Kebahagiaan Untuk Semua

 

DR. Aswandi

(Wakil Rektor Bagian Akademik Universitas Tanjung Pura Pontianak)

AKTAINDONESIA.COM, GILBERT (2007) dalam bukunya “Stumbling on Happiness” mengatakan bahwa kebahagiaan adalah sebuah kata yang umumnya digunakan untuk menunjukkan sebuah pengalaman dan bukan untuk perbuatan yang menyebabkannya. Dibagian lain, ia mengatakan orang sering tidak mendapatkan kebahagiaan karena mereka terlalu jauh memikirkan masa depannya, sementara mereka melalaikan berbahagia hidupnya pada hari ini. Mereka lupa sebuah pesan “Future is Now or Tomorrow is Today”

Sintesis dari pendapat para pakar, Badan Pusat Statistik (BPS) mendefinisikan kebahagiaan dimaknai sebagai perasaan senang dan kepuasan terhadap sesuatu yang dianggap mulia, Kebahagiaan juga dapat dimaknai hal yang dirasakan atas usaha pencapaian dan pemenuhan terhadap potensi dan tujuan hidup seseorang dan evaluasi kehidupan yang dirasakan seseorang terhadap aspek kehidupan tertentu maupun kehidupannya secara keseluruhan dengan mempertimbangkan perasaan yang mencakup pengalaman emosional yang dialami dan eudaimania yang mengacu pada fungsi psikologis seseorang yang dapat berjalan dengan baik (BPS, 2017)

Berdasarkan makna kebahagiaan tersebut di atas, dikemukakan 19 (sembilan belas) indikator kebahagiaan yang mencakup 3 (tiga) dimensi kehidupan, yakni dimensi: (1) kepuasan hidup, baik kepuasan personal maupun kepuasan social, meliputi: pendidikan dan ketrampilan, pekerjaan/usaha/kegiatan utama, pendapatan rumah tangga, kesehatan, kondisi rumah dan fasilitasnya, keharmonisan keluarga, kondisi keamanan, ketersediaan waktu luang, kepuasan hidup sosial dan hubungan sosial; (2) perasaan, meliputi: tidak khawatir/cemas, senang/riang/gembira, dan tidak tertekan; serta (3) makna hidup, meliputi: penerimaan dan pengembangan diri, kemandirian, penggunaan lingkungan, tujuan hidup, dan hubungan positif dengan orang lain.

Baca Juga :  Gatot Singgung Nyali Kasat Terkait Nonton Bareng Film G30s/PKI

Martin Seligman (2005) dalam bukunya “Authentic Happiness” mengatakan bahwa fitrah manusia adalah meraih kebahagiaan, dan kebahagiaan yang diperolehnya sangat tergantung pada pikirannya.

Riset menunjukkan bahwa “perasaan lebih bahagia menyebabkan produktivitas yang lebih tinggi dan penghasilan yang lebih besar. Mereka yang bahagia tidak saja mampu menanggung rasa sakit dan melakukan langkah-langkah pencegahan masalah kesehatan dan keamanan, melainkan juga mampu menetralisir emosi negatif”, kembali dikutip dari Seligman (2005).

John W. Santrock (2007) dalam bukunya “Child Development” mengatakan bahwa prestasi akademik peserta didik sangat ditentukan oleh perasaan berbahagia yang dimilikinya.

Sandy MacGregor (2000) dalam bukunya “Piece of Mind” mengatakan bahwa anak berusia 0-5 tahun dapat mempelajari lebih banyak data dan fakta dari pada mahasiswa di perguruan tinggi untuk mendapatkan gelar kesarjanaannya, karena proses pendidikan dan pembelajaran dinikmati dengan senang dan bahagia, sementara mahasiswa mengalami proses perkuliahan dalam keadaan stress atau tidak bahagia”.
Sebuah ungkapan, “Learning is most effective when it’s fun, maknanya belajar akan sangat efektif jika dilakukan dalam suasana menyenangkan dan membahagiakan, namun sayangnya banyak orang tua, guru dan tenaga pendidik lainnya telah menyebabkan matinya insting belajar anak karena menciptakan atmosfir pembelajaran yang tidak menyenangkan dan membahagiakan itu, demikian kata Peter Kline dikutip oleh Dryden dan Vos (2000) dalam bukunya “Revolusi Belajar”.

Sebuah asumsi, Jika kualitas pendidikan di negeri ini berada pada posisi rendah, dapat diduga keterpurukan prestasi akademik tersebut sebagai dampak dari rendahnya indeks kebahagiaan peserta didik. Tentu saja asumsi tersebut perlu dibuktikan kebenarannya melalui riset.

Oleh karena itu, menjadi sangat beralasan jika Charles Fourier, seorang sosialis Prancis mengatakan bahwa “Kami mau membangun satu dunia yang di dalamnya setiap orang hidup bahagia”, dikutip dari Daoed Yoesoef (2018) dalam bukunya “Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya“.

Baca Juga :  Pengakuan Hanum Rais Pasca Hoaks Ratna

BPS mencatat rata-rata tingkat kebahagiaan penduduk Indonesia tahun 2017 sebesar sebesar 70,69, sementara indeks kebahagiaan provinsi Kalimantan Barat sebesar 70,08 atau dibawah rata-rata nasional, lebih rinci: indeks kepuasan hidup sebesar 70,64, indeks perasaan 67,55 dan indeks makna hidup sebesar 71, 84. Kebahagian yang sangat dibutuhkan manusia itu belum merata atau belum dirasakan oleh semua rakyat Indonesia.

Kondisi indeks kebahagiaan yang belum merata untuk semua perlu diatasi melalui konsep pembangunan yang membahagiakan untuk semua secara benar atau tepat sasaran dan berkeadilan. Mengapa demikian?, karena masih ditemukan miskonsepsional dalam merumuskan kebijakan pembangunan tersebut, bahkan mengabaikan pencapaian kebahagiaan untuk semua.

Martin Seligman (2005) memformulasikan konsep kebahagiaan secara matematis berikut ini: K = R + L + P. Secara singkat dijelaskan; K adalah level kebahagiaan jangka panjang, R adalah rentang kebahagiaan, L adalah lingkungan, dan P adalah faktor-faktor yang berada di bawah kendali sadar, meliputi: kepuasaan akan masa lalu, kebahagiaan pada masa sekarang dan optimisme akan masa depan.

Berikutnya, penulis ingin menjelaskan bahwa kebahagiaan sejati bersumber dari dalam, bukan dari luar sebagaimana keyakinan kita selama ini, Martin Seligman (2005) mengatakan bahwa kebahagiaan itu diciptakan melalui psikologi positif. Dan kebahagiaan tersebut muncul karena sebuah pilihan, dimana ia adalah keputusan dari pikiran yang dibuat, bukan emosi yang hanya dirasakan. Seorang psikolog peduli kebahagiaan tersebut menambahkan bahwa kebahagiaan itu bersumber dari filosofi hidup dan diraih dari rasa syukur. Perhatikan, semua orang yang pandai bersyukur adalah pemilik kebahagiaan, dan sebaliknya mereka yang tidak pandai bersyukur pasti tidak akan menemukan kebahagiaan itu. Pendapat yang sama dikemukakan oleh Joel Osteen (2006) dalam bukunya “Your Best Life Now”, ia mengatakan bahwa akar dari semua ketidakbahagiaan ini karena orang tidak menyukai dirinya sendiri, dan alasan banyak orang tidak merasa puas atau bahagia karena mereka membandingkan dirinya dengan orang lain.

Baca Juga :  Oscar Primadi, Putra Pontianak Jadi Sekjend Kemenkes

Vernon Howard (2018) dalam bukunya “Secret of Mental Magic” menyatakan hal yang sama bahwa kebahagiaan abadi bersumber dari pikiran seseorang. Kebahagiaan seseorang mengalami perubahan sejalan dengan perubahan dalam pikirannya.

Riset membuktikan, 100 orang kaya versi Forbes hanya sedikit lebih bahagia dari pada rata-rata orang Amerika lainnya. Lingkungan eksternal ternyata hanya memberi pengaruh sebesar 8% -15% terhadap kebahagiaan. Satu variabel luar yang sangat berpengaruh terhadap kebahagiaan adalah suasana demokratis dan social yang sehat bukan dalam kediktatoran yang melumpuhkan, dikutip dari Seligman (2005)

Martin E.P. Seligman (2004) seorang psikolog yang menstudi kebahagiaan secara mendalam, dalam bukunya “The Core Happiness, Remapping the Human Nature” mengatakan bahwa kebahagiaan adalah kewajiban moral yang hanya dimiliki manusia. Sayangnya, kita sepihak, menuntut orang lain berbuat baik demi kebahagiaan kita, padahal kita berniat saja belum untuk kebahagiaan mereka.

Banyak kebahagiaan diperoleh karena seseorang melakukan hal-hal kecil di tempat mereka berada sekarang, dan bukan semata-mata karena mereka melakukan hal besar dan tinggal di perkotaan dimana semua kebutuhan telah disediakan. Orang bijak mengatakan, dapatkan kebahagiaan hari ini dimanapun engkau berada. Ciptakan suasana kondusif dan menyenangkan dimana semua orang merasa berbahagia berada di dalamnya.

Menutup opini ini, penulis ingin menyatakan, “Berbahagia dahulu, suskes kemudian”

Wakil Rektor Bagian Akademik Untan, Dr Aswandi

Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dengan judul Aswandi Minta Lulusan Untan Tak Hanya Bergantung Pada Penerimaan PNS , http://pontianak.tribunnews.com/2018/04/26/aswandi-minta-lulusan-untan-tak-hanya-bergantung-pada-penerimaan-pns.
Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: listya sekar siwi

lukmanul hakim

leave a comment

Create Account



Log In Your Account