Jokowi, Erick Thohir, Jonan sampai Mission Impossible

“_This tape will self-distruct in 5 seconds…..,Good Luck Ethan Hunt…

Lalu lantunan musik khas komposer sekaligus konduktor Lalo Schifri, 87 tahun asal Argentina itu mengiringi irama ditelinga penonton sebagai tanda dimulainya film.

 

AKTAINDONESIA.COM – Masih ingatkah kita dengan film agen rahasia Amerika yang selalu menegangkan— Mission Impossible (MI)?, film serial aksi yang sudah ada sejak tahun 1960an, bercerita dari sebuah misi negara untuk melakukan spionase, penyelamatan, dan pembebasan yang diawali dari informasi rahasia (khusus) untuk kemudian dijalankan dengan rencana yang matang, terukur, dan terarah. Film MI di televisi yang sudah diangkat ke layar lebar sejak dirilis 25 Juli tahun 2018 itu, selalu dinanti-nanti oleh setiap fans dan penonton di dunia dan di tanah air. Film yang sangat membuat rasa penasaran itu, dari aksinya seorang Ethan Hunt yang diperankan oleh Tom Cruice, menjalankan misinya yang terkadang tak masuk di akal, namun bisa melakukan pengintaian dan penyintasan sandera yang didapat dari kumpulan informasi yang telah dirangkum di dalam tape recorder yang diambilnya dari tempat-tempat tersembunyi, dan tape itu akan hancur dengan sendirinya dalam hitungan 5 detik saja.

Sebuah misi khusus negara dengan segala kemampuan inteligen dan orang yang dianggap memiliki kapasitas untuk membebaskan sandera, melakukan penyamaran sampai pada kejar-kejaran ke antar negara dengan tujuan penyelamatan tadi. Orang tersebut tentunya haruslah yang mampu menyelesaikan persoalan-persoalan yang banyak memakan korban jiwa dan masa depan kehidupan bila tidak dijalankan misi itu, berakibat nasib sebuah negara apabila terkait dengan perdagangan hulu ledak nuklir dalam cerita berjudul Fallout.—penuh intrik, pengkhianatan, ketidakpercayaan, loyalitas, dan pengorbanan kepada negara yang memberinya misi penyelamatan tentunya.

Seperti inilah, seharusnya yang terjadi di Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ) Republik Indonesia. Di dalam memilih orang-orang dan membenahi dan mencegah kebangkrutan bisnis milik negara yang terkait dengan hajat kesejahteraan orang banyak.

Aksi-aksi penyelamatan dan penyehatan patut mendapatkan perhatian khusus, karena badan itu menopang ekonomi suatu negara, menjaga dan mengelolanya dengan penuh tanggung jawab, dari hal aset-aset, ketenagakerjaan, logistik, survei, sertifikasi (syarat kelayakan), dan kompetensi (keahlian) yang ada disetiap lini badan usaha negara itu, yang perlu dibenahi, dikelola secara baik dan benar, secara profesional dan menguntungkan, dan tentunya memiliki kewajiban moral, sebagai seorang pelaku yang menjalankan misi usaha itu.

Persoalan BUMN, tidaklah muncul kali pertama di republik ini, disetiap pergantian penguasa, akan selalu terjadi pergantian pimpinan didalamnya, seperti ganti presiden akan ikut juga diganti menteri yang membawahi Badan Usaha itu.

Pimpinan kepala negara menjadi simbol penting didalam sebuah rotasi dan pergantian orang-orang yang dipilih sebagai direktur atau direksi (cakap atau buruk), sepenuhnya adalah tanggung jawab presiden sebagai pimpinan tertinggi dipemerintahan yang memegang kendali penuh, apalagi kita tahu, tidak ada visi misi menteri, yang ada hanya visi misi presiden dan wakil presiden.

Baca Juga :  Selain Tolak RUU HIP, Massa Juga Minta Pemakzulan Jokowi

Oleh karena itu, sampai saat ini, Erick Thohir dikejar untuk segera mengevaluasi kinerja strategis di 5 perusahan berplat merah yaitu PT. PLN, Bank Mandiri, Bank BTN, Inalum, PT. Pertamina, melalui Tim Penyeleksi Akhir ( TPA). Hal ini sudah tepat dengan adanya penilaian tersebut. Namun itu tadi diharapkan ada sebuah penilaian yang sangat objektif ada dasar ketentuan dan kriteria serta kompetensi yang utama adalah ber prestasi, berani melakukan terobosan dan penyintasan keuangan negara. penilaian tersebut diharapkan nantinya mendapatkan orang-orang yang mampu seperti menjalankan Mission imposible.

Kekuatan simbol negara tadi (yaitu presiden dan eksekutornya dalam hal ini menteri BUMN) itu betul-betul menggunakan kekuasaannya untuk benar-benar memajukan dan membenahi badan usaha itu–tidak menggunakan kekuasaannya hanya karena balas budi (hutang politik), negara harus betul-betul menjalankan perannya yang tidak pandang bulu, serius membebani dan membuat untung badan usaha, dan menjadikan perusahan sehat semua, bisa
go publik milik negara itu, menjadi bernilai dimata investor bila dilihat menguntungkan dan sehat. prospektif yang lebih utama mampu menyerap banyak tenaga kerja lokal serta membuka peluang lapangan pekerjaan.

Kekuasaan tidak menjalankan bagi-bagi kue kekuasaan, kue haruslah diolah kembali agar bisa punya nilai tambah dengan sentuhan teknologi, managemen, dan keahlian menjalankan usaha itu sehingga hasil jasa atau barang bisa dijual dan keuntungannya semata-mata bagi kesejahteraan rakyat banyak. Menjadi pemasukan bagi negara, surplus dari pajak dan laba bersih kepada negara.

Kekuasaan dalam hal ini presiden, harus lebih jeli dan detil, mempertimbangkan kembali orang-orang yang mampu tidak hanya menjalankan misi saja, namun mampu melakukan terobosan-terobosan inovasi dan daya jelajah yang jauh ke depan (visioner) dalam memimpin badan usaha, mampu melakukan efisiensi, pembenahan secara struktural, dari managemen, keterampilan, dan leadership yang kuat. Hal ini dibutuhkan orang yang mampu melakukan misi yang tak mungkin, ternyata ia mampu.

Banyak orang diluar sana yang mempunyai kompetensi seperti di atas. Tapi sedikit yang tampak dipermukaan.kita sebut saja orang itu adalah Ignatius Jonan, di Era Presiden SBY ia diangkat sebagai direktur utama PT. Kereta Api Indonesia (KAI), saat itu menterinya Sofyan Djalil, lalu ia di tahun 2013 diangkat kembali sebagai Dirut yang sama pada masa Menteri BUMNnya Dahlan Iskan.

Penulis dulu saat duduk dibangku kuliah sekitar tahun 1995, penulis sering menggunakan jasa kereta api, bolak-balik Jogja-Jakarta, penulis betul-betul melihat dan merasakanTengku kereta api dulu, dari kelas ekonomi sampai kelas bisnis. Dari tiket resmi, calo dan nembak di atas kereta menjadi pemandangan yang biasa, belom lagi, kesemrautan disetiap stasiun kereta yang, tolietnya bau pesing lagi berbayar pula. Gerbong dalam kereta kotor, dan sering juga terlihat anak kecoa berkeliaran dimana-mana. Serta para penjaja makan dan minum yang lalu-lalang disetiap pemberhentian stasiun,belum lagi masih banyaknya tukang copet di stasiun maupun diatas kereta saat berhenti. Kita tahu para pencopet kadang menyamar menjadi penumpang, persis terlihat aksi mereka seperti di dalam film Mission impossible

Baca Juga :  Tanda-Tanda Petahana di Ambang Jatuh

Saat Ignatius Jonan dianggap tepat menjadi Direktur utama PT. Kereta Api dari 2009-2014, ia mulai melakukan pembenahan dan menatanya seperti dikerjakan tidak masuk akal, dengan sistem dan kebijakan yang tegas dengan reward and punishment, dan merobak semua tata kelola managemen perkeretaapian, jadi tertib tidak semberaut dan nyaman bagi pengguna jasa itu, hal ini mengakibatkan PT. Kereta Api yang tadinya rugi 83,5 miliar ditahun 2008, menjadi untung 154,8 miliar ditahun 2009, dan sempat mencatatkan laba 560,4 miliar ditahun 2013. Pada masa itu ia memberantas percaloan di lingkungan perusahaan negara ituTengku boarding pass ,tiket daring, dan pembelian tiket ditoko online.

Ketika Ignatius Jonan diangkat menjadi menteri perhubungan 27 Oktober 2014 dan direshuffle tanggal 27 Juli 2016. Selama menjadi menteri perhubungan 21 bulan, Jonan menorehkan beberapa prestasi terkait dengan industri penerbangan.

Menurut Sekretaris Indonesian National Air Carrier Association (INACA), Tengku Burhanudin, dibawah tangan Jonan kementerian perhubungan terlihaTengku atraktif dalam managemen dan Sumber Daya Manusianya (SDM), satu hal, contohnya yang sangat mempengaruhi industri penerbangan yaitu penghapusan bea masuk sparepart pesawat. Sehingga mengurangi impor, malah justru menumbuhkan industri reparasi pesawat di Indonesia. Pak Jonan sangat luar biasa, ini patut kita acungi jempol ” kata Tengku kepada liputan6.com. selain itu bandara yang selama ini dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dirjen Perhubungan Udara menjadi terlihat berubah wajah. Sebelumnya bandara-bandara dipandang hanya sebelah mata, dibawah sentuhan Jonan, bandara dibangun dan mampu meningkatkan konektifitas antar kota. “Langkah-langkah ini dilakukan Jonan guna mengejar tujuan kategori 1 di FAA dan ISCO”, kata

Tengkuk

Juga dilakukannya ramp check hampir disemua pesawat yang akan beroperasi memasuki Lebaran 2016, ramp check dulu hanya bersifat sampling. Ini bermanfaat meningkatkan zero accident

Tidak sempat membenahi maskapai penerbangan lainnya, Jonan keburu direshuffle, kita tahu ada PT.Garuda di dalam perhubungan secara teknis, beliau tidak lama setelah itu ia diangkat menjadi orang nomor satu di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Baca Juga :  Jokowi dan Istri Gendong Anak-anak Merauke

Dikementerian ini, Jonan melanjutkan memberesi Unit Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), yang disinyalir banyak sarang mafianya, melanjutkan dari pendahulunya Sudirman Said. Ia banyak melakukan terobosan bagaimana penyatuan harga BBM menjadi sama di Jawa dengan di daerah provinsi lainnya, harga bensin tidak boleh berbeda karena jarak sekalipun. Juga ia melakukan terobosan dalam renegosiasi kepemilikan 51% tambang biji emas PT. Freeport yang sudah sejak lama dalam bagi hasilnya tidak mencerminkan rasa keadilan bagi bangsa Indonesia.

Mengoptimalisasi Blok Mahakam, Blok Masela, Blok Rokan jalan untuk mengejar _lifting_Migas 1.808 (pbopd) blok-blok raksasa nasional yang siap dieksplorasi cadangan minyaknya.

Ada 186 perizinan yang menghambat investasi dipangkas oleh Jonan terdiri dari 56 di Migas, 96 di Minerba, 20 di Listrik,dan 14 di EBTKE.

Efisiensi anggaran 477 triliun subsidi 4 tahun terakhir dipangkas untukbelanja dialihkan ke yang lebih produktif.

163 titik Harga BMM sama, dengan harga Solar Rp. 5.150 dan Premium Rp. 6.460, 31 titik diwilayah Sumatra yang disamakan (8rb-9rb), 3 titik Jawa, 42 titik Kalimantan, 2 titik Bali, 17 titik NTT-NTB, 26 titik Maluku-Papua.

Pemberian konverterkid LPG Gratis 13.305 di 38 kabupaten/kota untuk nelayan. + 1.000 unit untuk 5 kabupaten/kota untuk petani.

Dan yang terakhir, berkat duet Jonan dan Archandra yang merubah cost recovery kepada skema groos split ini ditawarkan sejak tahun 2017, dimana lelang 16 Blok disepakati antara kontraktor migas dengan pemerintah dari 42 wilayah kerja migas yang ditawarkan.

Mengingat sepak terjang yang pernah dan telah diterobos melalui sentuhan tangan dingin Jonan sebagai suatu kemajuan yang dirasakan perubahan secara siqnifikan, tidak ada yang beliau tidak ikuti secara total dan loyal dari sang pemberi Informan / Mr. Presiden (Pak Jokowi), beliau selalu tunduk, ikuti dan patuhi secara detil, roadmap ESDM,. dan Jonan menurut penulis masih tetap dan layak ditugaskan di manapun sebagai seorang yang siap menerima tape, untuk menjalankan misi berikutnya dibadan usaha milik negara yang sebagai seorang Dirut, dimana ‘Twin symbolic power’ ( Pak Erick dan Pak Jokowi) di badan bisnis prestisius milik negara itu, sebagai pemutus akhir pemberi tape pesan singkat untuk segera membereskan PT. Pertamina (Persero), Mr. Jonan tahu betul
‘standart operational procedure’, seperti halnya Ethan Hunt menerima misi yang impossible dari
pimpinannya.

Ulasan tape ini akan hancur dengan sendirinya dalam hitungan 30 hari ke depan…….

Selamat bertugas Tim Penyeleksi Akhir (TPA)

 

Oleh : Mohammad Radius Anwar

Pemerhati BUMN dan Peneliti di Institut Gondangdia

__Posted on
23/12/2019
__Categories
Kolom

Author: Akta Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PropellerAds