kenapa sekarang beli bensin harus pakai aplikasi MyPertamina?

AKTAINDONESIA.COM, JAKARTA – Dilarang pakai HP di SPBU bisa kebakaran, kenapa sekarang beli bensin harus pakai aplikasi MyPertamina?

Sudah diketahui bersama ada beberapa larangan di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU). Salah satunya pemotor dilarang pakai HP saat akan mengisi bensin dan berada di area SPBU.

Selain merokok dan kamera, menggunakan HP bisa berbahaya. Hal ini karena sinyal atau radiasi dari HP bisa memicu kebakaran di SPBU. Hal itu dipertegas dengan tanda HP dicoret yang terpajang di beberapa dinding SPBU.

Alasan lain mengapa handphone (HP) dilarang karena sinyal seluler yang tidak beraturan dan tidak bisa dikontrol karena ada di udara.

Bayar BBM pakai HP

Nah meski ada larangan penggunaan handphone di SPBU, Pertamina sejak beberapa tahun terakhir justru sedang gencar-gencarnya mengajak masyarakat menggunakan pembayaran non-tunai melalui aplikasi MyPertamina di tempat pengisian BBM.

Bahkan baru-baru ini, pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama PT Pertamina kini tengah menggodok petunjuk teknis agar penyaluran BBM bersubsidi yakni Solar dan Pertalite bisa tepat sasaran dengan pembayaran melalui aplikasi. “Nanti (pembelian) dengan sistem digitalisasi MyPertamina akan efektif, jadi tidak bisa mengisi berulang,” ujar Anggota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman, dikutip pada Jumat (3/6/2022).

Para pelanggan nantinya akan diminta untuk mengisi data diri di aplikasi MyPertamina. Kemudian data yang sudah masuk tersebut akan diverifikasi oleh pihak BPH Migas untuk memastikan bahwa pembeli Solar dan Pertalite memang merupakan pelanggan yang berhak.

“Jadi kan mesti register dulu di Mypertamina, lalu di verifikasi oleh BPH Migas, yang tentu bekerja sama dengan instansi terkait,” jelas Saleh.

Baca Juga :  Gempa Guncang Manokwari Selatan

Meski demikian, dalam penerapan penggunaan aplikasi MyPertamina ini memang akan dihadapkan konsidi masih banyaknya masyarakat yang bukan pengguna smartphone.