Nasional

Kronologi Pemukulan Kader PBB Soal Dukungan Pilpres

AKTAINDONESIA.COM, JAKARTA – Salah seorang Kader Partai Bulan Bintang (PBB) mengaku menjadi korban pemukulan sejumlah kader PBB di halaman kantor DPP PBB, Jakarta Selatan, Sabtu (19/1).

Sekjen PBB Afriansyah Ferry Noer mengatakan korban (Ali Wardi) bukanlah kader. Namun, kepada CNNIndonesia.com, Ali yang berprofesi sebagai advokat itu mengatakan dia merupakan bekas pengurus DPC PBB Kabupaten Bogor dan saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (sekjend) Koordinator Nasional (Kornas) PASS Lantang (Relawan Prabowo-Sandi Bulan Bintang), kader PBB yang mendukung pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Ali bercerita, pada Sabtu (19/1) DPP PBB menggelar rapat pleno untuk membahas arah dukungan di pilpres. Pada pra rapat pleno, sekitar pukul 15.00 WIB dia bersama 10 orang pendukung Prabowo-Sandi datang ke DPP.

“Saat itu, ada juga Ketua Majelis Syuro PBB MS Kaban, dan sejumlah orang. MS Kaban masuk ke kantor dan kami di halaman,” katanya.

Saat itu, kata dia, situasi di internal PBB sangat dinamis, karena Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra mengarahkan dukungan ke pasangan capres-cawapres nomor 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Sementara MS Kaban, dan kader ‘akar rumput’ diklaim Ali mendukung Prabowo-Sandi sesuai hasil ijtimak ulama II.

Ali mengatakan berada di halaman DPP PBB dan sempat melaksanakan salat asar dan magrib di masjid Ikhwanul Muslimin sambil menunggu rapat pleno digelar.

Sekitar pukul 19.30-an, Ali dan sembilan orang lainnya hendak melaksanakan salat isya. “Teman saya salat di Masjid Ikhwanul Muslimin, saya dan seorang teman saya mau salat di DPP,” katanya.

Namun, saat masuk ke dalam kantor DPP, mendadak seorang kader bertanya kepadanya, “Ali Wardi, ya?”

Belum sempat menjawab, kata Ali dia langsung dipukul oleh seseorang, dan kemudian seorang bernama Sinyo ikut memukulinya.

“Yang pertama memukul saya tak tahu, kemungkinan preman, waktu itu banyak wajah asing, Barulah kemudian seseorang yang dipanggil Sinyo, bodyguard-nya Yusril, ikut memukul,” kata Ali.

Keributan pun pecah. Ali mengaku sempat melawan, tapi kemudian dia datangi puluhan orang.

“Saya diinjak-injak dipukuli. Mereka berteriak-teriak dan mengumpat, saya tak bisa melawan,” katanya.

Sekjen PBB Afriansyah Ferry Noer, sebelumnya mengatakan, pemukulan dipicu soal status-status Ali di sosial media yang menjelek-jelekkan Yusril Ihza Mahendra.

Tapi, Ali mengatakan dia hanya mengkritik kebijakan Yusril yang mengarahkan dukungan ke Jokowi-Ma’ruf.

“Yusril awalnya hanya lawyer Jokowi, tapi kan kita semua juga tahu arahnya sudah jelas. Saya mengkritik itu. Saya konsisten dengan hasil ijtimak ulama II,” kata Ali.

Ali bercerita, usai pemukulan dia langsung melakukan visum ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Selatan.

Berdasarkan hasil visum, kata Ali, dia mengalami luka lebam di bagian dada, dan rusuk.

Rencananya siang ini Ali akan melaporkan kasus pemukulan itu ke Mapolres Jakarta Selatan.

Dia menegaskan, pemukulan itu bukan dipicu oleh statusnya di media sosial, tapi karena perbedaan dukungan pilpres.

“PBB sudah pecah, karena dukungan di pilpres,” katanya.

Meski demikian, Ali mengatakan tidak akan keluar atau mengundurkan diri dari PBB.

“PBB ini didirikan oleh ulama dan bukan milik Yusril Ihza Mahendra,” katanya.

sumber : cnnindonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *