KPOTI Bakukan Panduan Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia

AKTAINDONESIA.COM, BANDUNG – Permainan Rakyat yang saat ini sudah mulai ditinggalkan perlu dilestarikan. Usaha pelestarian perlu didukung oleh berbagai pihak. Upaya ini juga yang dilakukan oleh Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI).

KPOTI sebagai organisasi yang fokus pada upaya pelestarian, permberdayaan, pengembangan dan transformasi nilai dari permainan rakyat dan olahraga tradisional melakukan kajian dan pembakuan melalui penyiapan draft petunjuk teknis (juknis) kegiatan. Kegiatan penyusunan draft ini menjadi pembahasan utama dalam Rapat Kerja KPOTI pada tanggal 26-28 Oktober di el Hotel Royale Kota Bandung Jawa Barat, pekan kamarin.

Saat ini permainan rakyat sudah digalakkan kembali sebagai materi pendidikan dan kegiatan kompetensi di berbagai lapisan masyarakat dari mulai tingkat lokal sampai nasional. Sehingga perlu pembakuan sebagai standar dalam permainan. Ketua Bidang Organisasi SDM dan Pengembangan Daerah KPOTI Pusat, Chairul Umam menyatakan,”upaya pembakuan permainan rakyat dan oelahraga tradisional sebagai standar nasional yang dapat dikompetisikan, sehingga nantinya menjadi rujukan berbagai pihak terkait”. Dari hasil pembahasan telah dirumuskan 17 draft. “Saat ini sudah ada 11 olahraga tradisional dan enam tambahan permainan rakyat yang akan dibakukan. Kesebelas olahraga tradisional yang sudah masuk untuk dibakukan yaitu hadang, egrang, trompah panjang, dagongan, tarik tambang, gasing, sumpitan, patok lele, gebuk bantal, lari balok, dan bentengan. Enam tambahan permainan rakyat yaitu layang layang, balogo atau logo, katapel, panah tradisional atau jemparingan, panah berkuda, dan kelereng,” jelasnya.

Penyempurnaan draft masih berlangsung hingga 20 November 2020 mengingat jumlah permainan rakyat yang cukup banyak di Indonesia dengan aturan yang beragam pula. Ketua Bidang Olahraga Tradisional KPOTI Pusat,  Suherman menyampaikan ”Apabila draftnya sudah selesai, akan diusulkan kepada mitra di kementerian terkait seperti kemenpora, kemendikbud, dan pariwisata. Selanjutnya akan disosialisasi kepada masyarakat dalam bentuk buku panduan. Buku tersebut dapat dimanfaatkan oleh pemerintah, lembaga pendidikan maupun masyarakat sebagai juknis kegiatan baik dalam kompetisi maupun edukasi. “Harapan kami di bulan Desember nanti sudah bisa terealisasi,” tambahnya.

Baca Juga :  Sejumlah Revisi UU KPK Untungkan Koruptor

Pelestarian permainan rakyat dan olahraga tradisional perlu didukung upaya yang sistemik oleh berbagai pihak. Pernyataan ini yang disampaikan oleh Ketua Umum KPOTI, Zaini Alif, “Kita mendukung penuh penyusunan pembakuan draft buku panduan permainan rakyat dan olahraga tradisional ini. Proses pembuatan buku panduan olahraga tradisional ini merupakan salah satu langkah strategis dalam mendukung UU Pembudayaan secara masif”. “Ke depan juknis tersebut bisa dimanfaatkan oleh berbagai pihak sebagai pedoman berkegiatan,” ujarnya.

 

Editor: Lukman

__Posted on
01/11/2020
__Categories
News

Author: lukmanul hakim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PropellerAds