoi Allah SWT tersebut. Penciptaan sesuatu ini tentunya tidak terlepas dari kebutuhan-kebutuhan masyarakat banyak.

Penciptaan karya yang di hasilkan oleh kader HMI jetinya hanya untuk kepentingan umat dan bangsa dimana ia sungguh-sungguh mengambdikan dirinya dan ikhlas mengamalkan ilmu yang ia miliki untuk kepentingan umat dan bangsa. Yang kesemuanya itu dibingkai dan dijiwai dengan nafas Islam.

Islam memberikan konsep Ekonomi yang mampu menjawab semua permasalahan ekonomi yang ada di tengah-tengah masyarakat, misalanya Bunga digantikan dengan Bagi Hasi.

Penggunaan teknologi yang saat ini gadang-gadang dan sangat popular sejatinya telah ada konsep secara islam dan jelas misalnya konsep jual-beli salam dan isthisna masih syariah namun dapat di lakukan dengan bantuan teknologi serta contoh lainnya.

Perkembangan ekonomi berbasis kecangihan teknologi menuntut kader HMI mampu melahirkan ide, gagasan dan inovasi baru melalui ilmuyang ia miliki sehingga kader HMI masa depan mampu bersaing dalam bidang teknologi ekonomi dunia di masa yang akan datang.

Penulis : Selfi Hastria Ningsih
Badan Pengelola Latihan Pengurus Besar (BPL PB HMI)
Bidang Pelatihan dan Kurikulum

__Terbit pada
26/10/2019
__Kategori
Khazanah, Kolom

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PropellerAds