Kelompok Tani Tenayan Indah Protes Walikota Pekanbaru Saat Tinjau Kawasan Industri

 

 

Dok: Salah seorang Kelompok Tani Tenayan Indah Didampingi Pengacaranya Pandapotan Marpaung Saat Menyampaikan Protes ke Walikota Pekanbaru Firdaus di Kawasan Industri Tenayan, Karena Belum Diganti Rugi, Sabtu (18/7/2020).

AKTAINDONESIA.COM – Belasan anggota Kelompok Tani Tenayan Indah beramai-ramai memprotes Wali Kota Pekanbaru Firdaus usai menggelar apel siaga pasukan pengamanan Kawasan Industri Tenayan (KIT). Pasalnya, lahan yang mereka olah menjadi lahan perkebunan belum diganti Pemko Pekanbaru.

“Kami belum ada mediasi sama sekali dengan Pemko Pekanbaru. Sebenarnya, ada sekitar 700 hektare lahan warga di Kawasan Industri Tenayan ini,” kata Kuasa Hukum Kelompok Tani Tenayan Indah Pandapotan Marpaung saat ditemui di sekitar KIT, Sabtu (18/7/2020).

Ia menceritakan, jauh sebelum adanya KIT, lahan sekitar 350 hektare yang ada di sana sudah dikelola dan ditanami masyarakat. Dahulu, pembukaan hutan di Tenayan dilakukan pada 1980. Pembukaan hutan atas izin Kecamatan Siak Hulu.

“Dahulu dibentuk Panitia Pembangunan dan Penyelesaian Surat-surat Tanah dan Pembuatan Jalan Baru (P2DB) yang kemudian kami buat Jalan Lancang Kuning. Kemudian, P2DB bertransformasi menjadi Yayasan Pembangunan Tenayan Indah,” terang Pandapotan.

Saat awal dibuka, lahan ditanami berbagai tanaman. Tahun 1987, lahan bertambah menjadi 350 hektare. Pengelolaanya masih di bawah satu bendera pengelolaan yakni Yayasan Pembangunan Tenayan Indah Pekanbaru. Kemudian, yayasan membentuk Kelompok Tani Tenayan Indah.

“Sekarang, lahan yang masih kami kuasai sekitar 350 hektare. Sedangkan 350 hektare lainnya sudah ‘dimakan’ oleh mafia tanah lain,” ungkap Pandapotan.

Dalam aksi kali ini, Kelompok Tani Tenayan Indah melayangkan protes langsung ke Wali Kota Pekanbaru Firdaus. Aksi protes ini karena Kelompok Tani Tenayan Indah bukan tiba-tiba memiliki surat tanah.

“Kami ini mengikuti prosesnya dengan benar, tanpa bayar preman. Buktinya, kami datangi kelurahan, kami datangi Pemko Pekanbaru,” sebut Pandapotan.

Bahkan, Badan Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah (BPKAD) juga pernah didatangi. Namun, BPKAD tidak mau tahu.

Baca Juga :  Pelatihan Pembuatan Kerupuk Atom Tenggiri

“Akhirnya, kami mengirim surat ke Komnas HAM dan Ombudsman. Ini bukti bahwa kami sebagai pemilik yang benar dan memprosesnya dengan benar,” ujar Pandapotan.

Pantauan aktaindonesia.com, kelompok Tani Tenayan Indah dan kuasa hukumnya Pandapotan Marpaung melakukan aksi protes saat gelar pasukan akan dimulai. Sempat terjadi adu mulut dengan petugas baik Satuan Polisi Pamong Praja, Polresta Pekanbaru, maupun TNI AD.

Namun, kelompok tani ini tak bergeming. Usai apel gelar pasukan, salah seorang anggota kelompok tani berdebat dengan Wali Kota Pekanbaru Firdaus. Sesuai pidatonya, Firdaus meminta pihak-pihak yang protes agar menyelesaikan permasalahan lahan dengan kepala dingin.

__Terbit pada
20/07/2020
__Kategori
Info Daerah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PropellerAds