Lima Pembunuh Khashoggi Terancam Penggal

Lima Pembunuh Khashoggi Terancam Penggal

Lima Pembunuh Khashoggi Terancam Penggal

AKTAINDONESIA.COM, RIYADH – Jaksa Agung Arab Saudi Saud al-Mojeb merekomendasikan hukuman mati kepada lima orang yang di duga memerintahkan dan melakukan pembunuhan wartawan Saudi, Jamal Khashoggi. Laman Australia, News, menuliskan bahwa al-Mojeb menyampaikan pernyataannya di hadapan para wartawan di Riyadh, Kamis (15/11).

Dalam konferensi pers yang jarang dilakukan di Saudi, al-Mojeb menyatakan pembunuh Khashoggi telah menyusun rencana pembunuhan pada 29 September. Itu merupakan tiga hari sebelum waktu eksekusi, 2 Oktober.

Sedangkan, Deputi Jaksa Agung Shalaan bin Rajih Shalaan menyatakan bahwa deputi kepala intelijen Saudi, Jenderal Ahmed al-Assiri, telah memerintahkan tim untuk memaksa Khashoggi pulang ke Saudi. Kemudian, kepala tim negosiasi itulah yang terbang ke Istanbul dan memerintahkan pembunuhan Khashoggi.

“Pangeran (Putra Mahkota Saudi Pangeran Muhammad bin Salman–Red) tidak tahu apa-apa,” kata Shaalan yang dikutip BBC.

Menurut Shaalan, Khashoggi diberi suntikan mematikan oleh lima orang pelaku tadi setelah bergulat dengan sejumlah orang di Konsulat Jenderal Saudi di Istanbul, 2 Oktober.

Tubuh Khashoggi, ujar Shaalan, kemudian dimutilasi di dalam gedung konsulat setelah ia tewas. Potongan tubuhnya kemudian diserahkan kepada seorang agen yang berada di luar gedung konsulat.

Pernyataan ini membersihkan nama Putra Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman (MBS). Namun, pengamat menilai, tidak mungkin jika MBS tidak mengetahui sama sekali tentang operasi melenyapkan Khashoggi.

Kini, ada 21 orang yang ditahan. Sebelas orang di antaranya sudah diproses di pengadilan. Sedangkan, investigasi terhadap 10 orang lainnya masih berlanjut.

Shaalan tidak menyebutkan nama lima orang yang didakwa pembunuhan. Sedangkan, al-Assiri dan penasihat utama MBS, Saud al-Qahtani, telah dipecat sejak berita pembunuhan Khashoggi mencuat di media internasional.

Baca Juga :  Indri, Janda 2 Anak Tewas Bersimbah Darah

Prancis langsung mengomentari pernyataan kejaksaan Saudi. Menurut Kementerian Luar Negeri Prancis, Kamis, proses investigasi Saudi berjalan di arah yang benar.

“Kami menuntut agar tanggung jawab dilaksanakan dengan tegas dan pelakunya mendapat ganjaran dalam pengadilan sesungguhnya,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis, Agnes vonder Muhll. “Pengumuman dari pihak berwenang Saudi yang menyebutkan 18 orang ditahan terkait investigasi ini berada di jalur yang benar.”

Prancis pernah mengancam sanksi terhadap Saudi saat kebenaran pembunuhan Khashoggi terungkap. Namun, reaksi Prancis selama ini relatif terukur. Prancis ingin mempertahankan pengaruhnya atas Saudi dan melindungi hubungan dagang yang terentang mulai dari energi, keuangan, hingga penjualan senjata militer.

Sementara, Turki menyatakan, pernyataan Kejaksaan Agung Saudi “tidak memuaskan”. Turki juga berkeras agar para pelaku diadili di Turki. ¦ reuters/ap

 

 

 

oleh : Yeyen Rostiyani

Admin

aktaindonesia.com adalah portal media online yang melayani informasi dan berita dengan mengutamakan kecepatan serta kedalaman informasi. Portal berita ini selama 24 jam dalam sepekan selalu update. Selengkapnya

leave a comment

Create Account



Log In Your Account