Kasus Suap PLTU Riau-1, Eni Seret Petinggi Golkar

 

AKTAINDONESIA.COM, Jakarta – Tersangka kasus dugaan suap PLTU Riau-1 Eni Maulani Saragih angkat bicara soal peranannya dalam proyek tersebut. Eni juga menegaskan bahwa tugas “pengawalan” itu merupakan perintah dari atasannya di Partai Golkar.

PropellerAds
Loading...

“Saya akan ceritakan kronologis dari awal saya ditugasi partai untuk mengawal PLTU Riau-1 ini sampai saya ada di sini. Karena saya petugas partai, atasan saya yang memberikan tugas kepada saya,” kata Eni di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (26/9/2018).

Namun, dia enggan menyebut siapa atasan yang dimaksud. Eni hanya mengatakan atasannya itu yang memberi tugas mengawal proyek PLTU Riau-1.

“Pokoknya atasan saya pada zamannya. Saya diberikan tugas untuk mengawal ini,” ujarnya.

Eni sebelumnya pernah bicara soal perintah mengawal proyek PLTU Riau-1. Namun, dia tidak menyebut pihak pemberi perintah.

“Karena saya petugas partai, pasti saya kan ada perintah,” ujar Eni, Rabu (29/8).

Perkara ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Eni ditetapkan KPK sebagai tersangka lantaran diduga menerima suap dari Johannes B Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd. Perusahaan itu merupakan salah satu perusahaan di konsorsium proyek PLTU Riau-1.

Dalam perkembangannya, KPK juga menetapkan Idrus Marham sebagai tersangka. Dia diduga menerima janji yang sama dengan Eni, yakni USD 1,5 juta dari Kotjo, bila proyek PLTU Riau-1 jadi dikerjakan perusahaan Kotjo.
(haf/fdn)

Loading...
Baca Juga :  Ini List Nama 100 Kepala Daerah Yang Dijerat KPK
__Posted on
26/09/2018
__Categories
Hukrim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PropellerAds