Kronologi Perebutan Tanah Warga Pantai Raja Oleh PTPN V Sei Pagar

AKTAINDONESIA.COM, KAMPAR – Kemelut terjadi antara warga di Kampar – Riau dengan PT.Perkebunan Nusantara V Sei Pagar.

Perebutan tanah warga dianggap secara paksa oleh PTPN V Sei Pagar di Pantai Raja Kabupaten Kampar.

Berikut kronologi persoalan lahan tersebut, diterangkan oleh salah seorang warga.

“Pada tahun 1975 warga membuka lahan secara tradisional dan ditanami karet. Di daerah Sungai Genduang Jaya, Sungai Geringging, Sungai Duit, Sungai Merah, K U, Plasmen dan sebagian kecil daerah Plasma”, Begitu penjelasannya.

 

Dijelaskan juga berselang sembilan tahun kemudian perusahaan perkebunan plat merah tersebut juga melakukan hal yang sama (Perbutan lahan).

“Di tahun 1984 kebun karet warga seluas 1.441ha direbut paksa oleh PTPN V, dengan cara menumbang habis semua lahan karet tanpa tersisa dimalam hari. Keesokan harinya warga sangat terkejut melihat lahan karet mereka sudah rata dengan tanah”, Lanjutnya.

Masih ditahun yang sama pihak PTPN V bermusyawarah bersama masyarakat Pantai Raja digedung SD Pantai Raja.
Pihak PTPN V mengeluarkan ancaman terhadap warga yang mengganggu pembangunan.

“bagi masyarakat yang menghambat pembangunan PTPN V adalah PKI” begitu bunyi ancamannya.

Kemudian polisi menembakkan tembakan sebanyak 3x keatap gedung sekolah.

Dan permasalagan belum selesai sampai disitu, tahun 1986 masyarakat tetap menuntut dan masuk kemeja hijau, namun hasilnya tetap nihil. Ketika sidang lapangan dilaksanakan, masyarakat tidak diperkenankan memasuki area yang telah dikuasai PTPN V, lahan dijaga ketat oleh 1 pleton tentara angkatan darat, dan hanya hakim saja yg diperbolehkan masuk. Dan akhirnya perkara dimenangkan oleh PTPN V, warga ingin menuntut banding, namun terkendala oleh dana.

PTPN V berjanji akan memprioritaskan warga Pantai Raja, namun mereka(PTPN) ingkar.

2011 keluar HGU lahan yang direbut oleh PTPN V dari warga Pantai Raja.

Baca Juga :  Mahasiswi Cantik Luka Parah Usai Tabrak Kantin Kampus

Berkali kali warga menuntut akan haknya, namun tak pernah ada respon dari pihak PTPN V, warga yang tanahnya disabotase oleh PTPN V masih ingat betul batasĀ² tanah mereka.//Dun

__Posted on
14/08/2020
__Categories
News

Author: Akta Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PropellerAds